SuaraJakarta.id - Netizen mengkritik keras pengangkatan Kristia Budiyarto atau Kang Dede jadi komisaris BUMN PT Pelni. Bahkan era Jokowi saat ini dibandingkan dengan era Soeharto.
Netizen pun menilai zaman Soeharto yang nepotisme sekalipun lebih baik daripada era Jokowi.
Pengangkatan buzzer Jokowi sebagai komisaris BUMN itu menjadi keprihatinan dari akun @PartaiSocmed.
Akun ini membandingkan penunjukkan buzzer Jokowi di tubuh BUMN ini dengan praktik nepotisme di zaman Orde Baru.
Malah menurut akun ini, penempatan orang di jajaran komisaris BUMN pada zaman Pak Harto lebih beradab, menimbang kompetensi bukan asal tim sukses.
“Inna lillaahi.. RIP Meritokrasi. Zaman Soeharto dulu nepotisme memang merajalela tapi masih mempertimbangkan kapasitas dan kapabilitas yang diangkat. Zaman Jokowi ini nepotismenya benar-benar BRUTAL dan tanpa malu-malu,” tulis @PartaiSocmed.
Menteri BUMN, Erick Thohir mengangkat eks Tim Kampanye Jokowi-Maruf Amin sebagai komisaris PT Pelni. Kang Dede atau Kristia Budiarto dikenal di jagat maya sebagai influencer Jokowi.
Dia didapuk menjadi komisaris independen PT Pelni per 2 November 2020.
Keputusan Menteri BUMN mengangkat buzzer Jokowi menjadi komisaris BUMN mengagetkan beberapa pihak lho. Belum lama ini, Menteri BUMN juga mengangkat tim sukses dan juga buzzer Jokowi, Ulin Yusron sebagai komisaris BUMN pariwisata, PT Pengembangan Pariwisata Indonesia atau Indonesia Tourism Development Coporation (ITDC).
Baca Juga: Presiden Jokowi Sahkan Undang-Undang Cipta Kerja Versi 1.187 Halaman
Penunjukan Kang Dede berdasarkan surat Kementerian BUMN Nomor: SK-354/MBU/11/2020.
Dalam salinan surat Keputusan Menteri BUMN itu, disebutkan bahwa posisi Marwanto Harjowiryono selaku Komisaris digantikan oleh Iwan Taufiq Purwanto.
Sementara Widodo Hario Mumpuni selaku Komisaris Independen digantikan oleh Kristia Budiyarto.
Kepala Kesekretariatan Perusahaan PT Pelni Yahya Kuncoro menyampaikan, telah dilaksanakan pergantian komisaris sebagai langkah Kementerian BUMN selaku pemilik modal untuk memperkuat perusahaan terutama pada masa adaptasi kebiasaan baru.
“Manajemen berharap dengan kehadiran dua komisaris baru di PELNI dapat mendukung dan menyukseskan visi misi Perusahaan serta dapat mengembangkan potensi bisnis Perusahaan,” ujar Yahya.
Dengan demikian, berikut ini adalah susunan anggota dewan komisaris PT PELNI yang baru terhitung pada tanggal 2 November 2020:
Berita Terkait
-
Prabowo: Saya Ikuti Garis Politik Jokowi
-
PDIP Tepis Jokowi Soal Operasi Politik Isu Pemakzulan Gibran: Tak Usah Sandiwara Terlalu Panjang!
-
PSI Tuding MK Lakukan 'Atraksi Politik' Soal Ijazah Gibran: Sengaja Bikin Gaduh!
-
Roy Suryo Tak Kaget Eksepsi Ditolak, Tapi Tetap Minta Jokowi Hadir di Sidang Lanjutan
-
Puji Jokowi Setinggi Langit, Eks Ketua NasDem Papua Barat Daya Petrus Kasihiw Resmi Loncat ke PSI
Terpopuler
- Mudah, Ini Cara Menghentikan Spam Call di HP Android dan iPhone
- Pengamat Nilai Manuver KSP Listyo Bongkar Hambatan Birokrasi Jadi Investasi Jangka Panjang
- Pengacara Kamaruddin Simanjuntak Sakit Apa? Meninggal Dunia di Usia 52 Tahun
- 5 Rekomendasi Sepatu untuk Jalan Kaki 20 Ribu Langkah, Empuk dan Tidak Cepat Pegal
- Cara Menggunakan Minyak Zaitun Mustika Ratu untuk Wajah dan Rambut
Pilihan
-
Prabowo Tak Takut Ancaman MSCI, OJK: Kita Tetap Usaha Jadi Emerging Market
-
Pasar Bergejolak, Kapan Waktunya Beli, Tahan, atau Jual Saham?
-
Aktivis Greenpeace: Kalau Rakyat Menanggung Semua Krisis Sendiri, Apa Kerja Pemerintah?
-
Polisi Bunuh Polisi karena Bully, Bharatu Valdo 4 Kali Didor dan Digorok Junior
-
Kamaruddin Simanjuntak Pengacara Brigadir J Meninggal Dunia di RS Pelni
Terkini
-
BRI Bersama Pemerintah Dorong Investasi Global untuk Perkuat Ekonomi Nasional
-
BRI Perluas Akses Rumah Subsidi dan Layanan Keuangan Bagi Masyarakat Indonesia
-
Hekrafnas 2026 Serentak Diselenggarakan di Jakarta, 7 Provinsi dan 17 Negara
-
Berencana Punya Rumah Idaman, Cek Penawaran Menarik Dari BRI KPR di Summarecon Expo 2026
-
Operasi Gabungan di Kelab Malam Jakarta dan PIK, 9 Orang Positif Etomidate dan Sabu