SuaraJakarta.id - Aliansi Gerakan Buruh Bersama Rakyat atau disingkat Gebrak memperingati Hari Sumpah Pemuda dengan menggelar aksi demonstrasi di kawasan Patung Kuda, Jakarta Pusat. Aksi massa buruh dan mahasiswa ini bertemakan evaluasi dua tahun pemerintahan Joko Widodo - Maruf Amin.
Hingga sore ini, massa masih bertahan di lokasi meski diguyur hujan lebat. Ketua Umum Kongres Aliansi Serikat Buruh Indonesia/Kasbi Nining Elitos mengatakan, selama dua tahun Rezim Jokowi-Maruf membuat negeri ini semakin terpuruk.
"Di negeri ini justru yang kita rasakan adalah semakin mengalami keterpurukan," kata Nining di lokasi, Kamis (28/10/2021).
Keterpurukan itu, kata Nining adalah situasi dan kondisi objektif yang dihadapi oleh kaum buruh yang makin sulit secara ekonomi. Kemudian, semakin rendah dan lemahnya penegakan hukum yang membuat kesejahteraan kaum buruh makin menurun. Banyak buruh yang di rumahkan dan di PHK dari pekerjaannya.
Semua itu, lanjut Nining adalah imbas dari Omnibus Law - UU Cipta Kerja yang disahkan oleh pemerintahan Jokowi. Padahal sejak awal regulasi itu telah dikritik oleh banyak pihak, tapi tidak didengar oleh pemerintah.
"Termasuk Presiden pun memaksa diri melahirkan satu regulasi ugal-ugalan yang kemudian tanpa melihat apa yang menjadi kondisi objektif rakyatnya," ujar Nining.
Atas fakta itu, aliansi Gebrak menilai hari ini pemerintah telah gagal dalam mensejahterakan rakyat. Kegagalan itu menjadi pemantik bagi rakyat untuk kembali turun ke jalan di tenagh pandemi Covid-19.
"Padahal, seharusnya di masa pandemi, di masa sekrisis ini, pemerintah seharusnya lebih fokus bagaimana penyelamatan kesehatan. Penyelamatan ekonomi rakyat, tapi bukan hanya semata-mata penyelamatan ekonomi kapitalis," tegas Nining.
Sementara itu, hingga sore ini tidak ada satupun pejabat dari dari Istana Kepresidenan yang menemui massa aksi.
Baca Juga: Demo Tak Kunjung Diterima Jokowi, Buruh Sebut Istana Cuma Terima Orang Bermobil Mewah
Elemen buruh yang bergabung dalam aksi ini antara lain, Kongres Aliansi Serikat Buruh Indonesia (Kasbi), Konfederasi Persatuan Buruh Indonesia (KPBI), Konsorsium Pembaruan Agraria (KPA), Sentral Gerakan Buruh Nasional (SGBN), Konfederasi Serikat Nasional (KSN), Serikat Pekerja Media dan Industri Kreatif untuk Demokrasi (Sindikasi).
Selain buruh, aksi ini juga akan diikuti oleh mahasiswa dari BEM Universitas Indonesia, petani, miskin kota, pemuda, pelajar, perempuan, nelayan, dan pembela HAM.
Berita Terkait
Terpopuler
- Masuk Red Notice Interpol, Erick Soedjasa Ditangkap Bareskrim di Bandara Juanda
- Arti Weton Bumi Kapetak Menurut Primbon Jawa: Karakter Tangguh dan Tahan Banting Menuju Sukses
- Skandal Biksu Thailand Viral: Dana Kuil Rp46 M Raib, Emas 16 Kg Disita hingga Rekaman Tak Senonoh
- Berapa Harga Oven Mini? Cek 9 Rekomendasi Merek Berkualitas dan Kisarannya
- 8 Cara Mudah Membersihkan Panci Gosong dan Berkerak agar Kembali Kinclong
Pilihan
-
Pakar UNS Soroti Pemangkasan Anggaran Kebencanaan: Negara Kita Suka Kejadian Dulu Baru Dikaji!
-
Catat! Jadwal Resmi Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026: Lawan Malaysia di SUGBK
-
Rp11 Triliun Disiapkan untuk Isi Rekening Massal, Seorang Dapat Berapa?
-
Harusnya Bisa Kenyang dan Sehat, 230 Siswa di Pati Malah Keracunan Usai Santap MBG
-
Drone Thermal Dikerahkan, SAR Perluas Pencarian 5 Jurnalis Hilang di Perairan Anak Krakatau
Terkini
-
5 Tahun Holding UMi, BRI Perkuat Pembiayaan dan Pemberdayaan Usaha Ultra Mikro
-
Dari Cirebon ke Taipei, Tati Purwanti Bawa Kuliner Lokal dan Tumbuh Bersama BRI
-
Wajah Baru Museum Kediri, Kini Jadi Pusat Layanan Budaya Terpadu
-
Raih Penghargaan IDX Channel 2026, BRImo Taiwan Jadi Solusi Keuangan Diaspora dan PMI
-
Kasus Dolar Singapura Palsu, Kuasa Hukum Ungkap Janji Imbalan 1.500 SGD Per Lembar