Chandra Iswinarno | Fakhri Fuadi Muflih
Ilustrasi bangunan puskesmas. (Suara.com/Yasir)

SuaraJakarta.id - Ketua Fraksi Partai Solidaritas Indonesia (PSI) DPRD DKI Jakarta Idris Ahmad menyoroti soal ketersediaan puskesmas di ibu kota yang masih kurang. Menurutnya, fasilitas kesehatan itu harus ada di tiap Kelurahan.

Namun, kata Idris, terdapat 13 Kelurahan di Jakarta Pusat yang belum memiliki Puskesmas. Dia pun meminta Pemprov DKI Jakarta dapat lebih serius memperjuangkan penambahan ini.

“Wilayah Jakarta Pusat ini semua dekat dengan balai kota tapi masih ada 13 Kelurahan yang belum memiliki puskesmas. Penambahannya juga saya nilai sangat lambat setiap tahunnya.” ujar Idris kepada wartawan, Minggu (7/11/2021).

Ketersediaan Puskesmas, kata Idris, penting bagi masyarakat. Jika tidak ada, maka warga harus mengeluarkan biaya lebih untuk ongkos transportasi ke puskesmas Kecamatan atau puskesmas Kelurahan lain. 

Baca Juga: Honor Naik 10 Persen, DPRD DKI: Bentuk Rasa Sayang Kami ke Guru PAUD dan Honorer

Mengenai permintaan membangun Puskesmas baru ini, ia meyakini masalah utamanya adalah keterbatasan lahan tanah.

"Dinas Kesehatan dapat proaktif berkoordinasi dengan Badan Pengelolaan Aset Daerah (BPAD) untuk mengoptimalkan tanah milik Pemprov DKI Jakarta," katanya.

Selain itu, ketika sudah masuk ke pengadaan, ia tak ingin ada lagi nantinya proyek yang terbengkalai.

“Saya minta Dinkes juga lebih proaktif berjuang mencari aset mana yang bisa dipakai. Juga jangan sampai jika tanahnya sudah ada atau bisa dibeli tapi tidak kunjung dibangun,” katanya.

Baca Juga: Usaha Karaoke di Jakarta Mulai Buka, Pemprov DKI Siapkan Aturan Prokes

Komentar