Scroll untuk membaca artikel
Rizki Nurmansyah
Selasa, 20 Oktober 2020 | 14:03 WIB
Sejumlah mahasiswa mulai memenuhi kawasan Istana Bogor, Selasa (20/10/2020). [Suara.com/Andi Ahmad Sulaendi]

Hal tersebut membuat anggota Polri-TNI sigap dan langsung memadamkan api pada pukul 13.40 WIB dengan menggunakan Alat Pemadam Api Ringan (APAR).

Kondisi itupun sempat memanas, karena mahasiswa kecewa terhadap anggota gabungan yang seketika langsung memadamkan api dari ban dan merusak kawat berduri.

Bahkan Kapolda Jawa Barat, Kapolda Jabar Irjen Pol Rudy Sufahriadi turut meninjau aksi tersebut.

Mahasiswa pun meneriaki anggota gabungan yang sengaja mematikan kobaran api tersebut.

Baca Juga: Api Mulai Berkobar di Dekat Istana Merdeka, Mahasiswa Demo Bakar Ban

"Kenapa bapak-bapak memadamkan api? Selama ini polisi menjadi provokator dalam aksi kami, kami melakukan aksi tidak membawa peralatan apapun, hanya tangan kosong," teriak mahasiswa.

Demo UU Cipta Kerja di depan Istana Bogor (Suara.com)

"Pakde Jokowi, kemarin pas pemilihan pakde mengemis-ngemis meminta suara kami, sekarang untuk menemui kami pakde enggan," teriak seorang mahasiswa yang sedang melakukan orasinya.

Sebelumnya, jelang kedatangan Perdana Menteri (PM) yang baru yakni Yoshihide Suga ke Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat Selasa (20/10/2020), arus lalu lintas di jalur Sistem Satu Arah (SSA) ditutup.

Kasat Lantas Polresta Bogor Kota, Kompol Andriyanto mengatakan, untuk titik lalu lintas yang dialihkan diantaranya, arah Empang menuju Mall BTM, Baranangsiang menuju Tol dan Tugu Kujang, Mall BTM arah Balai Kota Bogor, dan Air Mancur ke Sempur.

"Titik yang dialihkan, Empang arah BTM, Baranangsiang dari Tol menuju Tugu Kujang, BTM arah Balai Kota dan Air Mancur arah Sempur," katanya kepada wartawan.

Baca Juga: Massa BEM SI saat Geruduk Istana, Polisi: Selamat Datang Kawan-kawan

Kontributor : Andi Ahmad Sulaendi

Load More