SuaraJakarta.id - Daftar museum di Jakarta terbaru 2021. Jakarta sebagai kota metropolis juga dikenal sebagai kota dengan jumlah museum Jakarta terbanyak untuk wisata Jakarta.
Sebagai pusat kebudayaan Jakarta memiliki sekitar 47 museum yang tersebar di seluruh bagian kota Jakarta.
Museum sebagai tempat wisata edukatif dapat menjadi pilihan tepat untuk menambah wawasan tanpa batasan usia.
Berikut ini merupakan beberapa museum di Jakarta, dengan harga terjangkau, serta jadi museum terbaik menurut tripadvisor.com dan bisa jadi alternatif dikala liburan.
Museum Nasional Indonesia telah ada sejak masa Belanda di Indonesia. Museum Nasional Indonesia menyimpan beragam warisan budaya Indonesia yang berasal dari zaman Kerajaan.
Beberapa koleksi tersebut adalah Benda-benda dengan simbol naga, relief Kalpawreksa, Arca Garuda, Archa Ganesha, Chattra, dan beragam koleksi lainnya.
Di museum Nasional Indonesia, pengunjung juga dapat mengikuti beragam program yang ditawarkan pihak museum, seperti sekolah tari Prajnaparamita, nonton teater di museum, belajar gamelan, membatik, dan beberapa kegiatan lainnya.
Museum Nasional Indonesia, terletak di Jl. Medan Merdeka Barat No.12, Kota Jakarta Pusat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta.Tiket masuk pengunjung dewasa adalah Rp5.000 per orang, Rp2.000 untuk anak-anak dan bagi pengunjung mancanegara atau turis sebesar Rp10.000 , cukup terjangkau bukan.
Baca Juga: Bangunan Penyimpanan Vaksin Covid-19 Terbakar, Kerugian Capai Milyaran Rupiah
2. Museum Bank Indonesia
Museum Bank Indonesia merupakan gedung Bank Indonesia Kota yang sebelumnya digunakan oleh De Javasche Bank (nama BI sebelum dinasionalisasikan).
Di museum BI anda dapat belajar banyak tentang perkembangan mata uang Republik Indonesia (Numismatik), karena terdapat banyak sekali benda Numismatik ataupun dokumen bersejarah BI.
Untuk masuk ke museum BI, akan dikenakan biaya sebesar Rp 10.000 per orang dan Rp 5.000 bagi pelajar atau mahasiswa dengan menunjukkan kartu identitas.
3. Museum Wayang
Terletak di Jl. Pintu Besar Utara No.27 Pinangsia, Kota Tua, Kecamatan Taman Sari, Kota Jakarta Barat, daerah Khusus Ibukota Jakarta.
Museum ini memiliki banyak koleksi wayang seperti wayang golek, wayang kulit atau boneka dari beberapa negara tetangga seperti Malaysia, Thailand, Suriname, Cina, Vietnam, Perancis, India dan Kamboja, serta koleksi set gamelan, lukisan wayang dan beberapa prasasti peninggalan Belanda.
Jam operasional museum wayang dimulai pada hari selasa hingga minggu mulai pukul 09.00-15.00 sedangkan untuk hari sabtu dan minggu tutup pukul 20.00 WIB, dan pada hari senin museum ini tutup.
4. Museum Fatahillah
Museum Fatahillah dahulu kala merupakan Balaikota yang digunakan pada masa pemerintahan Belanda dan bernama Batavia Stadhuis (Balai Kota).
Di museum ini terdapat beberapa koleksi seperti replika prasasti Tugu, replika prasasti Ciaruteun, lempengan batu bergambar kapal VOC di dinding Museum Sejarah Jakarta, pot keramik Jepang dari abad ke-17 dan berbagai koleksi lainnya.
Museum Fatahillah buka setiap hari mulai pukul 08.00 - 17.00 WIB kecuali hari senin atau hari libur nasional.
Selain mengunjungi museum ada berbagai kegiatan yang dapat dilakukan pengunjung seperti memberi makan burung di pelataran balai kota, berkeliling naik sepeda onthel, hingga wisata kuliner seperti kerak telor.
5. Museum Tekstil
Sesuai dengan namanya di museum ini merupakan tempat yang menyimpan sejarah perjalanan panjang tekstil di Indonesia. terdapat berbagai koleksi pakaian adat masyarakat Betawi, koleksi kain tenun, koleksi kain batik, koleksi peralatan serta koleksi tekstil dari beberapa daerah di Indonesia juga koleksi campuran.
Pengunjung dapat melihat lebih dekat aneka kain batik bermotif geometris sederhana hingga yang bermotif rumit seperti batik Yogyakarta, Solo, Pekalongan, Cirebon, Palembang, Madura, dan Riau.
Museum Tekstil dibuka untuk umum pada hari Selasa hingga Minggu, sedangkan pada hari Senin dan Hari Besar tutup. Pada hari Selasa hingga Kamis museum ini buka pada pukul 09.00-15.00 WIB. Hari Jumat, museum buka dari pukul 09.00-12.30 WIB dan pada hari Sabtu dari pukul 09.00-15.00 WIB. Sedangkan untuk hari Minggu museum ini buka pada pukul 09.00 hingga pukul 15.00 WIB.
Awalnya museum ini dibangun oleh VOC secara bertahap mulai dari tahun 1718 hingga 1744 dan digunakan untuk menyimpan, memilah, dan mengepak rempah.
Setelah kemerdekaan, gudang ini menjadi milik PLN dan PTT (Post Telkom dan Telegram). Namun pada tahun 1972 bangunan ini sudah ditetapkan sebagai bangunan bersejarah oleh Gubernur DKI Jakarta. Gudang barat terdiri atas empat bangunan dan tiga unit diantaranya saat ini digunakan sebagai museum Bahari.
Koleksi museum Bahari Jakarta terdiri dari berbagai jenis perahu tradisional dengan aneka bentuk, gaya dan ragam hias, serta kapal zaman VOC, berupa 19 koleksi perahu asli dan 107 buah miniatur dan juga terdapat 126 koleksi benda-benda sejarah kelautan, foto-foto, dan biota laut lainnya.
Museum Bahari terletak di Jl.Ps.Ikan No.1 Penjaringan, Kecamatan Penjaringan, Kota Jakarta Utara, Daerah Khusus Ibukota Jakarta. Museum ini buka setiap hari terkecuali di hari senin mulai pukul 08.00-16.00
Museum Taman Prasasti merupakan museum cagar budaya peninggalan masa kolonial Belanda yang memiliki kurang lebiih 862 koleksi prasasti nisan kuno serta makam kolonial Belanda. Meskipun sebuah makam namun museum ini juga menampilkan karya seni dan memamerkan kecanggihan para pematung, pemahat, kaligrafer dan sastrawan. Dengan koleksi prasasti nisan kuno, kerajinan seni pahat, kaligrafer, koleksi kereta jenazah antik, dan juga miniatur makam khas dari 27 provinsi di Indonesia.
Museum Taman Prasasti terletak di Jl.Tanah Abang I No.1 Petojo Selatan, Gambir Jakarta Pusat. Untuk masuk ke museum ini untuk orang dewasa seharga Rp5.000 per orang, Mahasiswa Rp3.000 dan Pelajar Rp2.000.
Museum Taman Prasasti telah dilengkapi berbagai fasilitas yang dapat menunjang kegiatan pengunjung, seperti toilet, musholla, auditorium, dan parkir.
Kontributor : Kiki Oktaliani
Tag
Berita Terkait
-
Persija Sudah Temukan Pengganti Mauricio Souza, Target Juara Super League Musim Depan
-
Lautan Jamaah Warnai Shalat Idul Adha di Pantai Ancol
-
Pramono Wukuf di Arafah, Rano Karno Salat Id di Saf Depan Bersama Warga di Balai Kota
-
BREAKING NEWS! Persija Resmi Tidak Perpanjang Kontrak Mauricio Souza
-
Niat Baik Berujung Petaka! Melerai Cekcok Sopir Taksi, Pemuda di Kemayoran Malah Dikeroyok Pemabuk
Terpopuler
- 4 HP Terbaru 2026 Harga Rp2 Jutaan, Kamera Bagus dan Baterai Besar hingga 7000 mAh
- Lirik Lagu 'MBG Mas Bahlil Ganteng' yang Viral, Lengkap Asal Usulnya
- Silsilah Keluarga Lim Xin Rui yang Resmi Jadi Menantu Hasto Kristiyanto
- 5 Sepatu Puma yang Diskon di Sports Station, Harga Mulai Rp200 Ribuan
- 5 Sunscreen Wardah Terlaris di Shopee Mulai Rp30 Ribuan, Ini Kandungan dan Manfaatnya
Pilihan
-
Bos Nvidia Serobot Antrean Jagung Bakar dengan Traktir Semua Pembeli, Egois atau Dermawan?
-
BREAKING NEWS! Persija Resmi Tidak Perpanjang Kontrak Mauricio Souza
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer: Hukum Mati Saja Saya!
-
Staf Ahli Gubernur Kaltim Bawa-Bawa Status 'Cucu Nabi' demi Redam Demo Massa
-
Cara Buka Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel dari HP, Tak Perlu Antre di Bank
Terkini
-
Salat Idul Adha di Jakarta Berpotensi Diguyur Hujan Lokal, BMKG Minta Warga Waspada
-
Urutan Bacaan saat Menyembelih Sapi atau Kambing Kurban, Dari Basmalah hingga Doa Keberkahan
-
Manhattan Hotel Jakarta Raih Penghargaan Agoda Gold Circle Award 2025
-
Suspend SPPG, Mas Dhito Jenguk Siswa Diduga Keracunan MBG
-
Review 5 Sepatu Lari Lokal yang Katanya 'Tiru' Brand Luar, Mirip atau Beda Jauh?