SuaraJakarta.id - Sejumlah tokoh masyarakat dan perwakilan organisasi kemasyarakatan (Ormas) melakukan deklarasi mendukung pasangan Prabowo Subianto-Puan Maharani sebagai calon Presiden dan Wakil Presiden pada Pilpres 2024 mendatang.
Mereka menamai kelompoknya sebagai Poros Prabowo-Puan dan mulai menggalang dukungan di Banten. Salah satunya di wilayah Tangerang Selatan.
Deklarasi tingkat daerah itu sebagai lanjutan dari deklarasi tingkat nasional yang dilakukan pada awal November 2021 di Jakarta.
Koordinator Dewan Presidium Pusat Deklarator Poros Prabowo-Puan, Andianto mengatakan, deklarasi dilakukan untuk menggalang massa di tingkat daerah.
Menurutnya, Prabowo-Puan dianggap sebagai sosok tepat memimpin Indonesia bangkit dari keterpurukan ekonomi.
"Indonesia hampir dikatakan menurun secara ekonomi akibat pandemi, dibutuhkan pemimpin yang mampu menyelesaikan persoalan ekonomi," katanya saat deklarasi, Senin (29/11/2021).
Selain itu, Andianto bahkan menyinggung soal peran Prabowo Subianto menangani konflik Laut Cina Selatan yang berpotensi menimbulkan Perang Dunia ketiga.
"Di lain sisi, Laut Cina Selatan tengah memanas saat ini, sangat mungkin mengakibatkan Perang Dunia Ketiga. Sosok Prabowo Subianto yang menjabat Menteri Pertahanan mampu menangani konflik Laut Cina Selatan agar Perang Dunia Ketiga tidak terjadi," ungkap Andianto.
"Saya pikir Pak Prabowo orang yang sangat tepat untuk menuntaskan persoalan Laut Cina Selatan. Beliau adalah seorang militer saya pikir bisa diselesaikan oleh Pak Prabowo," tambahnya.
Baca Juga: Gerindra Siap Kerja dengan PDIP, PPP Malah Ingin Ada Poros Ketiga di Pilpres 2024
Sementara itu, sosok Puan Maharani dianggap sebagai sosok yang dapat membuat rakyat sejahtera.
"Di lain sisi Puan Maharani sebagai sosok pemimpin beliau pernah menjadi Menteri PMK, beliau adalah pewaris trah Soekarno sebagai pendiri bangsa. Cita-cita besar Soekarno untuk membuat rakyat menjadi makmur, rakyat kecil yang tertindas menjadi sejahtera, saat ini belum tercapai sepenuhnya. Jadi bisa direalisasikan oleh Puan Maharani," paparnya.
Disinggung soal Prabowo-Ganjar Pranowo, menurutnya hal itu hanya sebagai langkah politik dari para pendukungnya. Keputusannya, kata Andianto, tergantung Partai Gerindra dan PDIP.
"Kalau itu sah-sah aja. Kalau menurut kami hal rasional adalah bagaimana diusung oleh parpol sesuai undang-undang berlaku. Kami pun akan mendorong partai untuk mendukung Prabowo-Puan," pungkasnya.
Kontributor : Wivy Hikmatullah
Berita Terkait
-
Singgung Bung Karno di Forum Gerakan Non-Blok, Puan Dorong GNB Dukung Palestina Merdeka
-
Pimpin General Debate IPU, Puan Bicara Pemerataan Vaksin Hingga Transparansi DPR
-
Tingkat Kinerja ASN, Ganjar: Itu Disiapkan Untuk Masuk Society 5.0
-
Kunjungi UNWTO, Puan Maharani Sebut Pariwisata Indonesia Membaik
-
Puan Maharani: 70 Persen Healthcare pada Penanganan Covid-19 Adalah Perempuan
Terpopuler
- Kajian UGM: Durasi Pidato Prabowo Naik Tiga Kali Lipat, Ucapan Tidak Pantas Tercatat 311 Kali
- 3 Sepatu Puma Tanpa Tali yang Nyaman Buat Jalan, Bergaya hingga Lari
- Urutan Skincare Pagi Viva untuk Anti-Aging Usia 40 Tahun ke Atas, Rawat Kulit Awet Muda
- 5 HP OPPO Terbaru di Indonesia, dari Midrange Tangguh hingga Flagship Superior
- Buntut Panjang RI Pangkas Ekspor Gas, Bahlil Kini Ketakutan Impor Pertalite Distop Singapura
Pilihan
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
-
RM Soeharjo Djajengasmoro: Tokoh Penting Pemuda yang Didepak dari Kampus Sendiri karena Ijazah
-
'Partai Mahasiswa' Serbia Guncang Eropa! Kalahkan Rezim Lewat Pemilu
Terkini
-
BRI Permudah Persetujuan Transaksi Bisnis Kapan Saja Lewat Qlola Mobile
-
BRI Kartu Kredit & Kartu BRI Debit Promo Spesial Sumpah Pemuda, Ada Cashback & Diskon Belanja Hemat
-
Belajar Geologi Tak Cukup dari Buku, Mahasiswa UGM Bedah Sampel Batuan Proyek Huu
-
Polda Metro Jaya Hentikan Penyelidikan Kasus Dugaan Penipuan Kripto Timothy Ronald
-
Kualitas Pendidikan Nasional Makin Kuat, Revitalisasi Sekolah dan Digitalisasi Terus Diperluas