SuaraJakarta.id - Viralnya kasus penganiayaan anak yang dilakukan WH mengejutkan warga Pondok Jagung Timur, Serpong Utara, Kota Tangerang Selatan (Tangsel).
Terlebih setelah WH diringkus oleh pihak kepolisian di kost-kostannya pada Kamis (20/5/2021) malam.
Penangkapan itu mengejutkan penghuni dan penjaga kost-kostan tempat tinggal WH dan anaknya yang dia siksa.
Topik Nurohman, penjaga kost-kostan mengaku, kaget atas penangkapan itu. Dia tak menyangka WH tega berbuat sadis kepada anaknya.
Pasalnya, kata Topik, kesehariannya WH dikenal baik dan mudah bergaul dengan penghuni kost lain dan para pedagang yang ada di depan tempat kost.
"Kaget, nggak nyangka. Kalau sosoknya sih baik, sama anaknya baik, sama kita juga baik. Kalau anaknya ada kemauan pasti diturutin," katanya.
Topik menerangkan, WH dan anaknya sudah tinggal di indekos tersebut sejak 2020. Mereka hanya tinggal berdua. Sedangkan istrinya menjadi TKW di Malaysia.
Selama itu, Topik mengaku, tak pernah mendengar korban menangis karena dianiaya atau diomeli WH.
Baca Juga: Ditangkap, Ayah yang Viral Aniaya Bocah di Tangsel
"Tinggal di sini sudah delapan bulan, di lantai 4. Enggak pernah kedengar suara tangisan anak," ungkapnya.
Soal identitas, Topik enggan menerangkan nama lengkap dan usia WH. Sehari-hari, Topik memanggil WH dengan sebutan 'Koko' lantaran diketahui WH merupakan keturunan Tionghoa.
"Biasa dipanggil koko," terangnya.
Senada dikatakan Sadiah, istri Topik yang biasa mengajak main korban. Dia mengaku, sangat terkejut lantaran selama ini korban terlihat baik-baik saja.
"Enggak ada curiga, orangnya baik, baik banget. Si anaknya juga enggak bilang, baru tadi bilangnya setelah diminta jujur dan cerita ke polisi," ungkap Sadiah.
Sadiah menuturkan, sosok WH diketahui sering berbagi. Mulai dari kopi hingga uang jajan.
Berita Terkait
-
Lawan Maling dengan Gunting, Pria Penjaga Kambing Ini Malah Dijebloskan ke Penjara
-
Viral Oknum Hakim Terima Suap Rp1 M, Uangnya Dipakai Buat Main Judol dan Bisnis Umrah
-
Bupati Pandeglang Tuai Kontroversi Usai Lantik Tersangka Kasus Tabrakan Maut Jadi Staf Ahli
-
Viral Game Simulasi Kereta Buatan Indonesia Banjir Pujian di Jepang, Grafis Menawan!
-
Bukan Minta Maaf, Keluarga Kiai Pencabulan di Pekalongan Malah Tuntut Media Hapus Berita
Terpopuler
- Deretan Tokoh Top Bakal Turun Gunung ke UGM Besok, Bahas Nasib Bangsa Lewat Konferensi Republik
- Prabowo Disebut Habiskan Rp5,8 Miliar untuk Hotel di Paris, Sandhy Sondoro: Asoy Geboy Gemoy
- Budget Rp2 Juta Dapat HP Samsung Apa? Ini 3 Pilihan dengan RAM 8 GB, Kamera OIS, Layar AMOLED
- Terpopuler: Lipstik Tahan Lama untuk Bibir Hitam, Sepatu New Balance Tanpa Tali untuk Jalan Jauh
- Pandji Pragiwaksono Soroti 'Pengakuan Terbuka' Prabowo Soal Keterlibatan Partai dalam Tender Negara
Pilihan
-
Jay Idzes Tercoret! Ini Daftar Pemain Timnas Indonesia Hadapi FIFA Matchday
-
Evaluasi Besar-besaran: 8.182 SPPG Pernah Ditangguhkan, 2.213 Masih Berstatus Suspend
-
Kabar Duka, Eks Menhan Jenderal Ryamizard Ryacudu Meninggal Dunia di RSPAD
-
Strategi Berani John Herdman: Mengapa Piala AFF 2026 Jadi Panggung Khusus Pemain Domestik?
-
Insiden Noni Madueke Tanpa Penalti, Eks Wasit Liga Inggris Buka Suara
Terkini
-
Pemutihan Pajak Kendaraan Jakarta 2026, Denda Dihapus hingga 31 Agustus
-
Review Sepatu Lari Carbon Plate Lokal: Worth It Nggak Buat Pelari Pemula, Cuma Lari 5 KM?
-
Jangan Kredit Mobil Dulu, Hitung-hitungan Ini Membuat Banyak Warga Jakarta Berubah Pikiran
-
Jangan Datang Setelah Jam 6 Pagi, Rahasia Menemukan Kemeja Mewah Rp50 Ribuan di Pasar Senen
-
7 Sepatu Lari Lokal Paling 'Skena' di GBK: Kenapa Kini Lebih Banyak Dilirik daripada Brand Luar?