Dwi Bowo Raharjo | Fakhri Fuadi Muflih
Jum'at, 11 November 2022 | 15:41 WIB
Pengendara motor menerobos banjir yang menggenang di Pulogadung, Jakarta. (Antara/Yogi Rachman)

SuaraJakarta.id - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta mengingatkan masyarakat untuk lebih waspada cuaca ekstrem. Diperkirakan cuaca ekstrem bakal berlangsung pada November 2022 sampai Februari 2023.

Selama masa ini, berbagai potensi bencana hidrometeorologi kemungkinan bisa saja terjadi.

Kepala Pelaksana BPBD DKI Jakarta, Isnawa Adji, mengatakan bencana yang dimaksud seperti banjir, pohon tumbang, angin kencang, hingga tanah longsor. Ia menyebut beberapa hari terakhir bencana itu sudah terjadi di berbagai wilayah ibu kota.

"Menurut data Pusdatin Kebencanaan BPBD DKI, terjadi sebanyak 24 kejadian pohon tumbang dengan rincian, Jakarta Selatan sebanyak 23 kejadian dan Jakarta Utara sebanyak 1 kejadian dalam kurun waktu 3-9 November 2022. Pada Kamis (10/11) sore kemarin juga terjadi pohon tumbang di halaman Balai Kota akibat hujan yang disertai angin kencang,” ujar Isnawa, Jumat (11/11/2022).

Isnawa pun menyebut pihaknya sudah memperkuat koordinasi dalam rangka mengantisipasi bencana hidrometeorologi dengan instansi terkait. Di antaranya Dinas Pertamanan dan Hutan Kota (Distamhut), Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Disgulkarmat), Dinas Sumber Daya Air (DSDA), Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), PLN, PAM Jaya, dan instansi terkait lainnya.

"Kami perkuat koordinasi agar instansi terkait terus memantau pohon-pohon yang kondisinya sudah tua dan rentan tumbang, serta mengecek kondisi baliho-baliho untuk meminimalisir kejadian tumbang atau roboh di kemudian hari," ujar Isnawa.

Isnawa juga memberikan imbauan cara untuk masyarakat agar siap menghadapi cuaca ekstrem di Jakarta.

Berikut empat tips yang dibagikan BPBD kepada masyarakat :

  1. Siapkan perlindungan diri bagi masyarakat yang sering beraktivitas di luar ruangan, seperti membawa payung, jaket, topi, ataupun jas hujan.
  2. Bagi para pejalan kaki dan pengguna kendaraan agar menjauhi area sekitar saluran air atau gorong-gorong terbuka untuk menghindari terjadinya kejadian terperosok.
  3. Masyarakat agar rutin memantau informasi cuaca yang disampaikan BPBD DKI melalui website bpbd.jakarta.go.id dan media sosial BPBD, seperti instagram, twitter, facebook, telegram.
  4. Manfaatkan kanal pengaduan darurat milik Pemprov DKI Jakarta dengan telepon ke nomor 112 dan gunakan aplikasi JAKI untuk melaporkan kejadian banjir/genangan yang terjadi di sekitarnya.

Baca Juga: Wasadai Hujan Lebat di Sejumlah Wilayah Jatim Hari Ini

Load More