SuaraJakarta.id - Lebaran kali ini Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD memilih untuk melaksanakan di rumah dinasnya.
Mahfud MD pun menunda sungkeman ke ibunya di kampung halamannya. Biasanya, usai Sholat Idul Fitri dia langsung melakukan sungkeman, tapi saat ini dalam situasi pandemi Covid-19
Pelaksanaan sholat Ied di rumah dinas digelar secara terbatas dan dengan protokol kesehatan yang ketat, demikian Mahfud dalam akun Instagram pribadinya, yang terpantau di Jakarta, Kamis.
Dalam perayaan Idul Fitri kali ini, Mahfud harus rela menunda tradisi yang biasa dia jalankan bersama keluarga.
Menurut dia, dalam tradisi masyarakat Madura, suasana lebaran tepatnya usai melaksanakan Sholat Ied biasanya dimanfaatkan untuk sungkeman dan berkumpul dengan keluarga.
"Tetapi karena masih dalam suasana pandemi COVID-19, kita harus menunda sungkem ke ibu dan merayakan lebaran bersama keluarga seperti dalam kondisi normal," ujar Mahfud, dilansir dari Antara.
Dia pun meminta kepada seluruh masyarakat untuk tidak egois dengan memaksakan diri pulang ke kampung halaman.
Menurut dia, anjuran pemerintah melarang mudik demi meminimalisasi penyebaran COVID-19 di Tanah Air.
"Sesuai dengan anjuran pemerintah, mari kita sama-sama menjaga dengan tetap mematuhi protokol kesehatan. Mudah-mudahan Allah selalu melindungi dan memberi kesehatan bagi kita semua," kata Mahfud. [Antara]
Baca Juga: Pakai Baju Putih Lengan Panjang, Jokowi Sholat Id di Halaman Istana Bogor
Berita Terkait
-
Mahfud MD Klarifikasi Video Viral 'Reformasi Jilid 2' di Agustus Ini, Ini Fakta di Baliknya
-
Mahfud MD Bantah Kejagung soal Febrie: Tak Pernah Ada Pelimpahan Kasus Asabri dari Polisi
-
Polemik Berkas Korupsi PLTU Batubara, Langkah Polri Dinilai Lawful dan Rasional
-
Demi Selamatkan Hukum, Mahfud MD dan Busyro Muqoddas Diusulkan Masuk Kabinet Prabowo
-
KPK Sejalan dengan Mahfud MD: Pengalihan Perkara Febrie ke Kejagung Tak Sesuai KUHAP
Terpopuler
- Cara Menata Isi Dompet yang Baik Menurut Feng Shui agar Rezeki Lebih Lancar
- Amplop Raja Juli Menyusut SGD2.000, KPK Buka Peluang Periksa Ajudan hingga Kapolres Kuansing
- Masuk Desil 10 Padahal Penghasilan Pas-pasan? Jangan Panik, Ini Arti dan Penjelasan Resminya
- Contoh Teks Sambutan Ketua RT Malam Tirakatan 17 Agustus yang Singkat, dan Penuh Makna
- 4 Rice Cooker Mini Murah yang Cepat Matang dan Hemat Listrik Sesuai Review Pembeli
Pilihan
-
Pesona Masjid Pancasila Kediri: Sederhana di Luar, Bikin Pangling di Dalam
-
Prabowo: Ojol Sekarang Dapat 92 Persen Hasil Kerja, Pendapatannya Naik 3 Kali Lipat
-
Hadiri Sidang Tahunan, Intip Gaya Prabowo dan Gibran saat Tiba di Gedung Parlemen Senayan
-
Kampung Bahari Memanas! Massa Lawan BNN dan Brimob Pakai Petasan saat Gerebek Narkoba
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
Terkini
-
Bareskrim Tetapkan Enam Tersangka Kasus Dugaan Pemalsuan Akta PT Alam Raya Abadi, Satu Masuk DPO
-
Diduga Terserang Virus, Kemenhut Ungkap Penyebab Kematian Gajah Yuna di Aceh
-
Menakar Masa Depan Drone untuk Kebutuhan Industri Indonesia
-
Ardi Dwinanta Setiadharma Pimpin JAPNAS Jakarta, Usung Empat Pilar Buka Akses Pasar dan Permodalan
-
Menuju IFRC 2026, ERT NHM Perdalam Teknik dan Strategi Penyelamatan