SuaraJakarta.id - Lesunya perekonomian akibat penerapan PPKM Level 4 di DKI Jakarta turut dirasakan para sopir angkot. Berkurangnya mobilitas masyarakat Ibu Kota menjadikan pemasukan di kantong para sopir jadi seret.
Simangunsong, salah satu sopir angkot dengan trayek Terminal Pasar Senen-Kampung Melayu mengatakan, pendapatannya turun sampai 80 persen.
“Hancur kami, setoran dapat minyak enggak dapat. Minyak dapat, setoran enggak dapat,” kata Simangunsong saat ditemui Suara.com di Terminal Pasar Senen, Jakarta Pusat pada Senin (26/7/2021) kemarin.
Kata dia, sejak PPKM diberlakukan, pendapatannya menurun menjadi Rp 100 ribu sampai Rp 200 ribu dalam sehari dari 5 kali trayek.
Namun dari sejumlah uang itu harus dibagi lagi dengan pemilik angkot. Sehingga penghasilan yang dapat dibawanya hanya berkisar Rp 50-Rp 80 ribu.
“Tapi sering juga karena sepinya, setoran (uang sewa angkot) tidak kami kasih. Jadinya berutang dulu sama dia (pemilik angkot),” katanya.
Padahal, sebelum PPKM diberlakukan, Simangunsung dapat mengantongi uang bersih antara Rp 200 ribu-Rp 250 ribu dalam sehari.
“Bisa dapat sampai Rp 500 ribu, tapi itu dibagi lagi sama setoran," ucap dia.
Hal sama juga diungkapkan Sitorus, sopir angkot lainnya, ia mengeluhkan penurunan pendapatannya pada masa PPKM sekarang.
Terkadang saat pulang pergi dalam satu trayek, yakni Terminal Pasar Senen-Kampung Melayu, angkotnya tidak mengangkut penumpang sama sekali. Kalaupun ada hanya beberapa penumpang.
“Jadinya saya rugi, bensin keluar tapi pemasukan buat gantinya enggak ada,” keluhnya.
Sepinya penumpang diakui Sitorus, juga membuat jumlah utang setorannya ke pemilik angkot semakin menumpuk.
“Biar kata penumpang sepi, setoran kami tetap harus bayar. Kalau tidak ada uangnya, ya mau enggak mau harus berhutang dulu ke dia (pemilik angkot),” ujar Sitorus.
"Daripada kami enggak makan," sambungnya.
Karenanya, Simangunsong dan Sitorus berharap agar PKKM Level 4 segera berakhir, sehingga penghasilan mereka dapat normal seperti sediakala.
Seperti diketahui, Presiden Joko Widodo kembali memperpanjang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat atau PPKM Level 4 hingga 2 Agustus. Perpanjangan PPKM selama satu pekan lagi ini dilakukan karena situasi pandemi Covid-19 belum membaik.
"Dengan mempertimbangkan aspek kesehatan, aspek ekonomi dan dinamika sosial, saya memutuskan untuk melanjutkan penerapan PPKM Level 4 dari tanggal 26 Juli sampai 2 Agustus 2021," kata Jokowi dalam jumpa pers virtual, Minggu (25/7/2021) lalu.
Berita Terkait
-
Kabupaten Tangerang Tetap Jalankan PPKM Level 4, Ini Tanggapan Mendagri
-
Top 5 SuaraJogja: Pelecehan Seksual di Dekat SPBU Sagan, Pemuda Disabet Rombongan Motor
-
PPKM Level 4 di Kota Semarang: Penyekatan Jalan Dibuka, Makan di Warung Diperbolehkan
-
Dilonggarkan, Polisi Buka Sejumlah Titik Penyekatan di Kabupaten Kudus
-
PPKM Level 4 Dilonggarkan, Usaha Kecil Bisa Beroperasi tapi Jangan Berkerumun
Terpopuler
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 4 Serum Wardah untuk Mengecilkan Pori, Kulit Halus dan Mulus Bertahap
- Nasib Berubah, Ini 4 Shio yang Panen Keberuntungan dan Rezeki pada 29 Juli 2026
Pilihan
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
-
Cuma Sisa Rp200 Juta! Perampok Rp1,2 Miliar di Kalideres Diciduk Usai Habiskan 1 M Dalam 8 Hari
-
Survei SMRC Juli 2026: Elektabilitas Prabowo Anjlok Drastis, Disalip Dedi Mulyadi
-
Malaysia Dikit Lagi Resmi Berstatus Negara Maju, Pendapatan Warga Rp 250 Juta per Tahun
Terkini
-
Nikmati Weekday Brunch All You Can Eat Mulai Rp150.000 dengan City View di Manhattan Hotel Jakarta
-
KPP Apresiasi BRI, Jadi Bank Terbaik Penyalur KUR Perumahan
-
Transformasi Digital BRI Dongkrak Transaksi QRIS hingga Rp30,5 Triliun
-
Rehabilitasi Mangrove Berkelanjutan, 21.060 Bibit Ditanam di Pesisir Jakarta
-
Dari Parenting hingga Drone, Dua Kreator Ungkap Pesona Pesisir Jakarta