Scroll untuk membaca artikel
Bangun Santoso | Fakhri Fuadi Muflih
Minggu, 03 Januari 2021 | 10:04 WIB
Anggota Komisi B Gilbert Simanjuntak saat menghadiri rapat Komisi B di gedung DPRD DKI, Senin (3/2/2020). (Suara.com/Fakhri).

SuaraJakarta.id - Anggota Fraksi PDIP di DPRD DKI Jakarta Gilbert Simanjuntak meminta agar tenaga kesehatan tak diberikan vaksin Covid-19 buatan Sinovac. Sebab, efektifitas antigen itu dinilai terlalu rendah.

Menurut Gilbert, berdasarkan studi luar negeri, tingkat kesuksesan vaksin sinovac hanyalah 79 persen. Dengan angka seperti itu, ia merasa khawatir pada tenaga kesehatan.

"Efektifitasnya adalah 79 persen, jauh dibawah vaksin lain yang rata-rata 95 persen," ujar Gilbert kepada wartawan, Minggu (3/1/2021).

Tak hanya itu, di negara lain juga kerap melaporkan angka efektifitas vaksin Sinovac yang berbeda. Seperti Turki 91 persen, Brazil 50 persen dengan data yang tak transparan, dan hasil uji klinis fase ketiga di Indonesia yang belum keluar.

Baca Juga: WHO Laporkan 4 Jenis Varian Baru Virus Corona Covid-19

"Melihat besarnya variasi dari tiap negara, secara ilmiah dapat dikatakan perlu penelitian yang melibatkan jumlah subjek yang lebih besar, data yang akurat dan betul-betul terkontrol," jelasnya.

Menurutnya pemberian vaksin dengan tingkat efektifitas tinggi kepada tenaga kesehatan merupakan penghargaan terbaik yang bisa diberikan. Jika memang hanya Sinovac stoknya, maka ia meminta agar pemberian antigen kepada petugas ditunda dulu.

"Sebaiknya diusahakan vaksin yang lebih baik perlindungannya untuk petugas dan Tenaga Kesehatan," tuturnya.

Bahkan, daerah yang menjadi episentrum penyebaran Covid-19 di Indonesia dimintanya melakukan upaya lain. Sebab, petugas kesehatan di daerah itu paling harus berjibaku melawan virus yang awalnya ditemukan di China itu.

"Daerah dengan episentrum Covid-19 umumnya mempunyai APBD yang cukup sehingga bisa menggunakan dana APBD untuk membeli vaksin yang sesuai. Daerah tersebut mencakup DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Timur, dan Jawa Tengah," pungkasnya.

Baca Juga: Hal yang Perlu Dilakukan Sebelum dan Sesudah Mendapat Vaksinasi Covid-19

Load More