Scroll untuk membaca artikel
Bangun Santoso | Novian Ardiansyah
Selasa, 10 Agustus 2021 | 11:19 WIB
Sekretaris Fraksi PPP DPR RI Achmad Baidowi. (Dok. DPR)

Diketahui pengambilalihan bakal dilakukan karena alasan sebagian besar anggota DPR/MPR yang saat ini menjabat tidak memanfaatkan fasilitas rumah. Namun menurut Habiburokhman bahwa rumah dinas itu ditempati oleh banyak anggota DPR. Sehingga alasan ambil alih karena alasan tidak terpakai dinilai tidak tepat.

"Tidak terpakai dari mana saya sendiri tinggal di situ," kata Habiburokhman.

Habiburokhman sendiri memilih menempati rumah dinas di Kalibata karena alasan efektivitas. Di mana rumah ia di Bekasi dinilai terlalu jauh untuk menempuh waktu kerja pergi pulang ke Gedung DPR.

"Bayangin saya misal tadinya 2 jam 30 menit dari daerah bekasi sampai situ ke DPR jadi setengah jam. Hemat sekali waktu," kata Habiburokhman.

Baca Juga: Penjelasan Lengkap Anggota DPR RI Usai Resepsi Pernikahan di Solo Dibubarkan Satpol PP

Menurut dia, fasilitas yang merupakan hak Dewan sangat bermanfaat. Terutama bagi mereka legislator asal luar Jakarta yang memang tidak memiliki rumah di ibu kota atau sekitarnya.

Sebab itu ia menyatakan tidak sepakat jika Kemenkeu harus mengambil alih rumah dinas di Kalibata.

"Gak semua anggota Dewan itu punya rumah di Jakarta. Sebagian besar yang dari daerah malah gak punya," kata Habiburokhman.

"Jadi mereka daripada ngontrak ya memang kan fasilitasnya ada hak-hak kami ya. Kalau ngontrak tersebar-sebar juga susah sekarang ngontrak juga mahal banget," tandasnya.

Wacana Pengambilalihan Rumah Dinas DPR

Baca Juga: Legislator Gerindra, Penghuni Rumah Dinas, Menolak Kemenkeu Ambil Alih RJA DPR di Kalibata

Wacana pengambilalihan rumah dinas DPR/MPR di Kalibata, Jakarta Selatan oleh Kementerian Keuangan (Kemenkeu) kembali mengemuka.

Load More