SuaraJakarta.id - Fraksi PDI Perjuangan DPRD DKI Jakarta menyarankan agar Penjabat Gubernur DKI Heru Budi Hartono tidak mengevaluasi program JakWiFi. Sebab, warga Jakarta, khususnya Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) disebut masih membutuhkan layanan internet gratis ini.
Ketua Fraksi PDIP DPRD DKI Jakarta Gembong Warsono mengatakan, kalangan MBR akan merasa terbantu dengan adanya JakWiFi ini. Mereka tidak perlu merogoh kocek lebih dalam untuk membeli paket seluler karena bisa berkegiatan daring atau online melalui JakWiFi.
"Tapi ketika tidak ada akses internet yang bisa dinikmati melalui gratis itu maka yang terjadi biaya orang miskin jadi lebih mahal. Sekarang akses internet itu bukan untuk orang kaya saja, tapi khususnya masyarakat miskin yang mereka memiliki anak-anak sekolah juga masih membutuhkan," ujar Gembong saat dikonfirmasi, Jumat (6/1/2023).
Apalagi, Kartu Jakarta Pintar (KJP) tidak mengakomodir kebutuhan digital anak sekolah. Biaya yang harus dikeluarkan MBR bisa mencapai ratusan ribu tiap pekannya untuk membeli paket internet.
Baca Juga: Ribuan Titik JakWifi yang Dibangun era Gubernur Anies Baswedan Dibongkar
"Mereka sekali beli paket Rp50 ribu dan habis dalam seminggu, kalau anaknya ada tiga bisa Rp150 ribu seminggu," jelasnya.
Jika memang anggaran JakWiFi harus dipangkas dari Rp174 miliar menjadi Rp56 miliar dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2023, Gembong meminta pemanfaatannya dimaksimalkan.
"Kalau itu (anggaran) mau dipotong yah boleh-boleh saja, tetapi kira-kira mungkin nggak dari 3.500 titik kemudian tinggal 1.200 titik. Kalau jalan pikiran dinas ada beberapa titik pemanfaatannya tidak maksimal (silakan), yah kalau duit APBD itu kalau tidak dimanfaatkan secara maksimal tentu sayang juga,” ucapnya.
Melihat manfaatnya yang dirasakan masyarakat, Gembong menilai program JakWiFi ini perlu didukung meski dibuat di era eks Gubernur Anies Baswedan.
"Saya pikir, saya harus objektif walaupun itu programnya Pak Anies, ketika itu bermanfaat banyak untuk masyarakat. Yah saya harus dukung juga, gitu loh, saya nggak boleh membabi buta juga kan tetap menolak JakWiFi," katanya.
Sekretaris Fraksi PDI Perjuangan DPRD DKI Jakarta Dwi Rio Sambodo mengakui, memang pemasangan JakWiFi memakan anggaran yang cukup banyak. Ia tak mempermasalahkan jika dilakukan pengalihan demi kebutuhan yang lebih penting.
Berita Terkait
-
Tak Larang Pendatang, Pemprov DKI: Minimal 10 Tahun Baru Dapat Bansos
-
Driver Ojol Ngeluh BHR Cuma Rp50 Ribu, Pemprov DKI: Kalau Dia Males-malesan Dapatnya Kecil
-
Lebaran Terancam Banjir Rob, Pramono Beberkan Antisipasi yang Dilakukan Pemprov DKI
-
Mudik Gratis Gelombang Dua dari Pemprov DKI Dibuka Lagi Hari Ini, Ada 5.459 Kuota Tambahan
-
Catat! Janji Pemprov DKI ke PJLP: THR Cair Sebelum Cuti Bersama Lebaran
Terpopuler
- Baru Sekali Bela Timnas Indonesia, Dean James Dibidik Jawara Liga Champions
- Terungkap, Ini Alasan Ruben Onsu Rayakan Idul Fitri dengan "Keluarga" yang Tak Dikenal
- Lisa Mariana Pamer Foto Lawas di Kolam Renang, Diduga Beri Kode Pernah Dekat dengan Hotman Paris
- JakOne Mobile Bank DKI Diserang Hacker? Ini Kata Stafsus Gubernur Jakarta
- Chat Istri Ridwan Kamil kepada Imam Masjid Raya Al Jabbar: Kami Kuat..
Pilihan
-
Gawat! Mees Hilgers Terkapar di Lapangan, Ternyata Kena Penyakit Ini
-
Hasil Liga Thailand: Bangkok United Menang Berkat Aksi Pratama Arhan
-
Prediksi Madura United vs Persija Jakarta: Jaminan Duel Panas Usai Lebaran!
-
Persib Bandung Menuju Back to Back Juara BRI Liga 1, Ini Jadwal Lengkap di Bulan April
-
Bocoran dari FC Dallas, Maarten Paes Bisa Tampil Lawan China
Terkini
-
Omzet UMKM di Jakarta Justru Menurun Jelang Lebaran, Ini Penyebabnya
-
Termasuk Pedagang Taman, Rano Karno Targetkan 500 Ribu Lapangan Kerja Baru di Jakarta
-
Rano Karno Sebut 6 Taman di Jakarta Bakal Buka 24 Jam, Ini Daftarnya
-
Pertama Kali Nonton Tarian Air Mancur di Monas, Rano Karno: Biasanya Saya yang Nari
-
Tak Ada Operasi Yustisi, Pemprov DKI Prediksi Jumlah Pendatang Baru Menurun Dibandingkan Tahun Lalu