Rizki Nurmansyah | Novian Ardiansyah
Rabu, 11 November 2020 | 06:15 WIB
Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri memberikan keterangan pers usai pengukuhan dirinya sebagai Ketua Umum PDIP periode 2019-2024 dalam Kongres V PDI Perjuangan di Sanur, Denpasar, Bali, Kamis (8/8). [ANTARA FOTO/Fikri Yusuf]

SuaraJakarta.id - Presiden RI ke-5 Megawati Soekarnoputri menjadi salah satu pembicara dalam dialog kebangsaan yang digelar Universitas Negeri Jakarta (UNJ), Selasa (10/11/2020).

Dalam acara itu Megawati mencurahkan isi hati sering mendapat perundungan atau bullying dari banyak orang.

Hal itu, kata Megawati, karena banyak orang tidak suka kepada dirinya.

Namun Ketua Umum PDI Perjuangan (PDIP) ini tak mempersoalkan bully tersebut.

Di tengah banyaknya sikap publik yang tidak senang, Megawati mengatakan dirinya memiliki tujuan agar negara ini maju.

"Saya sering di-bully. Banyak orang tidak suka saya. Gak apa-apa. Karena saya punya tujuan, semua bagi bangsa dan negara bahwa negara ini harus maju," kata Megawati.

Ketua Umum DPP PDIP Megawati Soekarnoputri dalam acara pembukaan Rakorbidnas Kebudayaan secara daring, Sabtu (31/10/2020). [Suara.com/Bagaskara Isdiansyah]

Berbicara soal negara maju, Megawati mengatakan, dengan kekayaan sumber daya yang dimiliki, Indonesia bisa menjadi negara maju.

"Lebih maju daripada negara-negara lain. Apakah bisa atau tidak bisa? Saya bilang sangat bisa. Dari sisi kekayaan, sisi geografis, keberagaman apalagi," ujar Megawati.

Tak Manjakan Milenial

Baca Juga: Megawati Sebut Jakarta Kini Amburadul, Riza: Kami Anggap Obat Perbaiki Kota

Pada kesempatan itu, Megawati Soekarnoputri juga telah menjelaskan ihwal permintaan dirinya kepada Presiden Joko Widodo atau Jokowi untuk tidak memanjakan generasi milenial yang memicu kontroversi.

Presiden Joko Widodo dan Megawati Soekarnoputri bertemu di Istana Merdeka, Jakarta, Sabtu (24/10). (Antara)

Menurut Megawati, yang hadir jadi pembicara sebagai Ketua Dewan Pembina Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP), jika dilihat dengan pikiran jernih permintaan tersebut bersifat memacu.

"Menurut saya, kalau kita berpikiran jernih, itu adalah hal yang sangat memacu. Menanyakan kepada para generasi muda bangsa saat ini, apa sebenarnya yang telah saya lakukan bukan buat diri sendiri tetapi bagi negeri," tutur Megawati.

Load More