SuaraJakarta.id - Buruknya kualitas sperma menjadi salah satu faktor dalam sulitnya memiliki anak. Padahal, bagi pasangan, terutama yang baru menikah, memiliki anak tentu menjadi impian.
Oleh sebab itu penting untuk mengetahui dan mencari solusi akan buruknya kualitas sperma itu. Kualitas sperma bergantung pada banyak faktor, tidak hanya genetik, tetapi lingkungan, gaya hidup dan, khususnya, makanan, yang baru mulai dipahami oleh para ilmuwan.
Sekarang, peneliti nutrisi telah menunjukkan pada manusia untuk pertama kalinya efek makanan tertentu terhadap kualitas sperma. Dalam hal ini, kacang pohon, yaitu almond, hazelnut, dan walnut.
Mereka menemukan bahwa orang sehat yang menjalankan "pola makan gaya Barat", yang biasanya tinggi daging merah, makanan olahan, dan gula, yang makan kacang-kacangan tersebut menikmati manfaat langsung bagi profil genetik benih mereka.
Penelitian baru ini didasarkan pada temuan sebelumnya yang menunjukkan peningkatan sperma secara keseluruhan, termasuk motilitas dan jumlah, untuk pemakan kacang biasa.
Namun, para peneliti dari Universitas Utah dan Universitas Rovira i Virgili, di Tarragona, Spanyol, mengambil studi tahun 2018 itu selangkah lebih jauh, untuk memeriksa proses molekuler di balik bagaimana konsumsi kacang mengubah kualitas sperma dalam jangka waktu yang relatif pendek - sebuah proses yang disebut metilasi.
Uji klinis acak mereka melibatkan sekelompok 72 peserta yang sehat, tidak merokok, dan berjiwa muda. Sementara 48 di antaranya diminta untuk memasukkan 60 gram (lebih dari 2 ons) kacang pohon per hari ke dalam makanan mereka selama 14 minggu, sementara 24 sisanya melanjutkan gaya hidup khas mereka dan pola makan Barat.
Pada akhir periode, mereka yang menjalani diet kaya kacang menunjukkan 36 daerah genom DNA sperma mereka yang "dimetilasi secara berbeda secara signifikan" dibandingkan dengan kelompok kontrol. Dari wilayah tersebut, 97,2 persen dianggap "hipermetilasi".
Singkatnya, segenggam kacang sehari bisa membantu menjauhkan masalah kesuburan.
Baca Juga: Bolak-balik Ejakulasi, Bisakah Sperma Habis?
Para peneliti mengatakan pekerjaan mereka, yang sekarang diterbitkan dalam jurnal Andrology, adalah bukti kuat pertama bahwa mengunyah kacang memiliki manfaat langsung bagi banyak pria, terutama di Amerika.
“Pekerjaan ini menunjukkan bahwa ada beberapa daerah sensitif dari epigenom sperma yang merespons diet, dan yang dapat mengakibatkan perubahan pada sperma dan kemampuannya untuk membuahi,” kata penulis utama Albert Salas-Huetos dalam siaran pers universitas.
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 HP Samsung Rp2 Jutaan Terbaik: Kamera Tajam, NFC hingga Koneksi 5G
- 7 Lukisan Pembawa Hoki Menurut Feng Shui untuk Dipajang di Ruang Tamu
- 3 HP Infinix Memori 256 GB dan NFC Harga Rp1 Jutaan, Solusi Multitasking hingga Gaming
- 12 Sepeda Gunung United Detroit Lengkap dengan Harga dan Spesifikasinya
- Sepeda Gunung Apa yang Bagus dan Murah? Ini 7 Rekomendasi Terbaik untuk Pemula
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
Terkini
-
Dukung Green Movement, PMII dan Nusa Jaya Perluas Ruang Hijau di Tengah Kota Jakarta
-
Hadapi Polusi yang Makin Kompleks, Aturan Kualitas Udara Jakarta Bakal Direvisi
-
BRI Consumer Expo 2026 Goes to PIK2: Banyak Promo Menarik untuk Pembelian Rumah dan Mobil Baru
-
Mas Dhito Kembali Salurkan 216 Bantuan Pertanian Bagi Petani Guna Dukung Peningkatan Produksi
-
Teknologi AI Wearable Makin Berkembang, Rokid Hadir di DTI-CX 2026