SuaraJakarta.id - Pentolan FPI Habib Rizieq Shihab disebut menolak menu makanan dari polisi selama mendekam di rumah tahanan Polda Metro Jaya. Selama ditahan polisi, Rizieq hanya mengonsumsi makanan yang dikirim pihak keluarga.
Terkait hal itu, petugas Bidang kedokteran dan kesehatan atau Biddokkes Polda Metro Jaya memeriksa terhadap seluruh makanan yang dibawa keluarga untuk Rizieq selama menjalani penahanan.
"Semua makanan yang dibawa oleh keluarga maupun yang diberikan oleh pihak kepolisian dilakukan security food sebelum diberikan kepada Rizieq," kata Kadiv Humas Polri, Irjen Argo Yuwono dalam keterangannya yang diterima Suara.com, Kamis (24/12/2020).
Argo mengatakan, pemeriksaan makanan tersebut disaksikan secara langsung oleh pihak yang membawa makanan untuk Habib Rizieq. Pengecekan makanan tersebut untuk mengetahui apakah konsumsi yang dibawa untuk Rizieq telah memenuhi standar kesehatan atau tidak.
"Memenuhi standart apa tidak, disaksikan langsung oleh yang bawa saat dilakukan pemeriksan," katanya.
Selain itu, polisi juga memeriksa kesehatan secara berkala terhadap imam besar FPI tersebut.
Diketahui, Habib Rizieq sudah ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan oleh kepolisian terkait kasus kerumunan massa di Petamburan, Jakarta Pusat beberapa waktu lalu. Kasus itu pun kini telah diambil alih Bareskrim Polri dari Polda Metro Jaya.
Oleh penyidik Habib Rizieq disangkakan dengan pasal 160 KUHP dengan ancaman maksimal hukuman 6 tahun penjara dan pasal 216 KUHP.
Tolak Menu Tahanan
Baca Juga: Dicek Kesehatannya, Begini Kondisi Habib Rizieq di Dalam Tahanan
Ketua Bantuan Hukum FPI, Sugito, mengungkap alasan pentolan FPI Habib Rizieq Shihab meminta kepada istrinya Syarifah Fadhlun Yahya, untuk dibawakan makanan setiap hari untuk berbuka puasa selama dalam tahan.
Sugito mengatakan, bahwa Rizieq merasa khawatir memakan makanan yang disediakan polisi dalam tahanan. Menurutnya, Rizieq hanya mau makan makanan yang dibawakan keluarga atau kuasa hukumnya.
"Ada ke khawatiran ada ketakutan tersendiri dari beliau. Semua makanan harus dikirim dari rumah atau dari lawyer itu saja," kata Sugito ditemui di Polda Metro Jaya, Jakarta, Selasa (15/12/2020).
Kendati begitu, Sugito mengatakan Rizieq disebutnya bukan menolak makanan yang diberikan oleh polisi. Hanya saja, tindakan yang dilakukan hanya untuk berjaga-jaga.
Menurutnya, makanan yang disediakan polisi dalam tahanan tetap diterima oleh Rizieq, hanya saja setelah diterima lalu diberikan kepada tahanan lainnya.
"Di situ kan banyak tahanan lainnya. Bisa dikasihkan ke yang lainnya. Iya dikasihkan ke yang lainnya," tuturnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Hasil Survei Terbaru SMRC Soal Capres: Prabowo Hanya Raih 9,8 Persen, Kalah Telak Dari Dedi Mulyadi
- Pilih Kursi Komisaris Ketimbang Partai, Musyafirin Resmi Diusulkan Dipecat PDIP
- Survei Capres PPI: Prabowo Masih Perkasa, Anies Tempel Ketat, Gibran di Bawah AHY
- Bedak Marcks Bisa Buat Apa Aja? Ini 3 Kegunaannya untuk Rawat Kulit Wajah
- 4 Body Lotion Malam untuk Mencerahkan dan Melembapkan, Bikin Kulit Lebih Glowing
Pilihan
-
Polisi Bunuh Polisi karena Bully, Bharatu Valdo 4 Kali Didor dan Digorok Junior
-
Kamaruddin Simanjuntak Pengacara Brigadir J Meninggal Dunia di RS Pelni
-
Mantan Kadiv Hubinter Napoleon Bonaparte Meninggal, Pengacara: Doakan Bapak Diampuni Dosa-dosanya
-
Pekan Kelam IHSG: Drama BYAN Haji Isam, Turun Kelas MSCI Hingga Rekor Terburuk Bursa
-
Rakyat Kecil Jadi Korban Antrean BBM, dari Ojol Kehilangan Pendapatan hingga Kampus Terpaksa WFH
Terkini
-
Berencana Punya Rumah Idaman, Cek Penawaran Menarik Dari BRI KPR di Summarecon Expo 2026
-
Operasi Gabungan di Kelab Malam Jakarta dan PIK, 9 Orang Positif Etomidate dan Sabu
-
Tian Fu Gong, Merawat Keberagaman Lewat Tradisi di Pesisir Jakarta
-
Air Minum Gratis untuk Jemaah, Program CDWS Tuai Apresiasi Masyarakat
-
Mahasiswa Malaysia Pelajari Mitigasi Bencana dan Tata Air Pesisir Jakarta