SuaraJakarta.id - Gelombang tiga Covid-19 yang ditegaskan Ketua Satuan Tugas Covid-19 Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Prof Zubairi Djoerban mulai dirasakan di wilayah DKI Jakarta. Hal tersebut dikuatkan dengan meningkatnya angka keterisian tempat tidur atau bed occupancy rate (BOR) RSUP Persahabatan yang mencapai 84,6 Persen.
Lantaran itu, Direktur Utama RSUP Persahabatan Jakarta dr Agus Dwi Susanto mendesak pemerintah meningkatkan level pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) di wilayah Ibu Kota Jakarta. Permintaan tersebut disampaikan karena Pandemi Covid-19 yang kini meningkat akibat varian Omicron.
"Tentunya level PPKM ini harus ditingkatkan sesuai dengan zona dari masing-masing daerah, kalau DKI sekarang rasanya sudah merah, tentunya PPKM levelnya harus disesuaikan supaya pencegahannya bisa maksimal," kata Agus dalam jumpa pers, Rabu (2/2/2022).
Ia mengemukakan, pencegahan lonjakan pandemi lebih parah harus dilakukan sedini mungkin. Langkah tersebut harus dilakukan agar sistem kesehatan tidak kolaps seperti yang terjadi saat gelombang kedua Covid-19 varian delta melanda Indonesia pada pertengahan tahun lalu.
Selain itu, ia juga meminta pemerintah melakukan kewajibannya menjalankan 3T; testing, tracing, dan treatment secara maksimal dan dilakukan selama lonjakan Omicron saat ini. Pun masyarakat juga diminta harus semakin disiplin mematuhi protokol kesehatan 5M; memakai masker, menjaga jarak, menjauhi kerumunan, menjauhi kerumunan, dan mengurangi mobilitas, termasuk segera mendapatkan vaksinasi Covid-19 di tempat pelayanan kesehatan terdekat.
"Jadi sekarang perlu kerja sama dari masyarakat untuk bisa mencegah yang sakit tambah banyak ya harus menjalankan prokes," tegasnya.
Lebih lanjut, dia mengemukakan, angka keterpakaian tempat tidur atau BOR di RSUP Persahabatan mencapai 84,6 persen. Sementara, Pasien Covid-19 yang masih dirawat di RSUP Persahabatan hingga saat ini berjumlah 55 orang dari 65 bed yang tersedia.
Mereka berada di ruang isolasi 38 orang, ruang ICU 3 orang, 14 orang di antaranya merupakan pasien probable omicron.
Secara kumulatif sejak 1 Januari hingga 2 Februari 2022 total pasien Covid-19 di RSUP Persahabatan mencapai 156 orang, padahal pada Desember 2021 mereka hanya merawat rata-rata 5 pasien Covid-19. Sebanyak 156 pasien tersebut ada 56 orang yang terkonfirmasi positif Covid-19 varian Omicron, sementara 100 lainnya bukan Omicron.
Baca Juga: Anies Minta Jangan Panik Meski Kasus Covid-19 Meroket, DPRD DKI: RS Masih Diisi Orang Mampu
Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyatakan pihaknya belum mau menghentikan kegiatan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) 100 persen. Menurutnya, sampai saat ini kebijakan tersebut masih bisa dijalankan. Ia mengemukakan di situasi ketika angka penularan Covid-19 yang mulai melonjak, harus dihadapi dengan tenang.
Lantaran itu, masyarakat diminta tidak panik dan harus tetap waspada apalagi ada varian baru virus corona B.1.1.529 atau Omicron.
"Jadi ini situasi di mana kita harus tenang. kita harus tenang kita harus sadar bahwa iya Omicron ini meningkat. Iya kita harus hati-hati," ujar Anies di Palmerah, Jakarta Barat, Selasa (1/2/2022).
Menurutnya, masyarakat perlu menyadari memang belakangan jumlah orang yang terpapar omicron terus bertambah. Namun, varian baru itu masih tidak berbahaya seperti varian delta.
"Tapi di sisi lain tingkat keparahannya itu tidak seperti enam bulan lalu," jelasnya.
Karena itu, Anies meminta agar masyarakat tetap menjalankan protokol kesehatan pencegahan penularan Covid-19. Jika memang ditemukan ada kasus positif, maka diminta segera melapor ke fasilitas kesehatan dan melakukan isolasi mandiri.
Berita Terkait
Terpopuler
- 3 Moisturizer Kolagen untuk Kulit Keriput Usia 45 ke Atas, Bikin Wajah Kencang Sesuai Review
- 5 Sepatu Skechers Max Cushioning yang Empuk untuk Jalan Kaki Jauh dan Olahraga
- 4 Parfum Aroma Teh di Alfamart yang Tahan Lama Sesuai Review, Harga Mulai Rp30 Ribuan
- Rekomendasi Produk Viva untuk Eksfoliasi Wajah, Mulai Rp12 Ribuan
- Apakah Pertalite Akan Naik Harga 26 September 2026? Ini Kata Bahlil
Pilihan
-
Tanpa Pengacara, WNI Didakwa Edarkan 25 Kg Heroin: Terancam Hukuman Mati di Malaysia
-
Dramatis! Ubed Persembahkan Medali Emas Asian Games 2026 untuk Indonesia
-
Massa Buruh Mulai Padati Thamrin, Andi Gani Pimpin Langsung Aksi Tuntut Keadilan RUU Ketenagakerjaan
-
Bawa Kentongan Hingga Kenakan Topi Caping, Massa Hari Tani Nasional Mulai Padati Depan Gedung DPR
-
Hukuman Lebih Ringan, Pengadilan Tinggi DKI Jakarta Vonis Nadiem Makarim 9 Tahun Penjara
Terkini
-
Pestapora 2026 Hadirkan Ragam Keseruan, Ada Promo dan Hadiah dari BRI
-
Transaksi Rp270 Juta, BRI Tawarkan Ekstra 27.000 GarudaMiles
-
Kenali Sinyal Kulit dan Pemicunya, Tren Perawatan Kini Bergeser ke Skin Longevity
-
Jelajah IDW 2026 Sambil Bikin Konten, Pengunjung Berpeluang Bawa Pulang Hadiah
-
BRI Private Bawa Pengalaman Kesehatan Premium Lewat Layanan Medical Check Up