SuaraJakarta.id - Pasien COVID-19 bunuh diri di Rumah Sakit Universitas Indonesia menambah daftar panjang pasien positif virus corona tewas bunuh diri di Indonesia. Diduga mereka stress.
SuaraJakarta.id merangkum 3 kisah pasien COVID-19 yang bunuh diri. Kejadian ini tidak boleh ditiru oleh pasien corona. Sebab bunuh diri dilarang agama dan jalan yang salah untuk meninggal.
Bunuh Diri di RS Depok
Seorang pasien Covid-19 berinisial YS (52) tewas bunuh diri di Rumah Sakit Universitas Indonesia, Depok, Jawa Barat. Pria tersebut nekat melompat dari jendela kamar rawat inap yang berada di lantai 13.
Kasat Reskrim Polres Kota Depok Kompol Wadi Saabani mengemukakan bahwa peristiwa tersebut terjadi pada Kamis (3/9/2020) sekira pukul 10.50 WIB tadi pagi.
"Korban melompat melalui jendela kamar inap yang dirusak menggunakan tabung oksigen yang tersedia di dalam ruangan," kata Wadi kepada wartawan.
Menurut Wadi, sebelum peristiwa tersebut terjadi seorang perawat mulanya hendak mengambil darah korban.
Namun, belum sempat mengambil darah korban, perawat tersebut menerima telepon dan keluar ruangan rawat inap.
Selanjutnya, saat perawat tersebut tengah menerima panggilan telepon terdengar suara pecahan kaca dari kamar inap korban.
Baca Juga: Gedebuk, Dikira Benda Jatuh, Ternyata Pasien Covid-19 Loncat dari Lantai 13
"Saksi melihat kedalam dan menemukan kaca jendela dalam keadaan pecah, setelah itu saksi berusaha melihat dari sudut berbeda dan terlihat pasien tergelatak di atap bangunan RS UI," ujarnya.
Berdasar data yang dimiliki pihak rumah sakit diketahui bahwa korban telah dirawat sejak 27 Agustus 2020 lalu.
Dia menjalani perawatan setelah terkonfirmasi positif Covid-19.
"Jenazah ditangani tim protokol Covid-19 RS UI," tutupnya
Di Medan
Pasien positif corona bunuh diri dengan melompat dari Rumah Sakit Royal Prima Medan. Pasien positif corona itu ternyata sudah menjalani perawatan selama 11 hari dan menunggu masa pemulihan.
Tag
Berita Terkait
-
Warga Australia Habisi 2 Anak Kandung dengan Sadis di Bali, Lalu Bunuh Diri
-
Ironi Yogyakarta, Termasuk Provinsi Paling Bahagia Tapi Catat Suicide Tertinggi RI
-
Anak Sekarang Rentan Depresi, Wamenkes Sebut Percobaan Bunuh Diri Siswa Naik 2,7 Kali Lipat
-
Keluarga Ungkap Fakta di Balik Tewasnya Kakek 80 Tahun Terserempet KRL di Cawang-Tebet
-
Penembakan SMP Katholik Filipina, Siswa Bawa Pistol Kaliber 45 ke Ruang Kelas
Terpopuler
- Cara Menghilangkan Iklan yang Tiba-Tiba Muncul di Layar HP Android Tanpa Aplikasi Tambahan
- Ajudan Gubernur Kaltim Masuk Desil 1 DTSEN, Mensos Buka Suara
- Wabup Syaefudin Ditahan karena Kasus Korupsi, Bupati Lucky Hakim Minta Maaf ke Pemilih
- Sepasang Sepatu Nike dari Manhattan dan Cerita di Balik Sosok Jenderal Maruli Simanjuntak
- 4 Moisturizer Skintific untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun, Wajah Cerah dan Awet Muda
Pilihan
-
Prabowo Tak Takut Ancaman MSCI, OJK: Kita Tetap Usaha Jadi Emerging Market
-
Pasar Bergejolak, Kapan Waktunya Beli, Tahan, atau Jual Saham?
-
Aktivis Greenpeace: Kalau Rakyat Menanggung Semua Krisis Sendiri, Apa Kerja Pemerintah?
-
Polisi Bunuh Polisi karena Bully, Bharatu Valdo 4 Kali Didor dan Digorok Junior
-
Kamaruddin Simanjuntak Pengacara Brigadir J Meninggal Dunia di RS Pelni
Terkini
-
Dirjen Bina Adwil: Dana Otsus Aceh Pasca-2027 Harus Berorientasi Hasil dan Kemandirian Fiskal
-
Polda Metro Jaya Bidik Akar Narkoba di Kampung Ambon Lewat Bedah Rumah
-
Kualitas Udara Jakarta Jadi Sorotan Saat Jakarta Marathon 2026, Begini Kata Pramono Anung
-
Ajang WCCE 2026 Kenalkan Produk Kreatif Anak Bangsa Lewat Artisan Alley
-
Advokat Laporkan Dugaan Pelanggaran Etik Hakim MK, Soroti Perkara PHPU Pilpres