SuaraJakarta.id - Bus penjemputan buruh di Karawang disinyalir menjadi sumber penularan corona di kawasan Karawang, Jawa Barat. Sebab ada 17 pabrik di sana yang menjadi klaster virus corona.
Kepala Bidang Pengendalian dan Pemberantasan Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kabupaten Karawang Yayuk Sri Rahayu mengatakan sebagian besar pasien yang terdata konfirmasi positif berasal dari buruh yang bekerja di pabrik-pabrik yang menjadi klaster.
"Ada 17 pabrik yang jadi klaster penyebaran Covid-19 di Karawang,” kata Yayuk saat dihubungi, Rabu (9/9/2020).
Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Karawang terus melakukan tracing dari pasien-pasien yang dinyatakan konfirmasi positif Covid-19.
Diharapkan penyebarannya bisa ditekan dan tidak meluas.
Jumlah pasien konfirmasi positif saat ini di Karawang terdata sebanyak 143 orang.
Sebanyak 93 orang di antaranya merupakan pekerja yang diperkirakan masih terus bertambah dan berkembang.
Sementara para buruh yang terkonfirmasi positif yang membutuhkan perawatan lanjut dirawat di rumah sakit.
“Pasien yang dirawat di rumah sakit kami lakukan tracing swab ke keluarganya dan yang kontak erat,” ujarnya.
Baca Juga: Selain Edhy Prabowo, Ini Deretan Tokoh Nasional yang Pernah Sakit Corona
Ia pun meminta perusahaan untuk mematuhi protokol kesehatan yang sudah dianjurkan pemerintah untuk menekan penyebaran Covid-19. Masyarakat khususnya pekerja ini juga diminta disiplin menjaga jarak, mengenakan masker dan rajin mencuci tangan agar tidak terpapar terutama di tempat kerjanya yang memiliki risiko tinggi.
“Harus komitmen semua mulai dari manajemen, karyawan harus menerapkan protokol kesehatan di tempat kerja, perusahaan dan juga di luar tempat kerja, secara ketat. Kalau ada riwayat perjalanan, atau kontak maka harus karantina dulu 14 hari,” tuturnya.
Untuk sementara ini, pekerja yang kontak erat dengan para pasien yang positif Covid-19 diminta isolasi mandiri selama 14 hari.
Termasuk tempat kerja yang terpapar harus disterilkan dengan disinfektan selama 3 hari.
Sementara itu Sekda Kabupaten Karawang Acep Jamhuri mengatakan, saat ini Karawang masuk dalam zona oranye.
Jumlah warga yang terkonfirmasi positif di Karawang masih bertambah, terutama dari lingkungan industri.
Perusahaan yang melaporkan buruhnya positif corona terus bertambah.
Berita Terkait
-
Tak Jauh dari Jakarta, Karawang Jadi Pilihan untuk Rehat dari Kesibukan Ibu Kota
-
Dampak Kekeringan di Karawang Kian Parah, 47 Ribu Warga di 33 Desa Krisis Air
-
Punya Paspor Indonesia dan Berdarah Karawang, Diego Ananda Pitt Dipanggil Timnas Inggris
-
Dua Orang Tewas Tertemper KA Parahyangan di Karawang, Perlintasan Liar Ditutup
-
Mantan Pekerja Asbes Laporkan Dugaan Penyakit Akibat Kerja ke Pengawas Ketenagakerjaan Karawang
Terpopuler
- Sejumlah Jenderal Polri Dikabarkan Diamankan, Satu 'Bintang Empat' Sudah Dilepas
- Cara Aktifkan Fitur End-to-End Encryption WhatsApp, Pastikan Obrolan Rahasiamu Bebas Sadap
- Jokowi: Saya Disadap, Tapi Saya Diam Saja
- Sejumlah Jenderal Diperiksa Propam, Ini Respons Mabes
- Jenderal Listyo Sigit Prabowo Ditetapkan Tersangka Penyadapan Presiden Prabowo
Pilihan
-
Seskab Teddy Dikabarkan Diperiksa POM TNI, Soal Penyadapan Prabowo?
-
Jokowi Tak Banyak Komentar Soal Penyadapan Prabowo: Kita Hormati Proses Hukum
-
Dicecar soal Listyo Sigit Prabowo, Jokowi: Semua Orang juga Sudah Tahu
-
Jokowi Ngaku Lupa Nama 3 Temannya yang Wisuda Bareng di UGM
-
Hakim Potong Omongan Jokowi yang Melebar: Jawab Saja Pertanyaannya!
Terkini
-
Diakui SWA Media, Sambu Group Masuk Jajaran Indonesian Living Legend Companies 2026
-
Investor Pasar Modal RI Tembus 32,7 Juta, BEI Hadirkan Edukasi Saham hingga ETF Emas
-
Tak Sekadar Membaca, Kreativitas Anak di Pesisir Jakarta Didorong Lewat Pojok Literasi
-
Perkuat Tata Kelola, Akses Layanan UMKM di Jakarta Kian Diperluas
-
Truk Molen Tabrak 12 Orang di Halte Bekasi, Enam Tewas dan Kelayakan Kendaraan Disorot