SuaraJakarta.id - Calon Wakil Wali Kota Tangerang Selatan Rahayu Saraswati Djojohadikusumo menyatakan sejak awal sudah dapat menduga akan mendapatkan berbagai serangan politik untuk menjatuhkannya.
"Sejak hasil survei oleh Indikator keluar, di mana Muhamad-Saraswati unggul, saya tahu ada kemungkinan besar kami akan dilanda dengan segala upaya untuk menurunkan kredibilitas dan elektabilitas kami," ujar Rahayu melalui media sosial Facebook, Sabtu (28/11/2020).
Pernyataan keponakan Menteri Pertahanan dari Partai Gerindra Prabowo Subianto itu untuk merespons nama dan perusahaannya dikait-kaitkan dengan kasus suap izin ekspor benih lobster yang menjerat Edhy Prabowo -- wakil ketua umum Partai Gerindra.
Bagi Saraswati, menjatuhkan lawan politik menjelang kontestasi politik merupakan lagu lama. Sejak Edhy Prabowo ditangkap KPK, Saraswati sudah menduga bakal diseret-seret.
"Tak lama kemudian berita soal menteri KKP keluar. Saya tahu bahwa kemungkinan besar hal itu akan dipermainkan untuk menyerang saya dalam kontestasi politik. Strategi seperti ini bukanlah hal baru dan sayangnya, dugaan saya benar," kata dia.
Saraswati mengatakan pada 13 Juli 2020 sudah memberikan penjelasan mengenai ekspor benih lobster dan perusahaannya.
Kemudian pada 17 Juli 2020, kata Saraswati, juga pernah menjelaskan bersama ayahnya, Hashim Djojohadikusumo.
"Yang kedua kalinya merupakan pernyataan dan penjelasan langsung dari Bapak Hashim Djojohadikusumo. Ya, ayah mana yang sangat menyayangi anaknya yang ketika anaknya difitnah tidak merasa marah? Dan ya, ini episode lama, karena ini lagu lama yang diulang seperti kaset rusak. Namun, tetap saja penggorengan terjadi," kata Saraswati.
Dia menegaskan sejak maju ke pilkada Tangerang Selatan sudah tak aktif di perusahaan keluarganya, PT. Bima Sakti Mutiara, yang memperoleh izin budi daya lobster
Baca Juga: Dua Legenda Bulu Tangkis Ini Dukung Rahayu Saraswati
Saraswati menegaskan dia dan perusahaannya tak ada sangkut pautnya dengan kasus yang menjerat Edhy Prabowo.
"Kasusnya menteri KKP hanya berhubungan dengan gratifikasi yang dilakukan satu PT. Tapi ini politik. Nama saya dikait-kaitkan. Tidak peduli caranya, walau hanya penggiringan opini berdasarkan asumsi tanpa bukti, yang penting pokoknya bagaimana supaya menjatuhkan nama baik dari seorang Rahayu Saraswati Djojohadikusumo," katanya.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Mudah, Ini Cara Menghentikan Spam Call di HP Android dan iPhone
- Pengamat Nilai Manuver KSP Listyo Bongkar Hambatan Birokrasi Jadi Investasi Jangka Panjang
- Pengacara Kamaruddin Simanjuntak Sakit Apa? Meninggal Dunia di Usia 52 Tahun
- 5 Rekomendasi Sepatu untuk Jalan Kaki 20 Ribu Langkah, Empuk dan Tidak Cepat Pegal
- Cara Menggunakan Minyak Zaitun Mustika Ratu untuk Wajah dan Rambut
Pilihan
-
Prabowo Tak Takut Ancaman MSCI, OJK: Kita Tetap Usaha Jadi Emerging Market
-
Pasar Bergejolak, Kapan Waktunya Beli, Tahan, atau Jual Saham?
-
Aktivis Greenpeace: Kalau Rakyat Menanggung Semua Krisis Sendiri, Apa Kerja Pemerintah?
-
Polisi Bunuh Polisi karena Bully, Bharatu Valdo 4 Kali Didor dan Digorok Junior
-
Kamaruddin Simanjuntak Pengacara Brigadir J Meninggal Dunia di RS Pelni
Terkini
-
Metode Penghijauan Miyawaki Diterapkan di Pesisir Jakarta, Apa Keunggulannya?
-
Turis Malaysia hingga Brunei Kepincut Produk Lokal, Pesisir Jakarta Jadi Magnet Wisata Belanja
-
BRI Bersama Pemerintah Dorong Investasi Global untuk Perkuat Ekonomi Nasional
-
BRI Perluas Akses Rumah Subsidi dan Layanan Keuangan Bagi Masyarakat Indonesia
-
Hekrafnas 2026 Serentak Diselenggarakan di Jakarta, 7 Provinsi dan 17 Negara