SuaraJakarta.id - Wali Kota Tangerang Selatan (Tangsel) Benyamin Davnie mengaku belum tahu terkait warga Jalan Lembah I Cirendeu, Ciputat Timur yang dibayangi ancaman longsor di pinggir aliran Kali Pesanggarahan.
Benyamin mengaku, dirinya belum mendapat laporan dari pihak lurah maupun camat soal ancaman longsor yang dihadapi warganya itu.
"Saya nanti akan cek karena belum ada laporan," kata Benyamin di Aula Blandongan lantai 4 Pemkot Tangsel, Selasa (9/8/2022).
Meski begitu, Benyamin bakal mendorong agar Balai Besar Sungai Wilayah Cibaliung Cisadane (BBWSCC) untuk segera melakukan penanganan terhadap ancaman longsor tersebut.
"Nanti saya cek dan memang akan saya dorong lagi ke BBWSCC untuk segera ditangani. Saya juga akan fokus tangani bagaimana warga yang tinggal di situ," ungkap Wali Kota Tangsel.
Sebelumnya diberitakan, hampir dua tahun, warga di Jalan Lembah I Cirendeu, Ciputat Timur, Kota Tangerang Selatan (Tangsel) dihantui ancaman longsor.
Ketua RT setempat Akhyaruddin mengatakan, ancaman longsor di wilayahnya ada di depan mata. Ada sejumlah titik yang berpotensi longsor digerus hujan deras dan aliran air dari dasar.
Padahal, kata Akhyar, peristiwa longsor pada Maret 2021 cukup membuat warga di sekitar Lembah I waswas. Terlebih, dirinya pun tinggal di pinggiran tebing.
"Warga pada ngeluh dari dulu, kok cuma diukur, difoto, dikerjain kaga. Setiap hujan pasti waswas," kata Akhyar ditemui di rumahnya, Senin (8/8/2022).
Baca Juga: Keluh Warga Cirendeu Tangsel Dihantui Ancaman Longsor: Cuma Diukur, Dikerjain Kagak
Akhyar mengaku, longsoran tahun lalu itu hanya ditangani dengan penebangan pohon yang ada di sepadan aliran dan hanya dipasangi bambu pemancang untuk menahan longsor.
Padahal, kata Akhyar, harusnya ada penanganan dari dasar kali tersebut lantaran tiap hari air yang mengalir mengikis tanah di tebing.
"Dulu hanya penebangan pohon saja, sekarang udah ada sejumlah titik lagi yang berpotensi longsor. Kita warga cuma bisa khawatir," ungkap Akhyar.
Akhyar meminta, pihak Balai Besar Wilayah Sungai Ciliwung Cisadane (BBWSCC) untuk segera melakukan penanganan.
Pasalnya, dinas terkait di Tangsel hanya melakukan perbaikan jalan, tetapi kewenangan di dasar kali ada di BBWSCC.
Akhyar mengaku, pihak BBWSCC sudah dua kali datang dalam pekan ini. Terkahir, Senin (8/8/2022) tadi, tetapi belum ada kepastian kapan akan melakukan perbaikan.
"Ya kita minta supaya ditangani. Kalau hanya jalan di atasnya yang diaspal, nanti ada hujan deras pasti akan retak lagi karena di bawahnya terkikis," paparnya.
Kontributor : Wivy Hikmatullah
Berita Terkait
Terpopuler
- DPR akan Panggil Kajari Batam Buntut Tuntutan Mati ABK Pembawa 2 Ton Sabu, Ada Apa?
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- 6 Fakta Mencekam Pembacokan di UIN Suska Riau: Pelaku Sempat Sandera Korban di Ruang Seminar
- Viral Bocah Beragama Kristen Ikut Salat Tarawih 3 Hari Berurut-turut, Celetukannya Bikin Ngakak
- Habiburokhman Ngamuk di DPR, Perwakilan Pengembang Klaster Vasana Diusir Paksa Saat Rapat di Senayan
Pilihan
-
Update Kuota PINTAR BI Wilayah Jawa dan Luar Jawa untuk Penukaran Uang
-
Jenazah Alex Noerdin Disalatkan di Masjid Agung Palembang, Ini Suasana Lengkapnya
-
John Tobing Sang Maestro 'Darah Juang' Berpulang, Ini Kisah di Balik Himne Reformasi
-
Pencipta Lagu 'Darah Juang' John Tobing Meninggal Dunia di RSA UGM
-
Hidup Tak Segampang Itu Ferguso! Ilusi Slow Living di Magelang yang Bikin Perantau Gulung Tikar
Terkini
-
Program Loyalitas ALL Accor, ibis Jakarta Raden Saleh Gelar Paket Buka Puasa "Semarak Sate Ramadan"
-
Catat! Ada Mudik Gratis Bareng CSR PIK2 dan Karang Taruna Teluknaga, Ini Jadwal dan Tujuannya
-
Jadwal Imsak Jakarta 27 Februari 2026 Lengkap dengan Niat Puasa Ramadan
-
Mudik Gratis DKI Jakarta 2026 Kluster 2 Resmi Dibuka, 7 Kota Tujuan Ini Jadi Rebutan
-
Jadwal Imsak & Buka Puasa Jakarta Hari Ini, Kamis 26 Februari 2026, Catat Waktu Magrib