SuaraJakarta.id - Satuan Tugas Penanganan Covid-19 menyampaikan bahwa DKI Jakarta menjadi penyumbang kasus Covid-19 tertinggi mingguan nasional.
Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito mengatakan, DKI Jakarta menjadi provinsi yang menyumbang angka kasus Covid-19 mingguan nasional tertinggi, yakni 42 persen.
"DKI Jakarta menyumbangkan 42 persen kasus nasional. Kasus di DKI Jakarta naik 138 kali lipat dalam enam minggu," kata Wiku dalam konferensi pers yang diikuti secara daring di Jakarta, Kamis (10/2/2022).
Ia menambahkan penyumbang kasus Covid-19 mingguan tertinggi itu disusul Jawa Barat yang menyumbangkan 23,5 persen kasus dengan kenaikan kasus sebanyak 336 kali lipat dalam enam minggu berturut-turut.
Banten menyumbangkan 14,31 persen kasus nasional dengan kenaikan kasus 620 kali lipat dalam enam minggu terakhir. Jawa Timur menyumbang 5,22 persen kasus nasional dengan kenaikan 83 kali lipat dalam enam minggu, Bali menyumbangkan 5,21 persen kasus dengan kenaikan 392 kali lipat dalam enam minggu.
Selanjutnya, Jawa Tengah menyumbangkan 2,62 persen kasus nasional, dengan kenaikan 67 kali lipat dalam enam minggu. Dan Daerah Istimewa Yogyakarta sebagai penyumbang satu persen kasus nasional dengan 51 kali lipat dalam enam minggu.
Wiku meminta pemerintah daerah dengan kondisi kasus yang tinggi itu harus segera melakukan langkah pengendalian, termasuk dengan melakukan pembatasan aktivitas masyarakat yang sudah tertuang dalam Instruksi Menteri Dalam Negeri Nomor 9 Tahun 2022 terkait PPKM Level 1-3 di wilayah Jawa-Bali.
"Kenaikan yang signifikan pada daerah-daerah itu terutama daerah yang kasusnya meningkat cepat seperti Banten, Bali, dan Jawa Barat menunjukkan pentingnya melakukan pembatasan aktivitas masyarakat dalam PPKM Level 3," ujar dia.
Ia menambahkan pemerintah daerah harus mengusahakan agar tidak ada lagi penambahan kasus dalam dua minggu ke depan atau kenaikan kasusnya sama dengan nol.
"Dalam hal ini kunci utama keberhasilan adalah meniadakan penambahan kasus dengan penerapan disiplin protokol kesehatan dengan maksimal," katanya. (Antara)
Berita Terkait
Terpopuler
- Menteri Agama RI Nasaruddin Umar Disebut Mengundurkan Diri
- Partai Kaesang Tutup Pintu Rapat untuk Ketum Projo: Tempat Budi Arie Bukan di PSI
- Dilaporkan ke Bareskrim Polri, Gus Lilur Tantang 4 Tokoh NU Ngaji Kitab Kuning Saat Muktamar
- Desil Tak Akurat Bisa Bikin Warga Kehilangan Hak Bansos!
- AMPB Pulang Usai Audiensi DPR, Relawan Ojol Curiga Ada Kesepakatan Transaksional
Pilihan
-
Diseret dari Gang ke Jalan! Kronologi Pedagang Cermin Tewas Dikeroyok Saat Demo Ricuh
-
Senayan Kondusif: Tol Dalam Kota Normal dan Blokade Jalan Dibuka Pasca Bentrok 27 Agustus
-
Ada Isu Aksi Demo Lanjutan, BEI Minta Investor Tak Panik
-
Admin Medsos dan Pengkritik Jadi Target Penangkapan Jelang Demo Agustus
-
3 Pesawat Tempur F16 'Rally' di Langit Jakarta Jumat Pagi, Ini Klarifikasi TNI AU
Terkini
-
Pekan Halal Indonesia & EduNation Festival 2026 JICC: Ekosistem Halal dan Edukasi Dalam Satu Gelaran
-
Design dan Object di IDD, Saat Kursi hingga Cangkir Jadi Bagian Penting Sebuah Ruang
-
Tim ERT Gosowong Hadir di Tengah Duka, Bantu Warga NTT Bangkit Pascagempa
-
Terbang dari Gamalama-Gamkonora, Zita Anjani Buktikan Perempuan Punya Ruang untuk Bereksplorasi
-
BRI KPR Hadir di Danantara Housing Expo 2026, Tawarkan Tenor hingga 30 Tahun