SuaraJakarta.id - Kebakaran menghanguskan sembilan kios dagangan di Jalan Mesjid gedong RT 4/RW 1, Pasar Rebo, Jakarta Timur, pada Jumat (28/1/2022).
Kasi Operasional Sudin Gulkarmat Jakarta Timur, Gatot Sulaeman menjelaskan, kebakaran di Pasar Rebo itu terjadi sekitar pukul 15.08 WIB.
"Objek terbakar ada sembilan kios dagangan. Penyebab kompor gas dari warung pecel lele," kata Gatot.
Gatot menambahkan api bersumber dari kompor gas yang ditinggal pemilik warung pecel lele tersebut saat sedang memasak.
Gatot mengatakan beberapa kios yang terbakar di antaranya kios sembako, jamu, minyak wangi, sol sepatu, hingga warteg.
"Pengerahan 11 unit mobil pompa dengan total 55 orang personel," ujar Gatot.
Gatot mengatakan bahwa api berhasil dipadamkan sekitar pukul 16.00 WIB.
Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa kebakaran itu. Namun kerugian diperkirakan mencapai Rp 500 juta.
Baca Juga: Momen Petugas Damkar Kasih Napas Buatan Kucing, Bikin Haru
Berita Terkait
Terpopuler
- Kenapa Maudy Ayunda Disebut Tak Napak Tanah? Ini Kronologinya
- Menteri Keuangan Purbaya Diganti Hari Ini? Wakilnya Sudah ke Istana Pakai Jas
- Status Terbaru Anak Purbaya: Mafia Ancam Presiden Dibalik Pemecatan Bapak, Ada Foto Raja Juli
- Update Reshuffle Kabinet Hari Ini: Menlu Sugiono Dikabarkan Diganti
- Resmi! Menkeu Purbaya Dicopot, Diganti Suahasil Nazara
Pilihan
-
Dari Aceh hingga Nusa Tenggara, Membaca Peta Ancaman Megathrust Indonesia
-
Kabar Buruk dari Italia: Jay Idzes Cedera 30-35 Hari Absen Bela Timnas Indonesia
-
Purbaya Ogah Bicara Panjang Saat Sertijab Menkeu ke Suahasil: Terima Kasih Semua
-
Apa Salah Purbaya hingga Dipecat Lewat Panggilan Telepon?
-
Pejabat Kantor Pertanahan Terjaring OTT KPK di Jakarta dan Bogor
Terkini
-
BRI Raih Penghargaan Industri Olahraga di Indonesia Sports Summit 2026
-
Siapkan Dana Pensiun Dengan BRI DPLK, Ada Bonus Saldo Rp81.000
-
5 Tahun Holding UMi, BRI Perkuat Pembiayaan dan Pemberdayaan Usaha Ultra Mikro
-
Dari Cirebon ke Taipei, Tati Purwanti Bawa Kuliner Lokal dan Tumbuh Bersama BRI
-
Wajah Baru Museum Kediri, Kini Jadi Pusat Layanan Budaya Terpadu