Erick Tanjung | Fakhri Fuadi Muflih
Ilustrasi--Uji coba pembelajaran tatap muka di SD Negeri Kenari 08 Pagi, Jakarta. [Suara.com/Angga Budhiyanto]

SuaraJakarta.id - Jumlah sekolah yang mengadakan uji coba pembelajaran tatap muka atau PTM di Jakarta berkurang satu. Sebab, SMA Negeri Mohammad Husni Thamrin batal mengikutinya.

Kasubag Humas Dinas Pendidikan DKI Jakarta, Taga Radja mengatakan sekolah yang terletak di kawasan Bambu Apus, Jakarta Timur itu batal mengikuti uji coba PTM karena wilayahnya tergolong sebagai zona oranye penularan Covid-19.

Bahkan, RW 08 yang berdekatan dengan sekolah itu, masuk zona oranye setelah ditemukan 25 kasus Covid-19. Akhirnya pihak sekolah dan aparat setempat memutuskan untuk menundanya.

"Pak lurah, kepala sekolah, dan Komite Sekolah memutuskan menunda pelaksanaan PTM," ujar Taga saat dikonfirmasi, Jumat (10/6/2021).

Baca Juga: Disentil Ombudsman, Kota Ini Hentikan Simulasi PTM

Selain kasus Covid-19, wabah demam beberapa darah juga disebut sedang merebak di lokasi itu. Hal ini juga menjadi pertimbangan tambahan untuk membatalkan uji coba PTM.

Taga menyebut nantinya sekolah MH Thamrin bakal mulai menggelar uji coba PTM bila kasus Covid-19 dan DBD sudah mereda.

"Sekolah tetap menyiapkan diri, kalau kondisi sudah memungkinkan baru mereka belajar tatap muka," jelasnya.

Dengan demikian, maka sekarang ada 226 sekolah negeri dan swasta yang mengikuti uji coba PTM sampai 26 Juni mendatang. Pelaksanaannya pun sejauh ini disebut lancar tanpa kendala.

"Situasi kondusif, orang tua juga proaktif mendukung kegiatan ini. Bahkan, banyak stakeholder terkait juga yang monitor langsung ke sekolah," pungkasnya.

Baca Juga: Kemendikbudristek: Sekolah Wajib Beri Opsi PJJ Walau Sudah PTM Terbatas

Komentar