SuaraJakarta.id - Pemprov DKI Jakarta, melalui Bank DKI, meraih penghargaan dari majalah Infobank. Penghargaan ini didapat karena Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) itu berhasil mencatat kinerja keuangan positif.
Sekretaris Perusahaan Bank DKI, Herry Djufraini mengatakan Bank DKI meraih predikat kinerja keuangan “Sangat Bagus” kategori Bank BUKU 3 dan golden trophy dari Majalah Infobank pada ajang 26th Infobank Awards 2021.
Penghargaan ini diberikan kepada Bank DKI karena berhasil membukukan kinerja serta aspek keuangan yang unggul berdasarkan hasil survey independen Biro Riset Infobank.
“Bank DKI menyampaikan terima kasih kepada segenap pemangku kepentingan atas penghargaan yang diberikan,” kata Sekretaris Perusahaan Bank DKI, Herry Djufraini, dalam keterangan tertulis, Kamis (9/9/2021).
Penghargaan ini diterima langsung oleh Plt. Direktur Utama Bank DKI Romy Wijayanto dalam acara penganugerahan 26th Infobank Awards 2021 yang digelar secara daring pada hari Selasa (7/9/2021) lalu.
Pemberian penghargaan ini didasarkan pada pertumbuhan positif dari sejumlah indikator kinerja keuangan Bank DKI pada tahun 2020 yang terus berlanjut.
“Di tahun 2021 ini, kinerja keuangan Bank DKI mencatatkan pertumbuhan kinerja yang positif, ditandai dengan pencapaian laba di Semester 1 tahun 2021 yang tumbuh sebesar 40,8 persen secara year-on year (YoY) dari Rp279 miliar per Juni 2020 menjadi Rp 394 miliar per Juni 2021,” tutur Herry.
Herry menambahkan, sejumlah indikator kinerja keuangan Bank DKI lainnya turut mengalami pertumbuhan secara YoY per Juni 2021.
Beberapa indikator seperti Dana Pihak Ketiga (DPK), penyaluran kredit, dan aset. Non-Performing Loan (NPL) juga menunjukkan kinerja yang membaik secara YoY per Juni 2021.
Baca Juga: Belum Tahu Kapan BST Tahap 7-8 Cair, Legislator: Diduga DKI Tak Punya Anggaran
Lebih lanjut, ia juga menyampaikan bahwa kinerja keuangan yang baik ini tidak lepas dari optimalisasi pertumbuhan danan murah khususnya dengan pemanfaatan nasabah melalui mobile banking Bank DKI JakOne Mobile di saat pandemi.
"Pembatasan mobilitas masyarakat telah mengubah perilaku konsumen seperti pergeseran ke arah layanan digital. Hal ini pun mendorong perbankan untuk beradaptasi demi memenuhi kebutuhan nasabah," pungkasnya.
Berita Terkait
-
Pemprov DKI Siapkan Tiga Terminal Utama Transjakarta Laut di Pulau Seribu, Mana Saja?
-
Buka Jalan Kuliah ke New York, Pemprov DKI Rancang Beasiswa Bergengsi LPDP Jakarta
-
Jakarta Kian Padat, Pemprov Siapkan 11 Rumah Susun Baru pada 2027
-
Pemprov DKI Guyur Rp2,11 Triliun untuk 7 Proyek Strategis: Bangun Rusun hingga Pengendali Banjir
-
Truk Sampah Bogor Banyak yang Uzur, Pemkot Minta Hibah Armada ke Jakarta
Terpopuler
- Sosok Arnold Aristoteles, Mantan Jenderal yang Dimarahi Menteri PU Dody Hanggodo
- Apakah Kulkas Harus Dimatikan saat Membersihkan Bunga Es? Begini Cara yang Benar
- 5482 Korban Keracunan MBG, Viral Ucapan Wapres Gibran: Bawa Bekal dari Rumah, MBG Jangan Dimakan
- 12 Pilihan Mesin Cuci Langsung Kering Tanpa Jemur
- Angka Hoki Shio untuk Menarik Rezeki dan Keberuntungan Finansial
Pilihan
-
Masinis Argo Bromo Anggrek Jadi Tersangka Kecelakaan Kereta di Bekasi
-
Jejak Aparat pada Kematian Pedagang Cermin saat Demo 27 Agustus 2026
-
Hasil Rapat Haji di Istana, Masa Tunggu Jadi 14 Tahun
-
Hasil Investigasi di Lapas Cibinong: Kulkas Berisi Miras hingga Perabotan Mewah Milik Kasi Kamtib
-
Bayi Dua Hari Ditinggalkan dalam Kardus, Tangisnya Bongkar Misteri di Depan Rumah Warga
Terkini
-
Tips Memilih Sekolah dengan Padukan Fasilitas Akademik dan Pengembangan Karakter Siswa
-
Swiss-Belresidences Kalibata Hadirkan Semangat Local Heart Lewat CSR dengan Sahabat Anak Cijantung
-
Sepeda dari BRI Peduli Ini Antar Mahesa ke Sekolah, Tidak Lagi Terhalang Banjir Rob
-
Gus Ipul Tegaskan Fitnah Harus Diuji melalui Proses Hukum
-
Bukan Sekadar Nobar, Momen Kaesang Pangarep Berbincang dan Berfoto Bersama Anak Disabilitas