Scroll untuk membaca artikel
Pebriansyah Ariefana
Senin, 28 September 2020 | 15:07 WIB
Petugas melakukan Rapid Test pada wartawan pengguna sepeda motor di area parkir Kementerian Komunikasi & Informatika, Jakarta Pusat, Rabu (8/4). [Suara.com/Alfian Winanto]

SuaraJakarta.id - Jurnalis Radio Suara Surabaya, Abdi (bukan nama sebenarnya) kaget bisa positif corona. Padahal perusahaan media Suara Surabaya telah memiliki dan menerapkan protokol kesehatan dengan ketat untuk mencegah penularan virus corona.

Protokol tersebut di antaranya menggunakan masker, menjaga jarak, rajin mencuci tangan dan bekerja dari rumah bagi sebagian pekerja.

Ia mengetahui informasi positif corona setelah melakukan pemeriksaan cepat (rapid test) dan tes usap pada awal September.

Tes ini dilakukan lantaran terdapat belasan orang di kantor yang memiliki gejala yang sama, yakni demam dan batuk selama enam hari.

Baca Juga: Wapres Ma'ruf Sebut Keterbukaan Informasi Penting di Tengah Pandemi Covid

Hasilnya menunjukkan 18 orang media Suara Surabaya dinyatakan positif terjangkit virus corona, 12 di antaranya berasal dari divisi yang sama dengan Abdi bekerja.

"Tes swab pada waktu itu, akhirnya tanggal 2 September keluar hasilnya dan ternyata yang positif ada 12 orang di divisi saya," jelas Abdi saat dihubungi VOA, Sabtu (26/9/2020) lalu.

Sebagian besar pekerja bekerja dari kantor selama pandemi virus corona.

Namun, menurutnya ia hanya turun ke lapangan jika ada liputan yang penting atau tidak bisa dilakukan dengan daring.

"Kita sudah buat protokolnya sedemikian rupa, wajib pakai hand sanitizer, masker, jaga jarak sudah ada, tapi tetap saja kebobolan," tambah Abdi.

Baca Juga: Angka Kematian Terus Bertambah, TPU Rorotan Bakal Jadi Pemakaman Covid-19

Redaksi Radio Suara Surabaya merupakan satu di antara perusahaan media yang terbuka pada publik terkait status pekerjanya yang positif Covid-19.

Load More