Rizki Nurmansyah
Rabu, 09 September 2020 | 14:05 WIB
Pasangan Benyamin Davnie - Pilar Saga Ichsan usai mendaftar Pilkada Tangsel 2020 dan memberikan keterangan kepada media, didampingi Wali Kota Tangsel Airin Rachmi Diany (keempat dari kiri) sebagai Ketua Partai Golkar Tangsel, Sabtu (5/9/2020). [Ist]

SuaraJakarta.id - Tim Komunikasi Calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Tangerang Selatan (Tangsel), Benyamin Davnie dan Pilar Saga Ichsan, menyayangkan kritik Rahayu Saraswati Djojohadikusumo yang menyatakan tidak adanya rumah sakit daerah dengan kelas A/B di Tangsel.

Menurut Tim Komunikasi Ben-Pilar, Reza Ahmad, pernyataan Saraswati yang notabene juga calon Wakil Wali Kota Tangsel, merupakan kampanye negatif.

Terlebih, lanjut Reza, pernyataan itu disampaikan Saraswati saat seluruh paslon Pilkada Tangsel 2020 melakukan pemeriksaan kesehatan di RSUD Kabupaten Tangerang di Kota Tangerang.

Reza Ahmad menilai Saraswati yang juga keponakan dari Menteri Pertahanan Prabowo Subianto abai dengan data dan membuat kesimpulan yang salah.

"Itu Ibu padahal sedang bareng-bareng diperiksa dan foto-foto bersama, bukannya konsentrasi ke pemeriksaan kesehatan malah sibuk kampanye negatif, mana datanya salah lagi. Dia harus banyak membaca data," ujar Reza dalam keterangan tertulisnya, Rabu (9/9/2020).

Reza menyampaikan bahwa Tangsel merupakan daerah pemekaran baru. Jadi wajar kalau belum ada RSUD yang tipe A atau tipe B.

Di Banten menurutnya memang tidak ada satupun RSUD yang tipe A.

RSUD Kabupaten Tangerang bahkan yang jadi tempat pemeriksaan kesehatan para bapaslon peserta Pilkada Tangsel merupakan rumah sakit tipe atau kelasnya adalah B.

"Bu Saras itu tahu nggak berapa usia RSUD Kabupaten Tangerang? Itu usianya sudah 56 tahun. Bahkan lokasinya saja berada di Kota Tangerang," ujar Reza.

Baca Juga: TOK! 5 Paslon Pilkada Banten 2020 Langgar Protokol Kesehatan COVID-19

"Di Kota Tangerang sendiri ada RSUD tapi kelasnya masih sama dengan RSUD Tangsel yaitu kelas B. Jadi mengaitkan belum adanya RSUD kelas A di Tangsel dengan kegagalan Pemkot Tangsel mengelola bidang kesehatan adalah logika sesat. Tidak nyambung, maksain dikait-kaitkan," tambahnya.

Tim Komunikasi Ben-Pilar juga membantah pernyataan Saraswati bahwa RSUD Tangsel telah turun kelas jadi tipe D.

Mengutip dari laman resmi Badan PPSDM Kesehatan, Reza menyatakan tipe RSUD Tangsel adalah kelas C sama seperti RSUD Kota Tangerang.

Bahwa pernah direkom oleh Kemenkes menjadi kelas D, itu sudah disanggah.

Menurutnya, RSUD Tangsel justru sedang berbenah, menambah gedung baru, menambah kapasitas tempat tidur dan alat kesehatan mutakhir serta meningkatkan SDM secara serius.

Reza menambahkan, Tangsel yang merupakan kota termuda di Provinsi Banten, selama periode kepemimpinan Airin Rachmi Diany - Benyamin Davnie, berhasil meningkatkan tingkat kepuasan pelayanan kesehatan. Terutama kepuasan masyarakat yang menikmati fasilitas Puskesmas.

Load More