SuaraJakarta.id - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta memastikan kebutuhan dasar penyintas kebakaran di Jalan Kemayoran Gempol, RW 04, Kebon Kosong, Kemayoran, Jakarta Pusat, terpenuhi dengan baik selama dalam tanggap darurat, khususnya selama dalam pengungsian.
“Kami memastikan kebutuhan dasar, seperti makanan minuman, pakaian anak-anak dan perlengkapan keluarga, tersedia sesuai dengan standar penanganan pengungsi,” ujar Kepala Dinas Sosial DKI Jakarta, Premi Lasari di Jakarta, Rabu (22/1/2025) seperti dimuat ANTARA.
Ia menjelaskan, kebakaran pada Selasa (21/1) dini hari itu telah menghanguskan 543 bangunan dan berdampak pada 607 kepala keluarga (KK) atau sebanyak 1.797 jiwa.
Oleh karena itu, pihaknya telah menyiapkan bantuan berupa makanan siap saji untuk kebutuhan sehari-hari.
Ia mengatakan, bantuan ini melibatkan koordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta, serta dukungan dari TNI/Polri.
Selain itu, sebanyak 13 tenda pengungsian telah didirikan untuk menampung para penyintas yang untuk sementara ditempatkan di halaman Polres Jakarta Pusat dengan prioritas utama diberikan kepada lansia, anak-anak dan wanita.
Premi menyampaikan, pihaknya menerapkan standar operasional prosedur (SOP) dalam penanganan pengungsi.
Pengungsian awal berlangsung selama tujuh hari. Jika diperlukan perpanjangan, pihaknya akan berkoordinasi dengan BPBD untuk mendapatkan izin tambahan selama tiga hari.
Premi menjelaskan, BPBD DKI Jakarta dapat memberikan rekomendasi untuk penanganan lebih lanjut apabila masa pengungsian masih perlu diperpanjang.
Baca Juga: Bidik Tiga Poin Lawan Persis Solo, Ryo Matsumura Minta Persija Pertahankan Fokus
“Kami berharap semua penyintas dapat tertangani dengan baik, terutama dari sisi pelayanan publik. Proses ini akan terus kami pantau untuk memastikan kondisi mereka aman dan nyaman,” kata Premi.
Premi mengatakan, penanganan ini tidak terlepas dari sinergi lintas instansi antara lain Dinsos dan BPBD DKI Jakarta bersama pihak terkait lainnya terus berkoordinasi untuk memastikan pemenuhan kebutuhan dasar penyintas.
Premi menambahkan, seluruh pihak berkomitmen untuk memberikan pelayanan terbaik agar para korban dapat kembali ke kondisi normal secepat mungkin.
“Kami tegaskan, penanganan bencana yang cepat dan terorganisir itu penting, sehingga para penyintas mendapatkan perlindungan dan layanan yang layak selama masa pemulihan,” kata Premi.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Moisturizer yang Cocok untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- 4 HP Kamera 200 MP Under Rp5 Juta untuk Foto dan Video Kualitas Tinggi
- 5 Lipstik Wardah yang Tahan Lama Saat Hujan dan Tidak Mudah Luntur Saat Makan
- 3 Sepatu Lari Lokal untuk Full Marathon, Ini Spesifikasi dan Harganya
- Sering Dijual Lebih Murah, Apakah Sepatu di Sports Station Ori?
Pilihan
-
Resmi, MA Putuskan Suket Penyetaraan Ijazah Gibran Tidak Sah
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
Terkini
-
Menikmati Jogja Lewat Rasa dan Sejarah: Dari Kuliner Kampung hingga Meditasi Jiwa
-
IVES 2026 Soroti EEC, Pengukuran Dampak Ekonomi Industri Event
-
5 Tanda Kasir Anda Butuh Alat Notifikasi Suara Pembayaran
-
JK Sampaikan Duka Cita atas Wafatnya Mantan PM Jepang Yasuo Fukuda
-
Menginap dan Nikmati Lebih Banyak: ibis Jakarta Raden Saleh Hadirkan Stay Longer, Enjoy More"