SuaraJakarta.id - Fraksi PDIP DPRD DKI Jakarta tak terima penjelasan tertulis Pemprov DKI soal Formula E. Bahkan penjelasan dari Dinas Komunikasi dan Informatika atau Diskominfotik atas nama pejabat DKI dianggap hanya dianggap angan-angan.
Anggota DPRD DKI Fraksi PDI Perjuangan, Gilbert Simanjuntak mengatakan bahwa yang disampaikan Diskominfotik DKI soal bantahan pemborosan hingga hasil negosiasi ulang itu masih sebuah perkiraan.
"Sehingga dalam penjelasan Diskominfo ini tidak boleh disebut fakta, tapi sesuatu yang masih dalam perkiraan," ujar Gilbert saat dikonfirmasi, Kamis (30/9/2021).
Menurut Gilbert, apa yang disampaikan tidak berdasarkan penghitungan yang matang. Tidak disertai juga penjelasan yang rinci dan masuk akal.
"Perkiraan ini sesuatu yang imajiner/angan-angan, dan sesuatu yang tidak ada angka perhitungannya. Ini sesuatu yang tidak terukur (intangible) sehingga hanya sebagai kata-kata yang tidak ada dasarnya," katanya.
Pemprov DKI dalam keterangan tersebut menyinggung soal MotoGP Mandalika 2022. Gilbert menganggap dua ajang itu berbeda karena trek Formula E tidak bersifat permanen, beda dengan Mandalika.
"Jadi sangat berbeda dengan jalan permanen balapan (racing) di Mandalika yang hanya untuk racing (investasi) yang akhirnya disewa oleh MotoGP," tuturnya.
Ia menilai trek di Mandalika bisa digunakan untuk janga panjang. Berbagai event kelas dunia bisa menggunakan fasilitas itu, tidak hanya MotoGP.
"Jalanan untuk Formula E dibuat untuk digunakan asing, dan kita menyewa mereka agar balapan di Jakarta dengan menyerahkan commitment fee, membangun stadion dan lain-lain," pungkasnya.
Baca Juga: Kenalan dengan Formula E, Ajang Balap yang Jadi Perdebatan
Berita Terkait
Terpopuler
- Jadwal Pemadaman Listrik PLN Kamis 18 Juni 2026 Wilayah Jogja Jateng, Cek Daftar Lokasinya
- Motor Baru Harley-Davidson Harga Cuma Rp40 Jutaan, Tenaga Setara Motor 250cc
- 4 Rekomendasi Tablet Mini Serbaguna: Nyaman Digenggam, Muat Tas Kecil
- Viva Sunscreen Foundation SPF Berapa? Banyak Dapat Review Positif dari Pengguna
- KPK Ungkap Dugaan Modus 'Pinjam Bendera' di Proyek Gedung Pemkab Lamongan Rp151 Miliar
Pilihan
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
-
Ketegangan Memuncak di Hotel Sultan: Eksekusi Lahan Jadi Arena Perlawanan
Terkini
-
FIFGROUP Raih Penghargaan CSR Nasional Berkat Program Berkelanjutan dan Berdampak
-
Mas Dhito Lepas 126 Siswa Boarding School Passing Grade Terbaik untuk Masuk Perguruan Tinggi
-
Spesifikasi dan Harga AirPods 4 Terbaru Evolusi TWS Open-Ear Terbaik Apple
-
Gemakan Menuju Indonesia Bangkrut, Mahasiswa Gelar Aksi di Bundaran HI
-
Pemuda Bayar Motor Rp12 Juta dengan Uang Palsu, Modusnya Terbongkar dalam Hitungan Menit