SuaraJakarta.id - Polisi telah mengungkap misteri pembunuhan terhadap Fitri Yanti, wanita driver ojek online yang ditemukan tewas di semak-semak di Jalan Mahoni, Desa Bandar Klippa, Kecamatan Percut Sei Tuan, Kabupaten Deli Serdang, Minggu (30/8/2020).
Ternyata, pelaku yang menggorok leher korban adalah FP (50) yang tak lain adalah suami siri korban.
Dikutip dari Kabarmedan.com--media jaringan Suara.com, Jumat (25/9/2020), pelaku ternyata kerap mengancam ingin membunuh Fitri.
Hal itu diungkapkan Rani dan Farhan Aulia, kakak beradik yang merupakan anak korban. Polisi menghadirkan keluarga korban saat merilis kasus tersebut, kemarin.
Rani mengaku pernah melihat ibunya babak belur karena dianiaya ayah tiri. Kepada putrinya, Fitri ketika itu mengaku takut suami sirinya membunuh anaknya.
Rani pun tak kuasa menitikan air mata ketika mendengar cerita dari Ibu kandungnya.
“Akhir 2018, mama dilebam-lebam KDRT, kok bisa kek gini ma. Gak apa-apa katanya. Terus, dibilangnya, mama takut kak, kakak nanti dibunuhnya,” katanya menirukan perkataan almarhumah.
Dia bertemu dengan ibunya pada hari Jumat (28/8/2020). Saat itu dia sempat membicarakan tentang niat almarhumah berjualan di Pasar Halat.
“Itu hari ketiga mama jualan di Pajak Halat. Saya sempat bilang, yakin mama jualan di situ, nanti diapain lagi sama keluarga dia (pelaku),” katanya.
Baca Juga: Ajakan Makan Malam Berakhir Tragis, Suami Gorok Leher Istri Siri
Dikatakannya, sebagai anak dia harus menanyakan keyakinan ibunya untuk kembali berjualan di Pajak Halat. Pasalnya, pada tahun 2016, keluarga pelaku pernah mendatangi dan menganiaya ibunya. Rani tidak menjelaskan alasan penganiayaan tersebut.
“Mama bertekad keras, jualan lagi, kerja keras untuk cucunya,” katanya.
Sementara itu, Farhan Aulia (21), yang juga merupakan anak korban, mengatakan, ibunya menikah dengan pelaku pada tahun 2015.
Setelah menikah, mereka sempat tinggal serumah sekitar 5 bulan di suatu tempat. Ibunya kemudian kembali tinggal bersamanya di Jalan Bromo. Sejak itu tak pernah berhubungan lagi. Apalagi sempat terjadi penganiayaan oleh keluarga pelaku di Pajak Halat.
Dijelaskannya, ibunya sempat bekerja sebagai drivel ojol, namun lebih banyak untuk mengantar makanan. Biasanya, jika akan bepergian, korban selalu berpamitan kepadanya.
“Itu selalu bilang ke mana. Dan biasanya memang hanya ketemu dengan kawan-kawannya di Bromo, dan lainnya,” katanya.
Hari terakhir pada Sabtu yang nahas itu, korban tidak mengatakan pergi ke mana. Hanya saja korban sempat menelponnya dan mengatakan dirinya bersama temannya.
Berita Terkait
-
Bukan Orang Jauh, Dalang Pembunuhan Sadis Bocah SD di Sragen Diduga Ayah Tiri
-
Harga Nyawa Rp139 Juta, Mantan Istri Otaki Pembunuhan Berencana Pengusaha Korea di Tambun Bekasi
-
Misteri Belasan Luka Tusuk Balita di Bekasi Terungkap, Paman Sendiri Jadi Tersangka
-
Satu Keluarga Asal Ambarawa Ditemukan Tewas di Tempat Wisata Temanggung, Ini Kronologinya
-
Selebgram Woodyrman Jadi Tersangka usai Aniaya WNA hingga Tewas di Blok M
Terpopuler
- Aliansi BEM Bersatu: Mobil Fortuner Tiyo Ardianto Tercatat Milik Adik Letjen Purn Setyo Sularso
- Cara Mencari Sinyal TVRI di TV Digital dan TV Analog agar Bisa Nonton Siaran Piala Dunia 2026
- 4 SMA di Banten Terpilih Jadi Sekolah Unggul Garuda 2026, Ini Daftarnya
- Milk Cleanser Viva untuk Umur Berapa? Ini Penjelasan dan 5 Pilihan Variannya
- 4 Cushion Terbaik untuk Usia 40 Tahun ke Atas, Anti Crack Samarkan Garis Halus Seharian
Pilihan
-
Prediksi Argentina vs Aljazair: Head to Head, Susunan Pemain dan Fakta Menarik
-
Aksi di DPR Memanas! Peserta Demo Cipayung Menggugat Ngaku Dianiaya Polisi usai Ditangkap
-
Wasit Liga Indonesia 'Berulah', FIFA Investigasi Kemenangan Timnas Jerman vs Curacao
-
Mahasiswa Gelar Demo di DPR, Tagih Janji 19 Juta Lapangan Kerja dan Desak Hentikan MBG
-
Mau Aksi di Patung Kuda, Mahasiswa UBK Sempat Dihadang di Tugu Tani
Terkini
-
Mas Dhito Lepas 126 Siswa Boarding School Passing Grade Terbaik untuk Masuk Perguruan Tinggi
-
Spesifikasi dan Harga AirPods 4 Terbaru Evolusi TWS Open-Ear Terbaik Apple
-
Gemakan Menuju Indonesia Bangkrut, Mahasiswa Gelar Aksi di Bundaran HI
-
Pemuda Bayar Motor Rp12 Juta dengan Uang Palsu, Modusnya Terbongkar dalam Hitungan Menit
-
Benarkah Galon Guna Ulang Memicu Pubertas Dini? Ini Fakta Ilmiahnya