SuaraJakarta.id - Puluhan pegawai honorer Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) menggelar aksi unjuk rasa di depan kantor mereka di Ciracas, Jakarta Timur, Senin (29/3/2021).
Mereka menuntut hak untuk segera menjadi aparatur sipil negara (ASN).
Ketua Ikatan Pegawai LPSK (IPL), Tommy Permana mengatakan, para pegawai sudah bertahun-tahun menjadi honorer.
Bahkan ada yang sudah lebih dari 10 tahun sejak LPSK pertama kali berdiri.
Tommy meminta Pimpinan dan Sekretaris Jenderal LPSK untuk memperjuangkan kejelasan nasib mereka sebagai ASN.
"Menggugat iktikad Pimpinan dan Sekretaris Jenderal LPSK untuk memperjuangkan kejelasan nasib mereka sebagai ASN," ujar Tommy.
Tak hanya itu, Tommy juga mendesak Pimpinan dan Sekretaris Jenderal LPSK serius memperjuangkan nasib mereka dan menyusun langkah-langkah terstruktur dan transparan disertai dengan tenggat waktu.
Pimpinan LPSK juga diminta aktif melakukan komunikasi dengan pihak terkait.
Di antaranya seperti Kementerian PAN RB, Badan Kepegawaian Negara, dan DPR khususnya Komisi II dan Komisi III.
Baca Juga: Apa Itu ASN? Beda PNS dengan PPPK dan Hak yang Diterima
"Komunikasi harus dilakukan terkait regulasi khusus seleksi penerimaan ASN LPSK," jelasnya.
Aksi tersebut diramaikan dengan penampilan sajak dan musik dari Komunitas Pengamen Jalanan (KPJ) itu dihadiri Pimpinan dan Sekretaris Jenderal LPSK.
Ketua LPSK Hasto Atmojo menyebut pihaknya tak pernah pesimis untuk memperjuangkan hak para pegawai honorer menjadi ASN.
Karena itu, Hasto mengungkapkan, dirinya dan sejumlah pimpinan lain telah menyiapkan langkah-langkah untuk memproses hal tersebut.
"Saya berharap teman-teman (pegawai) honorer tidak patah semangat dan terus memperjuangkan apa yang diharapkan," pungkasnya.
Berita Terkait
-
Menteri Rini: Reformasi Birokrasi Harus Bergeser dari Prosedur ke Dampak Terukur
-
Menteri PANRB: Trade Corporate University Jadi Mesin Pencetak ASN Perdagangan Unggul
-
Bukan Sekadar Pelatihan, Menteri PANRB Dorong Trade Corporate University Cetak ASN Unggul
-
Kabar Gembira! Mulai 2027 Guru PPPK Paruh Waktu Resmi Diangkat Jadi Penuh Waktu
-
KPK Telusuri Aliran Uang Rp1,5 Miliar dari Dugaan Pemotongan Upah Pungut ASN Bappenda Bogor
Terpopuler
- Maarten Paes Mulai Kehilangan Tempat di Ajax, Petinggi PSSI Pasang Badan
- Jalan Kolmas Ditutup Total 67 Hari, Polres Cimahi Siapkan Dua Jalur Alternatif
- 4 HP Xiaomi RAM 8 GB Snapdragon Paling Murah untuk Berbagai Kebutuhan
- 3 Rekomendasi HP vivo RAM 8 GB Snapdragon Paling Murah untuk Dipilih
- KBRI Kuala Lumpur Digeruduk, Warga Malaysia Desak Prabowo Buka Nama Perusahaan Terlibat Karhutla
Pilihan
-
Kabut Asap Makin Pekat, Doa Apa yang Bisa Dibaca Muslim? Ini Bacaan Perlindungannya
-
Jakarta Terdampak Abu Vulkanik Anak Krakatau, Pemprov DKI Terapkan PJJ Mulai Besok
-
Badan Geologi Ungkap Kondisi Anak Krakatau Terkini: Tak Ada Potensi Runtuh Picu Tsunami
-
Terungkap! Sebelum Audiensi dengan Pimpinan DPR, Botok Ditelpon Prabowo
-
Sebaran Abu Vulkanik Anak Krakatau Terdeteksi hingga Bandung, BMKG Ungkap Dua Klaster
Terkini
-
Kebijakan Zero ODOL 2027, Legislator PDIP Minta Pemerintah Rilis Roadmap
-
Tarif Masuk Ragunan Diwacanakan Naik Jadi Rp10 Ribu, Fasilitas dan Keamanan Jadi Sorotan
-
Bareskrim Rampungkan Perkara TPPU Direktur PT Indosterling, Berkas SWH P-21
-
PTUN Jakarta Tolak Gugatan PKPI, PERKAPI Tegaskan Status Hukumnya Sah
-
Sambut Hari Pelanggan Nasional, BRI Tebar Promo Spesial untuk Nasabah