Scroll untuk membaca artikel
Rizki Nurmansyah
Selasa, 04 Mei 2021 | 09:05 WIB
Masjid Agung Nurul Yaqin, atau yang lebih dikenal dengan nama Masjid Pintu Seribu, di Kampung Bayur, Periuk, Kota Tangerang. [SuaraJakarta.id/Muhammad Jehan Nurhakim]

Ia menambahkan Syekh Ami masih keturunan keenam dari Syekh Syarif Hidayatullah Cirebon atau yang lebih dikenal dengan nama Sunan Gunung Jati.

"Awalnya masjid didirikan tahun 1978 selesai 1982. Pendiri Syekh Ami Al-Faqir Mahdi Hasan Al-Qudrotillah Al-Muqoddam. Beliau keturunan Sunan Gunung Jati," ujar Rusdi, ditemui beberapa waktu lalu.

Rusdi menuturkan inspirasi arsitek masjid ini dari Syekh Ami. Kemudian dibantu warga lingkungannya untuk membangun masjid tersebut.

"Beliau mengajak lingkungan di sini untuk sama-sama membangun masjid. Jadi Syekh minta bentuknya kayak gini. Kalau dilihat dari atas, seperti Masjidil Haram," kata Rusdi.

Baca Juga: Menelisik Masjid Jami Kalipasir Tangerang, Ada Peninggalan Sunan Kalijaga

"Kalau disebut pintu seribu, karena pintunya banyak (dan) lorong-lorong," sambungnya.

Rusdi menerangkan selain tempat beribadah, di masjid ini juga ada makam dari Syekh Ami Al-Faqir berserta keluarganya.

Dirinya menambahkan banyak pengunjung dari berbagai daerah datang ke tempat ini untuk berziarah. Para peziarah yang datang, mulai dari Jawa hingga Sumatera.

"Jadi dibagi-dibagi, ada makam (Syekh Ami), dan keluarganya, ada ibadah, ada tempat qunut. (intinya ini lorong) dibagi-dibagi, " tuturnya.

"Mereka yang datang setelah berziarah ke langsung ke tempat pintu seribu. Di situ mereka berzikir dan mengingat mati," tuturnya.

Baca Juga: Punya Wajah Baru, Jalan Sunan Kudus Jadi Tempat Warga Berkerumun

Masjid Agung Nurul Yaqin, atau yang lebih dikenal dengan nama Masjid Pintu Seribu, di Kampung Bayur, Periuk, Kota Tangerang. [SuaraJakarta.id/Muhammad Jehan Nurhakim]

SuaraJakarta.id mencoba memasuki lorong-lorong tersebut. Semakin berjalan ke dalam semakin sempit dan gelap. Lengan kanan dan kiri juga menyentuh dinding-dinding tembok.

Load More