SuaraJakarta.id - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan berencana menggelar rapat khusus dengan jajarannya. Pasalnya ia menganggap situasi penanganan Covid-19 di Jakarta semakin mengkhawatirkan.
Memang, belakangan ini angka penambahan pasien harian corona mencapai 800-1.200 orang.
Anies mengatakan, dalam satu pekan terakhir saja, tingkat positif dibandingkan spesimen yang dites atau positivity rate mencapai 13,2 persen.
Padahal standar suatu daerah dapat dikatakan bisa menangani wabah menurut organisasi kesehatan dunia atau WHO adalah 5 persen.
"Perkembangan terakhir kasus Covid di Jakarta karena situasinya mengkhawatirkan dalam satu minggu terakhir angka posivity rate di Jakarta itu 13,2 persen," ujar Anies di Tebet, Jakarta Selatan, Rabu (9/9/2020).
Menyikapi situasi ini, Anies akan mengumpulkan jajarannya untuk membahas kebijakan demi menekan angka penularan corona.
Ia akan mengevaluasi apa saja yang perlu diperbaiki agar situasi menjadi lebih baik.
"Hari ini gugus tugas akan mengadakan rapat khusus mengevaluasi perkembangan terakhir kasus Covid di Jakarta," tuturnya.
Saat ditanya apakah Anies akan mengembalikan Jakarta ke masa Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) awal, ia tak menjawab. Mantan Mendikbud ini menyebut akan segera mengumumkannya setelah rapat sore ini.
Baca Juga: Rekor Sehari Kubur 37 Mayat, Petugas TPU: Kami Lelah, Kapan Corona Berakhir
"Nanti sore atau malam akan kita sampaikan hasilnya pada saat ini kita review semua kita rapatkan baru kita umumkan," pungkasnya.
Sebelumnya, jumlah pasien positif terjangkit Covid-19 di Jakarta terus bertambah. Hingga Selasa (8/9/2020) ribuan orang dinyatakan terjangkit virus yang ditemukan di China ini.
Dalam waktu 24 jam, dilaporkan 1.015 orang kembali dilaporkan positif terjangkit virus corona. Angka tertinggi pasien corona sendiri sudah belakangan ini selalu berada di kisaran 800-1000 orang dalam beberapa waktu terakhir.
Dengan demikian, total akumulasi seluruh pasien positif berjumlah 48.811 orang. Jumlah pasien ini tersebar dari seluruh wilayah ibu kota.
Data ini diketahui dari situs penyedia informasi seputar corona di DKI, corona.jakarta.go.id. Laman ini menginformasikan soal kasus corona di Jakarta mulai dari jumlah positif, menunggu hasil, hingga Kelurahan tempat pasien tinggal.
Berdasarkan laman tersebut, 36.451 orang dinyatakan sudah sembuh. Jumlahnya bertambah 1.020 orang sejak Senin (7/9/2020). Sementara, 1.330 orang lainnya dinyatakan meninggal dunia. Pasien wafat bertambah 12 orang sejak kemarin.
Berita Terkait
-
Rekor Sehari Kubur 37 Mayat, Petugas TPU: Kami Lelah, Kapan Corona Berakhir
-
Pengembangan Vaksin Covid-19 Oxford Disetop Karena Penyakit Misterius
-
Ada Peserta Alami Reaksi Buruk, Studi Vaksin Covid-19 AstraZeneca Ditunda
-
Jenazah COVID-19 Jakarta Melonjak Sejak Agustus, TPU Pondok Ranggon Padat
-
Memutus Rantai Kekerasan Tersembunyi di Balik Pandemi Covid-19
Terpopuler
- Istana Diminta Istirahatkan Qodari atau Demo Mahasiswa Bisa Makin Besar
- Ciri-Ciri Sepatu Berbahan Kulit Babi, Kenali sebelum Membeli
- 4 Sepatu Jalan Kaki Lokal Terbaik Harga Rp300 Ribuan Sesuai Review, Kualitas Jempolan
- Roy Suryo Ditangkap di Bintaro Terkait Kasus Ijazah Palsu Jokowi, Sempat Diancam Borgol
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
Pilihan
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
Terkini
-
FIFGROUP Raih Penghargaan CSR Nasional Berkat Program Berkelanjutan dan Berdampak
-
Mas Dhito Lepas 126 Siswa Boarding School Passing Grade Terbaik untuk Masuk Perguruan Tinggi
-
Spesifikasi dan Harga AirPods 4 Terbaru Evolusi TWS Open-Ear Terbaik Apple
-
Gemakan Menuju Indonesia Bangkrut, Mahasiswa Gelar Aksi di Bundaran HI
-
Pemuda Bayar Motor Rp12 Juta dengan Uang Palsu, Modusnya Terbongkar dalam Hitungan Menit