SuaraJakarta.id - Pejabat Kedutaan Besar Ukraina di Kairo menyebut, sebanyak 20 ribu turis Ukraina yang terdampar di sejumlah resor di Mesir tengah menunggu kembali ke Eropa.
Pejabat itu mengatakan, banyak di antara mereka yang siap menuju Ukraina untuk melawan pasukan Rusia.
Wisatawan Ukraina yang diperkirakan berjumlah 17.500-20.000 orang, sebagian besar berada di resor Laut Merah Mesir, Sharm el-Sheikh dan Hurghada, dan beberapa yang berada jauh di Selatan di Marsa Allam.
Beberapa telah terbang atas kemauan mereka sendiri. Tapi kedutaan tengah bekerja dengan otoritas Mesir dan perusahaan pariwisata untuk mengatur kepulangan ke negara-negara tetangga Ukraina.
"Banyak dari mereka menelepon, bersedia untuk kembali dan meminta untuk mengembalikan mereka agar bisa melawan tentara Rusia," kata Wakil Kepala Kedutaan Yevhen Zhupeyev.
Dia menambahkan kedutaan hanya mengatur kepulangan turis Ukraina ke negara-negara ketiga.
Mesir, lanjut Shupeyev, mengizinkan warga Ukraina untuk tinggal di hotel-hotel bintang tiga secara cuma-cuma selama yang mereka butuhkan.
Mesir memiliki hubungan erat dengan Rusia. Tapi memilih untuk mengutuk Rusia dalam Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa.
"Kami mengharapkan negara-negara Eropa untuk memberikan kami lampu hijau untuk menerima mereka…para sekutu kami di sana agar menemukan bandara yang dapat menerima warga Ukraina dari Mesir," katanya.
Baca Juga: Invasi Rusia ke Ukraina Bikin Presiden UFC Pusing
Korban Sipil
Sementara itu sejak perang Rusia-Ukraina meletus hingga 1 Maret 2022, terhitung ada 227 warga sipil tewas dan 525 terluka di Ukraina, menurut laporan yang disampaikan Kantor PBB untuk HAM pada Rabu (2/3/2022).
Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken mengatakan bahwa serangan Rusia memusnahkan target non-militer, tapi tidak langsung menuding Moskow sengaja menargetkan warga sipil.
"Kami memantau secara saksama apa yang terjadi di Ukraina saat ini, termasuk apa yang terjadi pada warga sipil. Kami mempertimbangkan itu, kami mendokumentasikannya dan kami ingin memastikan, salah satunya, bahwa ada pertanggungjawaban atas itu (semua)," kata Blinken kepada awak media.
Kantor PBB untuk HAM melalui pernyataan mengatakan bahwa sebagian besar korban disebabkan oleh penggunaan senjata peledak, "termasuk penembakan dari artileri berat dan sistem peluncur roket multiple serta serangan udara." Akibatnya, area terdampak pun meluas.
Pihaknya mengaku yakin bahwa jumlah korban tewas sesungguhnya dalam konflik kedua negara itu "jauh lebih tinggi", terutama di wilayah kekuasaan pemerintahan, karena laporan di sejumlah area pertempuran sengit tertunda.
Berita Terkait
-
Dubes Rusia: Kami Hanya Serang Militer Ukraina Disebut Barbar, Tapi NATO Bom Warga Serbia, Libya, Afghanistan, dan Irak
-
Dubes Rusia di RI: Jika Ukraina Masuk NATO, Nuklir Bisa Hantam Moskow dalam 3 Menit, Kami Harus Lindungi Rakyat
-
Wawancara Eksklusif Dubes Ukraina: Rusia Penuh Propaganda dan Tipu Daya, Indonesia Tolong Aktif Bantu Kami
Terpopuler
- Profil Norman Joesoef, Pengusaha Muda yang Disebut-sebut Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- 4 Shio yang Menarik Keberuntungan Hari Ini 5 Agustus 2026: Segalanya Berjalan Lancar
- 4 HP Redmi Memori 256 GB dan Kamera Jernih Harga Rp1 Jutaan, Cocok untuk Multitasking
- Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- Jalan Santai Cocoknya Pakai Sepatu Apa? Ini 6 Produk Lokal yang Nyaman Buat 17 Agustusan
Pilihan
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
Terkini
-
Hadapi Polusi yang Makin Kompleks, Aturan Kualitas Udara Jakarta Bakal Direvisi
-
BRI Consumer Expo 2026 Goes to PIK2: Banyak Promo Menarik untuk Pembelian Rumah dan Mobil Baru
-
Mas Dhito Kembali Salurkan 216 Bantuan Pertanian Bagi Petani Guna Dukung Peningkatan Produksi
-
Teknologi AI Wearable Makin Berkembang, Rokid Hadir di DTI-CX 2026
-
5 Penyebab Masih Takut Speaking Meski Sudah Lama Belajar