Sedangkan pernikahan kedua Ipin hanya berumur tiga bulan. Ia ditinggal sang suami yang meninggal dunia.
Sepekan lalu pihak kecamatan Separan Timur telah menyambangi rumah Ipin. Kedatangan mereka untuk meninjau kerusakan rumah Ipin serta memberikan bantuan berupa beras dan sejumlah uang tunai.
"Minggu lalu dari kecamatan datang ke sini. Mereka foto-foto rumah saya. Dan saya mendapatkan bantuan beras dan uang Rp 500 ribu,” ungkapnya.
"Jujur, uang segitu enggak cukup buat renovasi rumah. Uang itu hanya untuk kebutuhan hidup," paparnya.
Himpit-himpitan
Kehidupan Ipin kini sungguh getir. Jauh di bawah kata pas-pasan, benar-benar serba kekurangan.
Untuk tidur saja Ipin dan anak-anaknya harus himpit-himpitan di ruang tamu berukuran sekitar 3x3 meter bersama sang ibunda.
Di rumah yang tak begitu luas itu sejatinya ada tiga ruangan: dua kamar tidur dan satu ruang tamu.
Namun kamar kedua ikut ambruk lantaran atapnya nyambung dengan rumah Ipin yang berada di belakang.
Baca Juga: Getir Hidup Transpuan Bandung Dihantam Pandemi Corona Hingga Diskriminasi
"Untuk tidur saja saya dan anak-anak di ruang tamu rumah orang tua. Itu pun harus sesek-sesekan dengan orang tua, adik dan ponakan. Jadi semua bareng-bareng di sini, seketemunya makan," paparnya.
Tukang Kayu
Iin, adik dari Ipin, membenarkan kakak kandungnya bersama ketiga keponakannya itu tidur bersama-samanya di ruang tamu.
Iin telah bersuami dan memiliki dua anak. Sang suami memiliki usaha kecil-kecilan di bidang perkayuan.
Namun jangan berpikir penghasilan dari usaha tersebut besar. Penghasilan suami Iin hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan makan seluruh anggota keluarga yang ada di rumah tersebut. Itu pun ala kadarnya saja untuk makan.
“Kalau saya masih punya suami dan punya usaha kecil-kecilan tukang kayu. Cukup untuk biaya makan semua di sini, termasuk orang tua," terangnya.
Berita Terkait
-
Disdik Tangerang Imbau Siswa Dijemput Selama Rencana Aksi 2728 Agustus
-
Ada Demo Besar di Jakarta, Disdik Kota Tangerang Wajibkan Orang Tua Jemput Siswa 27-28 Agustus
-
Massa dari Sumatera Diadang di Tangerang, Polisi Perketat Akses Masuk Jakarta Jelang Demo 27 Agustus
-
Meriahkan HUT Kemerdekaan, Turnamen Sepak Bola di Kabupaten Tangerang Sukses Digelar
-
Modal Rp1 Miliar, Sindikat Upal di Serpong Cetak Uang Palsu Rp36 Miliar Buat Tipu Bank
Terpopuler
- Profil dan Pekerjaan Jhon LBF, Siap Bantu Ruben Onsu Bayar Kerugian Rp3,5 M
- 3 Shio yang Menarik Keberuntungan Sepanjang September 2026, Hoki Sebulan Penuh
- Cara Membersihkan Bunga Es Tanpa Mematikan Kulkas, Aman dan Mudah Dilakukan
- 4 Tips Merebus Telur agar Mudah Dikupas, Hasil Mulus Sempurna
- 3 HP Infinix Mirip iPhone 17 Pro Max, Tampil Mewah ala Flagship
Pilihan
-
Terbuang dari Klub Orang Indonesia, Emil Audero Selangkah Lagi ke Rayo Vallecano
-
Sempat Serukan Serang Hercules! Admin Akun Pemukiman Setan Ditangkap Polisi karena Molotov
-
Pidato Pertama Sebagai Ketua Umum PBNU, Gus Kikin Berseloroh: Baru Dua Jam Saja
-
Jalani Ritual di Danau Sunter, WNA Aljazair Dievakuasi Setelah Dirayu 3 Jam
-
Diseret dari Gang ke Jalan! Kronologi Pedagang Cermin Tewas Dikeroyok Saat Demo Ricuh
Terkini
-
Api Meluas di Perkebunan Makaeling, ERT Gosowong Bergerak Bantu Pemadaman
-
Tak Perlu Keluar Kota, Staycation di Kuningan Kini Bisa Dapat Pizza & Gelato
-
Kinerja BRI Tumbuh Solid di Triwulan II 2026, Laba Melesat 17,5% Ditopang Segmen UMKM
-
Pekan Halal Indonesia & EduNation Festival 2026 JICC: Ekosistem Halal dan Edukasi Dalam Satu Gelaran
-
Design dan Object di IDD, Saat Kursi hingga Cangkir Jadi Bagian Penting Sebuah Ruang