SuaraJakarta.id - Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta mengungkap adanya kemungkinan kenaikan tarif Angkutan Kota (Angkot). Hal tersebut merupakan imbas kenaikan Harga Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi.
Hal tersebut seperti dikatakan Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta Syafrin Liputo. Ia menyebut, belum ada kepastian mengenai naik atau tidaknya tarif angkot yang berada di luar sistem integrasi transportasi JakLingko.
"Untuk tarif layanan angkutan umum reguler seperti angkot-angkot yang belum terintegrasi dengan Program Jaklingko," ujar Syafrin saat dikonfirmasi, Rabu (7/9/2022).
Ia juga menyebut, sampai saat ini masih dilakukan pembahasan di tingkat Dewan Transportasi Kota Jakarta (DTKJ) untuk angkutan umum di luar JakLingko.
"Saat ini sedang dibahas oleh DTKJ untuk selanjutnya diusulkan ke Gubernur untuk ditetapkan," katanya.
Sedangkan, untuk moda angkutan umum yang tergabung dalam sistem JakLingko, Syafrin menyatakan tarifnya tetap sama.
Kebijakan ini berlaku pada moda bus TransJakarta pada koridor utama atau yang termasuk layanan Bus Rapid Transit (BRT).
"Terkait dampak kenaikan BBM terhadap tarif angkutan umum di Jakarta, untuk tarif layanan Angkutan Umum yang telah terintegrasi dalam Program Jaklingko tidak ada kenaikan tarif," katanya.
Sebelumnya, kenaikkan harga BBM resmi belaku sejak diumumkan pemerintah pada Sabtu (3/9/2022). Lonjakan harga BBM itu bedampak pada naiknya tarif angkutan umum di berbagai daerah, termasuk Jakarta.
Baca Juga: Harga BBM Naik, Berikut Daftar Tarif Angkot Terbaru di Kota Depok
Sopir APB (Angkutan Pengganti Bemo) Muhammad Arif, menyampaikan tarif APB sudah mulai naik sejak Sabtu (3/9/2022) sore dari Rp3 Ribu menjadi Rp4 ribu untuk jarak jauh dan dekat.
"Semua APB naik tarifnya, dari yang jauh-dekat Rp3 ribu, sekarang jadi Rp4 tibu. Cuma buat anak sekolahan nih yang belum jelas mau jadi berapa. Cuma biasanya sih di bawah tarif umum," kata Arif.
Tak hanya mengkhawatirkan naiknya tarif angkutan umum, warga Jakarta juga khawatir akan terjadi kenaikan harga barang pokok lainnya.
"Namanya juga ada perubahan di harga BBM. Siapa sih yang gak pakai kendaraan. Dampaknya besar kalau ada kenaikan harga BBM, nanti harga barang pokok di mana-mana pasti naik," ujar salah seorang penumpang APB di Jakarta.
Sementara itu, seorang pedagang, Sulisdiawati mengungkapkan kekhawatiran, jika tarif angkot naik, maka kenaikkan harga barang pokok akan segera terjadi.
"Kita kan tukang warung jual barang pokok kebutuhan rumah tangga. Kalau harga BBM naik pasti harga ongkos pengiriman barang dari agen ke sini juga naik. Bisa-bisa mulai minggu depan sudah rame nih kenaikkan harga barang pokok," katanya.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Sampo Uban Sachet Bikin Rambut Hitam Praktis dan Harga Terjangkau
- 5 HP Helio G99 Termurah di Awal Tahun 2026, Anti Lemot
- 6 Rekomendasi HP OPPO Murah dengan Performa Cepat, RAM 8 GB Mulai Rp2 Jutaan
- 5 Rekomendasi Sepatu Adidas untuk Lari selain Adizero, Harga Lebih Terjangkau!
- 28 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 10 Januari 2026, Ada 15.000 Gems dan Pemain 111-115
Pilihan
-
Cek Fakta: Yaqut Cholil Qoumas Minta KPK Periksa Jokowi karena Uang Kuota Haji, Ini Faktanya
-
Kontroversi Grok AI dan Ancaman Kekerasan Berbasis Gender di Ruang Digital
-
Hasil Akhir: Kalahkan Persija, Persib Bandung Juara Paruh Musim
-
Babak Pertama: Beckham Putra Bawa Persib Bandung Unggul atas Persija
-
Untuk Pengingat! Ini Daftar Korban Tewas Persib vs Persija: Tak Ada Bola Seharga Nyawa
Terkini
-
Cek Fakta: Yaqut Cholil Qoumas Minta KPK Periksa Jokowi karena Uang Kuota Haji, Ini Faktanya
-
7 Fakta Mengejutkan OTT Pegawai Pajak Jakut, Pajak Rp59 Miliar Diduga Diatur
-
8 Mobil Bekas di Bawah Rp150 Juta untuk Modifikasi, Biaya Murah dan Mudah Diubah
-
Cek Fakta: Klaim Purbaya Penyitaan Uang Korupsi Konglomerat, Ini Faktanya
-
Viral Air Sinkhole di Limapuluh Kota Dipercaya Jadi Obat, ESDM Bongkar Fakta Sebenarnya