SuaraJakarta.id - PT Jakarta Propertindo (Jakpro) menggandeng Pemprov DKI Jakarta untuk menghitung secara bersama-sama biaya perbaikan Jakarta International Stadium (JIS) di Tanjung Priok, Jakarta Utara.
"Kami akan hitung secara teknis, tentunya ada lini waktu, kualitas harus benar-benar dijaga. Kami sama-sama dengan Pemprov DKI Jakarta akan laksanakan," kata Direktur Utama Jakpro (Perseroda) Iwan Takwin, Selasa (4/7/2023).
Menurut perkiraan sementara dari Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, untuk biaya perbaikan rumput satu lapangan utama JIS sekitar Rp 6 miliar.
Biaya tersebut dibiayai Kementerian PUPR berbarengan dengan pembangunan akses jembatan penyeberangan orang (JPO) dari Ancol.
Sementara pembangunan akses (ramp off) tol Harbour Road (HBR) dikerjakan oleh Jasa Marga dengan dukungan pembangunan gerbang (gate) dari Kementerian PUPR.
Pemprov DKI, kata Basuki, membiayai pembangunan jembatan penyeberangan orang (JPO) dari stasiun kereta api rel listrik (KRL) dekat JIS dan pembangunan pintu timur JIS.
Sedangkan pembangunan stasiun dikerjakan oleh PT Kereta Api Indonesia (Persero). TransJakarta juga akan membantu mengkondisikan area antar jemput (shuttle) di dekatnya.
Dirut Jakpro mengatakan dengan kehadiran JPO tersebut, penonton bisa langsung menyeberang rel ke Jalan RE Martadinata.
Iwan menambahkan JPO itu juga bisa langsung membawa orang yang keluar stadion menuju tempat parkir sisi timur JIS (bekas Kampung Bambu) dan menyeberang kali Ancol menuju area parkir dekat pintu gerbang karnaval.
Baca Juga: Diusulkan Jadi Venue Piala Dunia U-17 2023, Rumput JIS Ternyata Belum Standar FIFA
Sehingga penonton yang memarkir kendaraan di Ancol, tidak perlu lagi menyeberang jalan dari Jembatan Ketel.
"Untuk kantong parkir penonton kemungkinan parkir di sekitar kawasan karena itu akan membangkitkan ekonomi sekitar, supaya tidak ada parkir liar. Kalau kami bersama Pemprov DKI Jakarta akan menyelesaikan seksi timur dan utara," kata Iwan pula.
Iwan mengatakan memang perlu ada sosialisasi kepada masyarakat secara masif agar bisa mendukung pelaksanaan manajemen lalu lintas di sekitar JIS ketika sedang menggelar pertandingan sepakbola.
Karena nantinya area parkir di dalam stadion hanya dialokasikan untuk parkir kendaraan terbatas yang diatur berdasarkan pola operasi penyelenggara, misalnya yang boleh parkir kendaraan ofisial, VIP, dan pemain saja. Sedangkan penonton parkir di tempat lain.
"Pola itu yang disosialisasikan, karena itu ada hubungannya dengan manajemen trafik yang kami akan simulasi dengan Dinas Perhubungan," kata Iwan.
"Untuk tahap awal renovasi kita akan melaksanakan perbaikan akses, secepat mungkin targetnya tiga bulan, seperti disampaikan Pak Menteri. Kami upayakan akselerasi bisa kurang dari tiga bulan karena harus ada pengetesan simulasi," ujar Iwan.
Berita Terkait
-
H-1 Lebaran, Pemprov DKI Klaim Harga Pangan Terkendali, Cabai Rawit 'Pedas' Tembus Rp115 Ribu
-
Jordi Amat Soroti Kualitas JIS, Lebih Betah Bermarkas di SUGBK?
-
Persija Dua Laga Tanpa Kemenangan, Jordi Amat Berharap Macan Kemayoran Pindah Kandang
-
Pemprov DKI Jakarta Antar 689 Warga Kepulauan Seribu Pulang Kampung
-
Lepas 744 Bus di Monas, Pramono Anung Sebut Peserta Mudik Gratis Naik 34 Persen
Terpopuler
- 6 Mobil 7 Seater yang Jarang Rewel untuk Jangka Panjang, Solusi Cerdas Keluarga
- Appi Sambangi Satu Per Satu Kediaman Tiga Mantan Wali Kota Makassar
- Ibu-Ibu Baku Hantam di Tengah Khotbah Idulfitri, Diduga Dipicu Masa Lalu
- Pakai Paspor Belanda saat Perpanjang Kontrak 2025, Status WNI Dean James Bisa Gugur?
- Pajaknya Nggak Bikin Sengsara: Cek 5 Mobil Bekas Bandel di Bawah 70 Juta untuk Pemula
Pilihan
-
Yaqut Kembali Ditahan di Rutan KPK
-
Dean James Masih Terdaftar sebagai Warga Negara Belanda
-
Diskon Tarif Tol 30 Persen Arus Balik: Jadwal, Tanggal dan Rute Lengkap
-
Ironi Hari Air Sedunia: Ketika Air yang Melimpah Justru Menjadi Kemewahan
-
Rudal Iran Hantam Dekat Fasilitas Nuklir Israel, 100 Orang Jadi Korban
Terkini
-
'Maaf, Nggak Open House', Benarkah Gen Z Kini Pilih Privasi Saat Lebaran?
-
THR Tak Lagi Pakai Amplop, Transfer Digital Kini Geser Tradisi Lebaran?
-
THR Gen Z Tak Lagi Habis untuk Baju Baru, Kini Ramai-ramai Dipakai untuk Upgrade Skill
-
Tak Semua Bisa Mudik, Anak Rantau Ini Rayakan Lebaran Lewat Video Call: Cuma Bisa Lihat dari Layar
-
Lebaran Asyik di Jakarta: Keliling Dunia dalam Satu Kawasan, Tanpa Macet-macetan Keluar Kota