SuaraJakarta.id - Pesenam ritmik dari DKI Jakarta Nabila Evandestiera menyabet emas dari nomor simpai dalam kompetisi final senam ritmik PON XX Papua 2021 di Istora Papua Bangkit.
Nabila mengungguli ketujuh peserta lainnya dengan raihan total poin sebesar 18.700 yang dinilai dari permainan apiknya menggunakan simpai.
Angka tersebut lebih besar daripada hasilnya di babak kualifikasi dengan total poin sebesar 18.000.
Dengan raihan itu, kini Nabila menjadi pesenam yang mendominasi perolehan emas di senam ritmik PON Papua dengan dua emas.
Lebih lanjut pada nomor simpai, medali perak dipastikan diraih oleh atlet asal Jawa Timur Rozanah Ghassani Nublah dengan total poin 16.000.
Ia juga mengalami peningkatan poin di final nomor simpai karena sebelumnya pada kualifikasi ia meraih nilai 14.850.
Prestasi itu meningkat karena pada PON XIX 2016, Rozanah hanya menempati urutan ketiga dan mendapatkan perunggu.
Sementara pada posisi ketiga atau medali perunggu untuk nomor simpai pada PON Papua ini diraih oleh Fanni Fauziah atlet asal Jawa Barat dengan total poin 15.650.
Wanita asal Bumi Parahyangan itu juga mengalami peningkatan hasil di final simpai karena pada babak kualifikasi ia hanya mendapatkan poin sebesar 14.150.
Baca Juga: PON Papua: Nabila Sabet Emas untuk DKI dari Nomor Simpai Senam Ritmik
Sebelumnya Nabila telah menyabet emas dari nomor serba bisa perorangan PON 2021 Senam.
Dia mengalahkan atlet asal Lampung Sutjiati K Narendra yang baru debut di PON Papua dan juga rekannya Tri Wahyuni.
Wanita yang kerap disapa Bela itu mendapatkan nilai total 67.000 mengungguli Sutjiati yang memperoleh 65.650 dan Tri Wahyuni yang memperoleh nilai 64.150. [Antara]
Berita Terkait
-
Dinilai Paling Paham 'Jeroan' Ibu Kota, DPRD DKI Minta Kapolri Baru Perkuat Keamanan Jakarta
-
Terakhir di Era Ahok, Apa Niat Pramono Buka Balai Kota Jakarta Lagi untuk Umum?
-
Tanggul Laut Teluk Jakarta Dinilai Rawan Picu Pencemaran jika Hulu Diabaikan
-
Kursi DPRD Jakarta Berpeluang Nambah, Baleg DPR Beri Lampu Hijau Revisi UU DKJ
-
Namu Balai Kota: Wahana Anyar untuk Bertandang, Merawat Tradisi dan Mengintip Birokrasi
Terpopuler
- WNI Tentara Bayaran Rusia, Rendi Apriyanto Sempat Kirim Duit ke Ortu Tapi Rekening Diblokir
- Operasi Politik Presisi Prabowo: Preteli Siji-siji
- Kekayaan Jusuf Hamka yang Dilaporkan Hary Tanoesoedibjo ke Polisi
- Jaksa Agung Burhanuddin Muncul di Istana, Bantah Bakal Dilantik jadi Jampidum
- 3 Sepatu Lokal Paling Nyaman dan Empuk untuk Jalan Terbaik Menurut Review
Pilihan
-
Resmi, Syahganda Nainggolan Jadi Kepala Bakom RI Gantikan Muhammad Qodari
-
Hadir di Istana, Pratikno Buka Suara Soal Isu Jadi Ketua Wantimpres Era Prabowo
-
Disorot Gegara Gaya Hidup Mewah, Timothy Ivan Mundur dari Deputi II Bakom RI: Ingin Introspeksi Diri
-
KBRI di Singapura Tak Punya Dokumen Soal Jenjang Pendidikan Gibran di Orchid Park dan MDIS
-
Pemain Timnas Indonesia Dapat Ancaman Pembunuhan
Terkini
-
Viral di Medsos! Penganiayaan Sadis ABK Cumi KM Maulana 23 Terbongkar
-
Dukung Penanganan Karhutla, NHM Serahkan Bantuan Tangki Air Operasional kepada BPBD Halmahera Utara
-
Kawasan Pesisir Jakarta Makin Terhubung, Akses Jadi Pertimbangan Pelaku Usaha
-
BRI Peduli Sahabat Disabilitas Bekali Peserta dengan Pelatihan dan Kesempatan Pemagangan
-
Tips Memilih Sekolah dengan Padukan Fasilitas Akademik dan Pengembangan Karakter Siswa