SuaraJakarta.id - Hampir tujuh bulan sudah anak-anak belajar dari rumah agar terlindungi dari infeksi Covid-19. Meski begitu, sebuah peneltian mengungkapkan bahwa anak-anak lebih mungkin terlindungi dari infeksi Covid-19 dibanding orang dewasa.
Penelitian yang dilakukan Yale University dan Albert Einstein College of Medicine menemukan bahwa orang dewasa berisiko sembilan kali lebih tinggi untuk meninggal dunia akibat Covid-19 dibandingkan anak-anak, mengutip Dailymail, Rabu (23/9/2020).
Temuan ini didapat setelah peneliti menganalisis plasma darah pasien anak dan dewasa untuk melihat bagaimana sistem imun merespon virus corona jenis baru itu saat menginfeksi, dan ditemukan responnya berbeda.
Dalam sampel plasma darah pasien anak, lebih banyak mengasilkan kekebalan tubuh dari sitokin atau disebut sistem kekebalan 'bawaan', yakni kekebalan tubuh yang sudah ada sejak awal.
Sedangkan pada pasien dewasa, mereka menghasilkan sistem kekebalan adaptif atau sistem imun baru yang bisa menyesuaikan diri dengan virus corona penyebab sakit Covid-19.
Meski jumlah antibodi lebih tinggi, tapi pasien dewasa berjuang lebih keras saat melawan Covid-19.
Penemuan ini memberikan petunjuk, alasan anak-anak bisa bertahan lebih baik terhadap corona, dibandingkan saat anak-anak menghadapi flu dan penyakit pernapasan lainnya. Sehingga kesimpulannya, Covid-19 cenderung lebih ringan untuk anak-anak dibanding orang dewasa.
Penemuan ini juga menjelaskan kekebalan sistem imun bawaan sangat mungkin menyimpan senjata tambahan dalam perang melawan corona, dibanding antibodi adaptif tubuh atau sistem kekebalan yang direkayasa melalui vaksin dan obat yang sedang dikembangkan.
Baca Juga: Media Asing Soroti 'Hilangnya' Terawan saat Krisis Covid-19 di Indonesia
Berita Terkait
Terpopuler
- Pemerintah Tutup Ruang Pembentukan Provinsi Luwu Raya, Kemendagri: Ikuti Moratorium!
- Warga Sambeng Borobudur Pasang 200 Spanduk, Menolak Penambangan Tanah Urug
- Cerita Eks Real Madrid Masuk Islam di Ramadan 2026, Langsung Bersimpuh ke Baitullah
- Sosok Arya Iwantoro Suami Dwi Sasetyaningtyas, Alumni LPDP Diduga Langgar Aturan Pengabdian
- Menkop Ferry Minta Alfamart dan Indomaret Stop Ekspansi Karena Mengancam Koperasi Merah Putih
Pilihan
-
SBY Sentil Doktrin Perang RI: Kalau Serangan Udara Hancurkan Jakarta, Bagaimana Hayo?
-
Kasus Pembakaran Tenda Polda DIY: Perdana Arie Divonis 5 Bulan, Hakim Perintahkan Bebas
-
Bikin APBD Loyo! Anak Buah Purbaya Minta Pemerintah Daerah Stop Kenaikan TPP ASN
-
22 Tanya Jawab Penjelasan Pemerintah soal Deal Dagang RI-AS: Tarif, Baju Bekas, hingga Miras
-
Zinedine Zidane Comeback! Sepakat Latih Timnas Prancis Usai Piala Dunia 2026
Terkini
-
Jadwal Imsak Jakarta Hari Ini 24 Februari 2026: Catat Waktu Sahur, Subuh & Buka Puasa
-
3 Fakta Tiga Pegawai SPBU Dianiaya Oknum Aparat Karena Tolak Isi Pertalite
-
Jadwal Buka Puasa Jakarta Hari Ini 23 Februari 2026, Catat Waktu Magrib & Isya
-
Waktu Imsak Jakarta 23 Februari 2026 Hari Ini, Lengkap Niat Puasa Ramadan
-
7 Fakta Kasat Narkoba Ditangkap, Diduga Terima Setoran Rp13 Juta dari Bandar Narkoba