SuaraJakarta.id - Sejumlah wisatawan menyerbu Pantai Palabuhanratu, Sukabumi, pada pekan terakhir jelang puasa Ramadan 1442 Hijriah, Minggu (11/4/2021).
Mereka menikmati liburan akhir pekan sebelum memulai puasa yang kemungkinan akan berlangsung pada, Selasa (13/4/2021) mendatang.
Para wisatawan memenuhi beberapa objek wisata di Palabuhanratu, mulai Pantai Citepus, Karanghawu, hingga Cibangban di Kecamatan Cisolok.
Kapolsek Cisolok, AKP Mariyadi mengatakan, peningkatan aktivitas wisata di beberapa titik pantai di Palabuhanratu tersebut telah terjadi sejak Sabtu kemarin.
Dari nomor polisi kendaraan, mereka rata-rata kebanyakan berasal dari Jakarta, Bogor, dan Bandung.
"Alhamdulillah pantauan hari ini dan beberapa hari yang lalu telah terjadi kepadatan pengunjung di objek wisata pantai. Saat ini menjelang bulan puasa masyarakat sekitar Palabuhanratu bahwa ini papajar atau orang-orang Bogor menyebut munggahan," katanya dikutip dari Sukabumiupdate.com—jaringan Suara.com—Minggu (11/4).
Mariyadi memperkirakan lonjakan wisatawan mencapai 200 persen dari hari-hari biasa pada pekan terakhir jelang puasa Ramadan ini.
Dia juga mengimbau masyarakat agar tidak mandi atau berenang terlalu ke tengah laut karena cuaca pun sedang kurang bersahabat.
"Sudah kami imbau wisatawan untuk tidak berenang terlalu tengah karena kondisi ombak cukup tinggi dan untuk tetap mematuhi protokol kesehatan saat beraktivitas," terangnya.
Baca Juga: Walau Berat Menahan Lapar, Puasa Punya Banyak Manfaat Kesehatan, Apa Saja?
Sementara itu, Ketua Balawista Kabupaten Sukabumi Yanyan Nuryanto menyebut bahwa situasi serupa juga terjadi mulai di kawasan Ujunggenteng.
"Sangat ramai hari ini, wilayah Barat hingga Cibangban, Citepus, Karang Naya, Ujunggenteng, dan Cibuaya. InsyaAllah petugas yang diterjunkan untuk melakukan pengawasan sudah maksimal," singkatnya.
Salah seorang pengunjung Pantai Ujunggenteng asal Surabaya, Jawa Timur, Hendi (40 tahun) mengaku sudah dua kali berkunjung bersama keluarganya menggunakan roda empat alias mobil.
"Sudah dua kali berkunjung ke Pantai Ujunggenteng dan Pangumbahan. Perjalanan selama 21 jam lewat Tol Jagorawi lalu Palabuhanratu," jelasnya.
Bersama lima anggota keluarganya, Hendi menyebut tujuannya datang ke Sukabumi ini adalah untuk berlibur menjelang puasa Ramadan.
Meski perjalanan yang ditempuhnya cukup jauh, namun ia merasa tidak sia-sia karena disuguhi pemandangan pantai yang indah dan membuatnya ketagihan.
Berita Terkait
-
Kebakaran Kapal Feri di Pantai Palawan, 6 Orang Tewas dan Puluhan Penumpang Hilang
-
Warga Polandia Tewas Mengenaskan di Pantai Yeh Kuning Bali, Sebelumnya Hilang 3 Hari
-
Tanpa Gaji Tetap, Kisah Penjaga Pantai Gaza Bertaruh Nyawa di Tengah Tawa Warga Palestina
-
Mengapa Suhu Udara di Pegunungan Lebih Dingin daripada di Pantai?
-
WNA Diduga Jadi Korban Pemerkosaan di Pantai Lakey, Polisi Amankan Terduga Pelaku
Terpopuler
- Masuk Red Notice Interpol, Erick Soedjasa Ditangkap Bareskrim di Bandara Juanda
- 5 Sabun Mandi Vitamin C Terbaik untuk Mencerahkan Kulit Belang, Lengkap dengan Review Pengguna
- Daftar Shio yang Paling Tidak Cocok dengan Shio Macan dalam Bisnis dan Asmara
- Arti Weton Bumi Kapetak Menurut Primbon Jawa: Karakter Tangguh dan Tahan Banting Menuju Sukses
- Gubernur Sulsel Telepon Langsung Pemilik SPBU
Pilihan
-
Pakar UNS Soroti Pemangkasan Anggaran Kebencanaan: Negara Kita Suka Kejadian Dulu Baru Dikaji!
-
Catat! Jadwal Resmi Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026: Lawan Malaysia di SUGBK
-
Rp11 Triliun Disiapkan untuk Isi Rekening Massal, Seorang Dapat Berapa?
-
Harusnya Bisa Kenyang dan Sehat, 230 Siswa di Pati Malah Keracunan Usai Santap MBG
-
Drone Thermal Dikerahkan, SAR Perluas Pencarian 5 Jurnalis Hilang di Perairan Anak Krakatau
Terkini
-
Dari Cirebon ke Taipei, Tati Purwanti Bawa Kuliner Lokal dan Tumbuh Bersama BRI
-
Wajah Baru Museum Kediri, Kini Jadi Pusat Layanan Budaya Terpadu
-
Raih Penghargaan IDX Channel 2026, BRImo Taiwan Jadi Solusi Keuangan Diaspora dan PMI
-
Kasus Dolar Singapura Palsu, Kuasa Hukum Ungkap Janji Imbalan 1.500 SGD Per Lembar
-
Abu Vulkanik Anak Krakatau Masih Terasa di Jakarta, 100 Dus Masker Dibagikan