SuaraJakarta.id - Setiap kali hujan lebat yang mengguyur wilayah DKI Jakarta dan sekitarnya beberapa waktu belakangan ini kerap menimbulkan banjir. Namun informasi mengenai meluapnya air hingga ke jalanan dan pemukiman warga di Jakarta masih terbatas.
Biasanya ketika musim penghujan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) lewat Kepala Pusat Data dan Informasi (Pusdatin) Mohamad Insyaf rutin memberikan informasi banjir. Ia bisa dihubungi awak media via pesan singkat atau sambungan telpon.
Informasi yang disampaikan biasanya berisi mengenai jalan dan pemukiman mana saja yang banjir di Jakarta, ketinggian air, hingga jumlah pengungsi dan tempat pengungsian. Informasi biasanya diperbarui berkala setiap dua jam sekali.
Namun saat dihubungi Suara.com, Insyaf terakhir kali merespon pada tanggal 21 Januari lalu. Setelah itu, setiap kali banjir terjadi di akhir Januari hingga saat ini dia tak merespon.
Begitu juga dengan Kepala BPBD DKI Sabdo Kurnianto yang tak pernah merespon ketika dihubungi wartawan. Kedua anak buah Gubernur Anies Baswedan itu bungkam belakangan ini.
Dari pihak Pemprov DKI melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfotik) juga hanya sekali memberikan informasi banjir lewat rilis yang disiarkan pada 8 Februari lalu. Setelah itu keterangan pers terakhir adalah ketika banjir surut pada 10 Februari lalu.
Selanjutnya siaran pers yang disampaikan adalah mengenai lokasi yang tak terdampak banjir, penanganan aliran air terkendali, dan klaim Anies soal banjir surut dalam waktu kurang dari enam jam.
Informasi banjir yang disampaikan oleh Pemprov hanya melalui media sosial BPBD DKI dan Dinas Sumber Daya Air (SDA) DKI. Namun cuma terkait kondisi pintu air, prakiraan cuaca, peringatan dini banjir, dan kegiatan penanganan banjir.
Sedangkan Wakil Gubernur DKI Jakarta ketika ditanya soal banjir selalu mengklaim penanganan sekarang sudah lebih baik.
Baca Juga: PAN Usung Pasha Ungu Jadi Calon Gubernur DKI Jakarta
"Beberapa hari ke depan memang ada peningkatan curah hujan dan terjadi genangan. Memang ada banjir dan genangan dalam beberapa jam kemudian sudah surut," ujar Riza di Balai Kota DKI Jakarta, Kamis (18/2/2021) malam.
Karena minim informasi mengenai lokasi banjir, awak media akan mengakses aplikasi penyedia informasi, Jakarta Kini alias JAKI. Perangkat lunak itu menyediakan data lokasi banjir, ketinggian pintu air, pos pemantauan, dan pompa air.
Namun untuk informasi banjir hanya berisi lokasi RW yang terendam dan perkiraan ketinggian.
Sementara banjir hari ini, mendadak JAKI tak membagikan informasi terbaru meski sudah melanda banyak wilayah. Data yang ditampilkan merupakan kondisi pada 16 Februari lalu.
Kepala Unit Pengelola Jakarta Smart City, Yudhistira ketika ditanya beberapa waktu lalu menyatakan informasi banjir yang ditampilkan di JAKI berasal dari BPBD.
"Sistem JakPantau di JAKI datanya dari BPBD," kata Yudhis.
Kendati demikian, ketika ditanya soal tidak ada perbaruan informasi banjir hari ini, Yudhis masih bungkam.
Berita Terkait
Terpopuler
- DPR akan Panggil Kajari Batam Buntut Tuntutan Mati ABK Pembawa 2 Ton Sabu, Ada Apa?
- 6 Fakta Mencekam Pembacokan di UIN Suska Riau: Pelaku Sempat Sandera Korban di Ruang Seminar
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- Apakah Jateng Tak Punya Gubernur? Ketua TPPD: Buktinya Pertumbuhan Ekonomi Jateng Nomor Dua di Jawa
- Habiburokhman Ngamuk di DPR, Perwakilan Pengembang Klaster Vasana Diusir Paksa Saat Rapat di Senayan
Pilihan
-
Israel Klaim Ali Khamenei Tewas, Menlu Iran: Ayatollah Masih Hidup
-
Jenderal Iran: Trump Harus Tahu, Hari Ini Kami Baru Tembakkan Rudal Stok Lama
-
Israel Klaim Menhan Iran dan Komandan Garda Revolusi Tewas, Nasib Khamenei Masih Misterius
-
Menlu Iran: Demi Allah! Kami Akan Balas Kematian 51 Siswi SD yang Dibantai Israel - AS
-
DPR RI Ragukan Misi Damai Board of Peace, Desak Pemerintah Tegas soal Serangan AS-Israel ke Iran
Terkini
-
Bank Mandiri Region 3 Berbagi Kebaikan Ramadan Lewat Buka Puasa dan Santunan Masyarakat Rentan
-
Program Loyalitas ALL Accor, ibis Jakarta Raden Saleh Gelar Paket Buka Puasa "Semarak Sate Ramadan"
-
Catat! Ada Mudik Gratis Bareng CSR PIK2 dan Karang Taruna Teluknaga, Ini Jadwal dan Tujuannya
-
Gelombang Tokenisasi Aset Global Menguat, Lebih dari 300 Aset Kripto Siap Diperdagangkan
-
Strategi Aviasi Indonesia Siap Mengokohkan Penerbangan Nasional