- Sandal karet telah bertahan lebih dari satu dekade sebagai pilihan gaya hidup, melampaui tren musiman mode lainnya.
- Berbagai kalangan menyukai sandal karet karena sifatnya yang ringan, tahan air, dan sangat nyaman dipakai sehari-hari.
- Merek sandal karet lokal kini bersaing dengan menawarkan kualitas serupa namun dengan desain stylish dan harga yang terjangkau.
SuaraJakarta.id - Di tengah munculnya ratusan tren fashion baru setiap tahun, ada satu benda sederhana yang tidak pernah tergeser selama lebih dari satu dekade: sandal karet ala Crocs. Saat popularitas sepatu running meledak, sneakers retro mencuri perhatian, dan slip-on ikut naik daun lalu meredup, sandal karet justru bertahan, seakan punya umur panjang yang sulit dipadamkan.
Jika dulu banyak orang membeli Crocs hanya karena “ikut-ikutan”, kini ceritanya berubah. Sandal karet bukan lagi tren sesaat, tetapi bagian dari gaya hidup. Dari ibu rumah tangga, pekerja kantoran, pelajar, hingga traveler, semuanya sepakat bahwa sandal karet menawarkan kenyamanan yang jarang diberikan alas kaki lainnya.
Lalu apa yang membuat sandal karet masih menjadi pilihan utama sampai hari ini? Ada lima alasan besar yang menjelaskan kenapa sandal karet tetap dicintai, dan bagaimana ia menjadi solusi agar kamu nyaman melangkah tanpa pegal.
Pertama, sandal karet ringan dan empuk. Tak peduli seberapa lama kamu berjalan atau berdiri, kaki tetap terasa nyaman tanpa beban. Inilah yang membuat banyak orang memilih sandal karet untuk aktivitas santai maupun untuk pekerjaan yang menuntut banyak mobilitas.
Kedua, sandal karet anti licin dan aman dipakai di berbagai kondisi cuaca. Saat hujan, masuk genangan, atau bermain di pantai, kaki tetap terlindungi tanpa khawatir terpeleset. Faktor keamanan ini membuat pengguna tidak ragu menjadikannya alas kaki andalan.
Ketiga, sandal karet tahan air dan mudah dibersihkan, sesuatu yang tidak dimiliki banyak sepatu. Cukup dibilas atau diseka, sandal langsung bisa dipakai lagi. Tidak repot, tidak memakan waktu, dan sangat cocok untuk gaya hidup aktif.
Keempat, sandal karet kini telah berevolusi menjadi fashion item. Generasi muda mendorong tren “cozy streetwear”, memadukan sandal karet dengan kaus oversize, celana cargo, hingga totebag. Sandal yang dulu dianggap kurang fashionable kini justru menjadi penanda gaya santai yang stylish.
Kelima, sandal karet semakin kompetitif karena merek lokal bangkit. Setelah bertahun-tahun didominasi Crocs, kini brand lokal menghadirkan sol yang lembut, desain stylish, warna berani, dan harga terjangkau. Banyak pembeli bahkan mengaku tidak lagi mencari brand luar karena sandal lokal lebih nyaman dan awet.
Semua alasan ini menunjukkan kenyataan sederhana: kenyamanan tidak pernah ketinggalan zaman. Meskipun tren fashion datang dan pergi, sandal karet menjadi pengingat bahwa gaya bisa hadir tanpa rasa sakit kaki, tanpa ribet, tanpa harga mahal — hanya kenyamanan yang membuat langkah terasa bebas.
Baca Juga: Dari Hoka Sampai Adidas, 5 Rekomendasi Sepatu Lari Anti Ngelopek di Cuaca Panas
Karena itu, pertanyaan yang paling tepat bukan lagi, “Apakah sandal karet masih relevan?” tetapi, “Siapa yang belum punya sandal karet hari ini?”
Saat fashion berputar cepat, mungkin pada akhirnya justru barang paling sederhana yang bertahan paling lama — dan paling dicintai.
Berita Terkait
-
Dari Hoka Sampai Adidas, 5 Rekomendasi Sepatu Lari Anti Ngelopek di Cuaca Panas
-
Rekomendasi Sepatu On Shoes yang Layak Kamu Beli
-
Di Tengah Inovasi Teknologi, Mengapa Sepatu Lari Selalu Pakai Tali?
-
5 Rekomendasi Sepatu Futsal 2025 Terbaik Dengan Harga di Bawah Rp 500 Ribu
-
Dari Warrior Sampai Compass: 5 Merek Sepatu Sekolah Legendaris yang Selalu Laris
Terpopuler
- 7 Skema Suami Dwi Sasetyaningtyas Kembalikan Dana Beasiswa LPDP
- Gerbang Polda DIY Dirobohkan Massa Protes Kekerasan Aparat, Demonstran Corat-coret Tembok Markas
- Setahun Andi Sudirman-Fatmawati Pimpin Sulsel, Pengamat: Kinerja Positif dan Tata Kelola Membaik
- Viral Bocah Beragama Kristen Ikut Salat Tarawih 3 Hari Berurut-turut, Celetukannya Bikin Ngakak
- 4 HP Motorola Harga Rp1 Jutaan, Baterai Jumbo hingga 7.000 mAh
Pilihan
-
Jenazah Alex Noerdin Disalatkan di Masjid Agung Palembang, Ini Suasana Lengkapnya
-
John Tobing Sang Maestro 'Darah Juang' Berpulang, Ini Kisah di Balik Himne Reformasi
-
Pencipta Lagu 'Darah Juang' John Tobing Meninggal Dunia di RSA UGM
-
Hidup Tak Segampang Itu Ferguso! Ilusi Slow Living di Magelang yang Bikin Perantau Gulung Tikar
-
Hujan Gol, Timnas Indonesia Futsal Putri Ditahan Malaysia 4-4 di Piala AFF Futsal 2026
Terkini
-
Waktu Imsak & Buka Puasa Jakarta 26 Februari 2026 Hari Ini, Catat Jam Sahur
-
Waktu Buka Puasa Jakarta Hari Ini, 25 Februari 2026: Catat Jam Magrib & Doa Berbuka Lengkap
-
Jadwal Imsak dan Buka Puasa Jakarta Rabu, 25 Februari 2026: Lengkap Waktu Sahur hingga Magrib
-
Mudik Gratis Pemprov DKI Jakarta 2026 Resmi Dibuka, Cek Syarat dan Cara Daftar Sebelum Kuota Habis
-
Jadwal Buka Puasa Hari Ini Selasa, 24 Februari 2026 di Jakarta dan Sekitarnya