SuaraJakarta.id - Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bapilu) Partai Demokrat, Andi Arief menyebut, KLB Demokrat di Sibolangit, Deli Serdang, Sumatera Utara, bukan saja abal-abal. Tapi juga gaib.
Hal itu disampaikan Andi Arief dalam tangkapan layar cuitan Twitter-nya yang di-posting di akun Instagram @andiarief_real, Jumat (5/3/2021).
Dalam postingannya, Andi Arief menyebut KLB Sumut tidak memenuhi syarat AD/ART partai. Ia pun menyebut KLB Demokrat dihadiri peserta gaib.
“Ketua DPD yang hadir 0, syarat 2/3. Ketua DPC yang hadir 0 persen (dari jumlah total 514 ketua DPC. TIDAK ADA ijin Ketua majelis tinggi. Jadi KlB dihadiri peserta Ghaib. KLB bukan hanya abal-abal tapi ghaib. Aya aya wae..,” tulisnya.
Moeldoko Terpilih
Diketahui, hasil KLB Demokrat versi KLB Sumut memutuskan memilih Kepala Staf Kepresidenan yang juga mantan Panglima TNI Jenderal (Purn) Moeldoko sebagai Ketua Umum Partai Demokrat periode 2021-2026.
Para peserta yang hadir awalnya mengusulkan nama Moeldoko dan mantan Ketua DPR RI Marzuki Alie sebagai calon Ketua Umum.
Dari hasil voting cepat, Moeldoko mendapat banyak dukungan daripada Marzuki Ali. Sehingga dalam KLB tersebut Moeldoko ditetapkan sebagai Ketua Umum Partai Demokrat periode 2021-2026 dari Kongres Luar Biasa.
"Memutuskan menetapkan pertama calon ketua tersebut atas voting berdiri maka pak Moeldoko ditetapkan menjadi ketua umum Partai Demokrat 2021-2026," ujar pimpinan rapat Jhoni Allen Marbun di Deli Serdang, Sumut, Jumat (5/3/2021) yang dikutip dari Youtube Kompas TV.
Baca Juga: KLB Menangkan Moeldoko, AHY: Banyak Peserta Hadir karena Dapat Imbalan
Jhoni menuturkan dalam KLB juga ditetapkan bahwa Ketua Umum Partai Demokrat Kongres V Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) sebagai demisioner.
"Memutuskan pertama Dewan Pimpinan Pusat 2020-2021 yang diketuai AHY dinyatakan demisioner," ucap Jhoni.
Pada KLB tersebut juga ditetapkan Marzuki Alie sebagai Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat.
Lewat Telepon
Meski tak hadir langsung dalam KLB itu, Moeldoko mengaku sangat berterima kasih karena diberikan kesempatan menjadi ketua partai berlambang mercy tersebut.
Ucapan terima kasih itu disampaikan Moeldoko melalui sambungan telepon yang disambut teriakan peserta KLB.
"Saya berterimakasih, tapi sebelumnya ada beberapa pertanyaan saya kepada peserta forum, apakah pemilihan di kongres sudah dilakukan sesuai AD/ART partai?" kata Moeldoko seperti dikutip dari SuaraSumur.id.
Moeldoko juga menanyakan komitmen para kader dalam membesarkan partai. Dia berharap seluruh kader bersama-sama bahu-membahu dalam situasi pandemi Covid-19.
"Apakah kalian siap membangun partai dan memegang teguh komitmen demi bangsa dan negara tanpa kepentingan pribadi?" tanya Moeldoko.
Berita Terkait
-
Demokrat Respons Peluang AHY Dampingi Prabowo di Pilpres 2029
-
Partai Demokrat Desak Angka Ambang Batas Parlemen Dikecilkan, Herman Khaeron Ungkap Alasannya!
-
Jokowi Dukung Prabowo-Gibran Dua Periode, Herman: Demokrat Masih Fokus Sukseskan Program Presiden
-
Beda Sikap Soal Ambang Batas Parlemen: Demokrat Masih Mengkaji, PAN Tegas Minta Dihapus
-
Partai Gerakan Rakyat Dukung Anies di Pilpres 2029, Dede Yusuf Demokrat Singgung Verifikasi Parpol
Terpopuler
- Bedak Apa yang Tahan Lama? Ini 5 Produk yang Bisa Awet hingga 12 Jam
- 5 Pemain Top Dunia yang Berpotensi Ikuti Jejak Layvin Kurzawa Main di Super League
- Pasca Penonaktifan, 3.000 Warga Kota Yogyakarta Geruduk MPP untuk Reaktivasi PBI JK
- 10 HP OPPO RAM 8 GB dari yang Termurah hingga Flagship 2026
- 4 Pilihan Smart TV 32 Inci Rp1 Jutaan, Kualitas HD dan Hemat Daya
Pilihan
-
Polisi Jamin Mahasiswi Penabrak Jambret di Jogja Bebas Pidana, Laporan Pelaku Tak Akan Diterima
-
Komisi III DPR Tolak Hukuman Mati Ayah di Pariaman yang Bunuh Pelaku Kekerasan Seksual Anaknya
-
Bocah-bocah di Sarang Polisi: Asal Tangkap Perkara Aksi Agustus
-
Selamat Jalan 'Babeh' Romi Jahat: Ikon Rock N Roll Kotor Indonesia Tutup Usia
-
Sidang Adat Pandji Pragiwaksono di Toraja Dijaga Ketat
Terkini
-
Gerak Cepat Dittipideksus Bareskrim, Tahan Dua Petinggi PT DSI Kasus Dugaan Penipuan dan TPPU
-
Cek Fakta: Benarkah AS Keluar dari NATO dan Gandeng Indonesia-Rusia?
-
Iwakum: Hari Pers Nasional Bukan Sekadar Perayaan, Tapi Pengingat Kebebasan Pers
-
7 Fakta Menyentuh di Balik Bocah 8 Tahun yang Tewas Saat Jual Tisu Karena Tak Ada Nasi di Rumah
-
Eksekusi Kilat dan Provisi Terabaikan: Dugaan Perlakuan Berbeda di Meja Hijau