SuaraJakarta.id - BUMD DKI Jakarta, Perumda Dharma Jaya berencana mengimpor daging sapi beku sekitar 2.500 ton. Terbanyak dari Australia.
Impor daging sapi ini untuk memenuhi kebutuhan warga Ibu Kota dan sekitarnya hingga April 2022 termasuk untuk Lebaran.
"Sekitar 700 ton sebulan," kata Direktur Utama Perumda Dharma Jaya, Raditya Endra Budiman ketika mengikuti rapat terkait pangan dengan Komisi B DPRD DKI di Gedung DPRD DKI Jakarta, Kamis (6/1/2022).
Menurut dia, impor daging sapi beku didominasi dari Australia dan sebagian kecil lainnya dari Brasil dan India.
Ia memproyeksi aliran masuk daging sapi beku sekitar 700 ton per bulan itu menyesuaikan kebutuhan, yakni untuk peserta Kartu Jakarta Pintar (KJP) Plus sekitar 400 ton dan kebutuhan untuk Dharma Jaya sekitar 200 ton.
Meski pandemi COVID-19 mempengaruhi kinerja rumah potong di Australia yang banyak tidak beroperasi, namun ia memastikan DKI Jakarta sudah mengamankan alokasi daging beku impor tersebut.
Untuk mengantisipasi kendala impor dari Australia akibat pandemi COVID-19, pihaknya sudah mengajukan permohonan kepada Perum Bulog dan PT Berdikari (Persero) untuk penyaluran daging kerbau dan daging sapi dari Brazil ke DKI.
"Di Australia per hari ini saja sudah banyak rumah potong tutup karena membeludak kasus COVID-19. Hal ini menyebabkan nanti Februari, Maret, April, ada kemungkinan mereka tidak bisa 'deliver' banyak ke negara lain termasuk Indonesia," katanya.
Sementara itu, pasokan sapi lokal dari beberapa daerah di Tanah Air, salah satunya dari Nusa Tenggara Timur (NTT), kata dia, dapat menjadi opsi untuk memenuhi kebutuhan meski hingga saat ini alokasi daging sapi impor masih bisa dipenuhi
Baca Juga: Malaysia Tambah 123 Kasus Omicron, 44 Penularan Impor
Beberapa daerah yang menjadi sumber peternakan sapi dalam negeri juga sudah dilakukan penjajakan di antaranya Jawa Tengah.
"Memang rencana begitu tapi sampai sekarang kami masih bisa dapat (alokasi impor). Jadi belum kami lakukan, tapi nanti seandainya begitu, kami ambil lokal," katanya.
"Kami sudah mulai mengumpulkan dari NTT, Jawa Tengah sudah mulai masuk, sumber sapi udah kita dekati," katanya.
Sapi hidup dari NTT, kata dia, tak hanya untuk memenuhi kebutuhan di DKI Jakarta, tapi juga untuk dijual kembali ke daerah lain di Sumatera, salah satunya Pekanbaru setelah melalui penggemukan di kandang di Serang, Banten, yang dioperasikan oleh BUMD DKI ini.
Saat ini stok daging sapi yang ada di Dharma Jaya mencapai sekitar 300 ton. Sedangkan kebutuhan daging sapi berdasarkan prognosa per bulan mencapai sekitar 5.600 ton atau per tahun mencapai sekitar 69 ribu ton. [Antara]
Berita Terkait
-
Indonesia Diminta Setop Impor Perahu Naga
-
Transaksi Ekspor Impor Jadi Satu Pintu Masuk BRI dalam Tingkatkan Client Base
-
Heboh Arab Saudi Impor Pohon Natal Dan Pakaian Sinterklas, Benarkah?
-
Bangkitnya Ekspor Impor Indonesia
-
Tegaskan Stop Impor Obat Hingga Alat Kesehatan, Jokowi: Kita Produksi Sendiri
Terpopuler
Pilihan
-
Detik-detik Remaja di Makassar Tewas Tertembak, Perwira Polisi Jadi Tersangka
-
100 Hari Jelang Piala Dunia 2026, FIFA Belum Kantongi Izin dari Dewan Kota
-
Nelayan Tanpa Perahu di Sambeng, Menjaga Kali Progo dari Ancaman Tambang Tanah Urug
-
Hasil BRI Super League: Lewat Duel Sengit, Persija Jakarta Harus Puas Ditahan Borneo FC
-
Dua Kapal Tanker Pertamina Masih di Selat Hormuz, Begini Nasib Awaknya
Terkini
-
Warga Jakarta Wajib Tahu! Waktu Imsak Hari ini, 4 Maret 2026 Jangan Sampai Mepet Subuh
-
Cek Fakta: Viral Undian Haji dan Umrah Gratis 2026 Kemenag, Benarkah atau Modus Penipuan?
-
Jelang Mudik Lebaran, Mas Dhito Minta PUPR Gerak Cepat Penanganan Jalan Berlubang
-
Gerhana Bulan Total 3 Maret 2026 Tidak Merah Terang, Apa yang Sebenarnya Terjadi?
-
Jam Berapa Buka Puasa di Jakarta Hari Ini? Jadwal Lengkap 3 Maret 2026