Pebriansyah Ariefana | Novian Ardiansyah
Rabu, 11 November 2020 | 17:08 WIB
Ketua Umum PB Forki Jenderal TNI (Purn) Gatot Nurmantyo menyampaikan sambutan saat membuka Seleksi Akhir Timnas Inti Karate Asian Games 2018 di Sport Hall Hotel Arra Lembah Pinus, Ciloto, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, Senin (11/6). [Antara/Arif Firmansyah]

SuaraJakarta.id - Jika pentolan KAMI Gatot Nurmantyo datang ke Istana Kepresidenan dan menerima bintang tanda jasa dari Presiden Jokowi, citra dan reputasinya hancur. Citra Gatot akan turun. 

Sehingga ketidakhadiran Gatot di Istana sudah tepat. Hal itu dikatakan analis Politik Voxpol Center, Pangi Syarwi Chaniago. Bahkan eks Panglima TNI itu justru bisa bunuh diri apabila tetap memaksakan hadir.

"Kalau Gatot hadir bisa bunuh diri bagi beliau. Bisa men-downgrade citra dan menghancurkan sendiri cita-cita perjuangannya," kata Pangi dihubungi Suara.com, Rabu (11/11/2020).

Cita-cita Gatot yang dimaksud Pangi ialah perjuangan Gator yang memilih untuk menjaga, mengingatkan dan mengkoreksi jalannya kiblat bangsa di saat partai oposisi sudah tak bisa diharapkan. Sehingga ketidakhadirannya di Istana dinilai dapat menjaga sikap dan tujuan Gatot mengenai hal tersebut.

"Jadi ini saya pikir adalah sikap dan keputusan yang tepat, beliau tentu saja sudah mempertimbangkan dan mengkalkulasi mudarat dan keuntungannya kalau hadir di Istana menerima penghargaan tersebut," kata Pangi.

Gatot punya keinginan jadi presiden. (YouTube/Karni Ilyas Club)

Dapat Penghargaan Walau Absen

Meski tak hadir dalam acara Upacara Penganugerahan Tanda Jasa dan Tanda Kehormatan RI Tahun 2020 di Istana, Gatot sempat mengirimkan surat kepada Presiden Jokowi dengan maksud menyatakan kalau dirinya menerima pemberian gelar Bintang Mahaputera.

Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud Md mengatakan Gatot tidak hadir dikarenakan masih di tengah pandemi virus Corona (Covid-19). Tapi hal tersebut tidak menghalanginya untuk memperoleh gelar.

"Tapi dalam suratnya, Pak Gatot menyatakan menerima pemberian bintang jasa ini tetapi beliau tidak bisa hadir karena beberapa alasan, pertama ini suasana Covid-19," kata Mahfud di Istana Kepresidenan Jakarta, Rabu.

Baca Juga: Penghargaan Bintang Mahaputra Gatot Nurmantyo Akan Dikirim Lewat Kurir

Kalau petinggi Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) tersebut menyatakan tetap menerima pemberian gelar, maka negara pun akan tetap memberikannya. Karena secara fisik Gatot tidak hadir, maka penghargaan akan dikirim.

Mahfud MD saat memberikan keterangan di Channel Youtube Sekretariat Presiden (Youtube)

"Nanti dikirim melalui sekretaris militer beliau kan mengatakan di sini (surat), menerima ini sehingga hanya mengatakan tidak bisa hadir penyematannya."

Gatot masuk ke dalam daftar tokoh yang diberikan penghargaan berupa gelar Bintang Mahaputera oleh Presiden Joko Widodo atau Jokowi. Meski sudah diyakini pihak Istana bakal hadir, namun ternyata batang hidungnya tidak nampak.

Kepala Sekretariat Presiden Heru Budi Hartono mengungkapkan setidaknya terdapat 71 tokoh yang menerima penghargaan. Namun ada sebagian yang tidak hadir dengan beragam alasan.

"Semua hadir ada beberapa yang tidak hadir dalam kondisi ada yang kurang sehat," kata Heru di Istana Negara, Rabu.

Gatot juga ikut absen dalam acara tersebut. Heru menuturkan kalau Gatot sudah memberikan surat kepada Jokowi dan akan disampaikan kepada publik oleh Mahfud.

Load More