Hal tersebut merupakan bagian dari penegakan protokol kesehatan (prokes) di saat masa pandemi Covid-19.
"Kalau sebelum masuk cuci tangan dan makai masker saat masuk ke dalam. Buat saya enggak masalah karena yang penting gratis," tuturnya.
"Saya ngojek kalau siang hari kadang baru dapat uang Rp 10 ribu. Kalau harus makan di warung makan berbayar tidak mungkin cukup, jadi membantu adanya rumah makan ini," imbuhnya.
Bukan hanya Ubay, Rosinawati seorang warga Kecamatan Cikupa juga menjadi salah satu yang sering makan di rumah makan gratis uwais.
"Saya lebih dari 15 kali makan di sini. Tahu dari orang-orang saja kalau di sini ada makan gratis. Makanannya enak itu yang buat saya jadi ketagihan di sini," sebutnya.
Ibu dua anak itu mengaku tidak mempersoalkan kalau harus mengantre dengan yang lainnya jika hendak makan. Terpenting adalah kepuasan.
"Mengantre enggak masalah saya mah. Wajar saja karena gratis. Karena yang penting itu enak makanannya, jadi puaslah. Daripada bayar terus makanannya tidak enak," papar Ibu yang mengajak dua anaknya itu makan.
"Sudah yah mas, saya sama anak mau makan siang dulu. Habis dari pasar cari barang, sudah waktunya jam makan siang, mampir kesini," imbuhnya.
Usut punya usut, rumah makan gratis uwais adalah milik dari keluarga Tito Abdullah. Mendirikan rumah makan dengan cuma-cuma adalah niatnya untuk beribadah.
Baca Juga: Makan Seru bersama Ikan Koi, Uniknya Rumah Makan di Pekanbaru Ini
Yuk bagi kalian yang penasaran dengan rumah makan tersebut, keluarga Tito mempersilahkan bagi siapapun orang berkunjung.
Kontributor : Ridsha Vimanda Nasution
Berita Terkait
Terpopuler
- Masuk Red Notice Interpol, Erick Soedjasa Ditangkap Bareskrim di Bandara Juanda
- 5 Sabun Mandi Vitamin C Terbaik untuk Mencerahkan Kulit Belang, Lengkap dengan Review Pengguna
- Daftar Shio yang Paling Tidak Cocok dengan Shio Macan dalam Bisnis dan Asmara
- Arti Weton Bumi Kapetak Menurut Primbon Jawa: Karakter Tangguh dan Tahan Banting Menuju Sukses
- Gubernur Sulsel Telepon Langsung Pemilik SPBU
Pilihan
-
Pakar UNS Soroti Pemangkasan Anggaran Kebencanaan: Negara Kita Suka Kejadian Dulu Baru Dikaji!
-
Catat! Jadwal Resmi Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026: Lawan Malaysia di SUGBK
-
Rp11 Triliun Disiapkan untuk Isi Rekening Massal, Seorang Dapat Berapa?
-
Harusnya Bisa Kenyang dan Sehat, 230 Siswa di Pati Malah Keracunan Usai Santap MBG
-
Drone Thermal Dikerahkan, SAR Perluas Pencarian 5 Jurnalis Hilang di Perairan Anak Krakatau
Terkini
-
Dari Cirebon ke Taipei, Tati Purwanti Bawa Kuliner Lokal dan Tumbuh Bersama BRI
-
Wajah Baru Museum Kediri, Kini Jadi Pusat Layanan Budaya Terpadu
-
Raih Penghargaan IDX Channel 2026, BRImo Taiwan Jadi Solusi Keuangan Diaspora dan PMI
-
Kasus Dolar Singapura Palsu, Kuasa Hukum Ungkap Janji Imbalan 1.500 SGD Per Lembar
-
Abu Vulkanik Anak Krakatau Masih Terasa di Jakarta, 100 Dus Masker Dibagikan