SuaraJakarta.id - Kasus COVID-19 di DKI Jakarta belakangan ini kembali mengalami peningkatan. Tercatat per tanggal 10 Januari 2022, ada 2.129 kasus aktif COVID-19 di Jakarta. Atau ada penambahan 255 kasus.
Menyikapi hal ini, Pemprov DKI Jakarta pun mulai menyiapkan skenario untuk kembali menerapkan sekolah online. Hal itu disampaikan Kepala Bagian Humas Dinas Pendidikan DKI Jakarta Taga Radja Gah.
Taga menjelaskan, aturan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) di sekolah mengikuti ketentuan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di Jakarta.
Jika nantinya status PPKM Jakarta dinaikkan, lanjut Taga, maka Disdik DKI telah memiliki skenario yang siap untuk dilaksanakan.
"Kami sudah mengantisipasi jika kondisi di DKI Jakarta memasuki atau mendekat pada Level 3. Kalau PPKM Level 3, pembelajaran campuran, sebagian di rumah dan sebagian PTM," ujar Taga, Selasa (11/1/2022).
Kegiatan pembelajaran campuran sudah pernah dilakukan Pemprov DKI saat Ibu Kota berstatus PPKM Level 3 pada Juli-Desember 2021 lalu.
Saat itu, kapasitas PTM di seskolah hanya 50 persen. Jam belajar hanya empat saja dan kegiatan belajar di sekolah hanya tiga kali dalam satu pekan; Senin, Rabu dan Jumat.
Taga menyatakan, pihaknya sudah siap jika nantinya kembali harus menerapkan aturan pengetatan di sekolah.
Namun demikian, Disdik DKI Jakarta masih menunggu instruksi lebih lanjut dari pemerintah.
Baca Juga: Vaksinasi Anak di Jakarta Masih 55 Persen, Disdik DKI Sebut Ada Orang Tua Tak Beri Izin
"Itu sudah kami antisipasi kalau terjadi hal yang tidak diinginkan, berdasarkan regulasi SKB 4 Menteri dan SK Kadisdik Nomor 1363 Tahun 2021 mengenai petunjuk teknis PTM terbatas di Jakarta," pungkasnya.
Berita Terkait
-
Vaksinasi Anak di Jakarta Masih 55 Persen, Disdik DKI Sebut Ada Orang Tua Tak Beri Izin
-
Kasus COVID-19 Pada Orang yang Sudah Divaksinasi Naik, Korea Selatan Siaga
-
7 Langkah Cegah Penyebaran Virus Corona Covid-19 di Sekolah
-
Selama PTM, Satpol PP Kota Solo Temukan 89 Siswa Langgar Prokes Covid-19
-
Peneliti: Vaksin Non-Covid Dapat Mengurangi Beban Pandemi Virus Corona dan Rumah Sakit
Terpopuler
- Ogah Bayar Tarif Selat Hormuz ke Iran, Singapura: Ingat Selat Malaka Lebih Strategis!
- Harga Minyak Dunia Turun Drastis Usai Pengumuman Gencatan Senjata Perang Iran
- Dicopot Dedi Mulyadi Gegara KTP, Segini Fantastisnya Gaji Kepala Samsat Soekarno-Hatta!
- Intip Kekayaan Ida Hamidah, Pimpinan Samsat Soetta yang Dicopot Dedi Mulyadi gara-gara Pajak
- 7 Tablet Rp2 Jutaan SIM Card Pengganti Laptop, Spek Tinggi Cocok Buat Editing Video
Pilihan
-
Buat Kaum dengan Upah Pas-pasan, Nabung dan Investasi Adalah Kemewahan
-
Resmi! Liliek Prisbawono Jadi Hakim MK Gantikan Anwar Usman
-
Apartemen Bassura Jadi Markas Vape Narkoba, Wanita Berinisial E Diciduk Bersama Ribuan Barang Bukti!
-
Mendadak Jakarta Blackout Massal: Sempat Dikira Peringatan Hari Bumi, MRT Terganggu
-
Benjamin Netanyahu Resmi Diseret ke Pengadilan Duduk di Kursi Terdakwa
Terkini
-
Tiga Tuntutan Besar LTJ: Dari Desakan Keluar BOP Hingga Reformasi Total Pendidikan
-
Cek Fakta: Heboh Donasi Fantastis ke Iran dari Warga RI, Benarkah atau Hoaks?
-
Review Jujur Sepatu Lari Murah di Decathlon, Layakkah Dipakai Lari 5 Km Setiap Pagi di 2026?
-
Cara Memilih Sunscreen Spray yang Tidak Merusak Makeup di 2026, Lengkap dengan Rekomendasi Produknya
-
Bahas Flyover Mengkreng, Mas Dhito Bertemu Bupati Nganjuk dan Jombang