-
CLP Batch 11 BCF melibatkan 48 mahasiswa di 3 provinsi, fokus pada pemberdayaan ekonomi masyarakat rentan TBC.
-
Program utama: Resaku (daur ulang sampah jadi produk bernilai ekonomi) dan Sirkulife Empowerment (aquaponik lele–pakcoy).
-
Dampak: peningkatan keterampilan, peluang penghasilan, ketahanan pangan, dan penguatan kolaborasi lintas sektor.
"Kedua, dampak ekonomi yang membuka peluang penghasilan tambahan dari pengelolaan sampah. Ketiga, dampak sosial yaitu meningkatkan kepercayaan diri, memperkuat hubungan dengan perangkat desa, serta tumbuhnya rasa kepemilikan atas program ini untuk dikembangkan."
Selama berjalan, program Resaku telah menghasilkan 120 sabun dan lilin yang dihasilkan dari 13 liter minyak jelantah. Dalam pelaksanaannya tentu tak terlepas dari tantangan yang dihadapi mulai dari konsistensi warga dalam mengikuti pendampingan program hingga bahan baku.
"Beberapa tantangan yang dihadapi antara lain keterbatasan bahan baku untuk mendukung produksi rutin serta konsistensi warga dalam menjalankan program. Untuk menghadapi tantangan tersebut, kami memfasilitasi pengadaan bahan dan pelatihan serta berkoordinasi dengan perangkat desa setempat agar kedepannya program ini dapat terus dilanjutkan," ungkap Dwi Setyorini, mentor Inisiatif Lampung Sehat.
Kemudian, Masyarakat Sehat Sriwijaya mempresentasikan program Sirkulife Empowerment sebagai upaya membangkitkan perekonomian masyarakat rentan TBC.
Sirkulife Empowerment merupakan program aquaponik yang membudidayakan lele dengan sayuran pakcoy agar dapat dikonsumsi sehari-hari oleh warga maupun untuk dijual kembali.
Program ini menyasar penyintas TBC, kader, dan keluarga yang memiliki lahan terbatas.
Melalui pemanfaatan limbah ikan sebagai nutrisi tanaman dan pemanfaatan maggot untuk menangani sampah organik, Sirkulife Empowerment mendorong terciptanya usaha rumahan yang ramah lingkungan serta berkelanjutan. Selain itu, program ini juga diharapkan dapat meningkatkan keterampilan dan pendapatan warga.
"Program ini dapat memberikan dampak positif bagi warga diantaranya meningkatkan pengetahuan dan keterampilan yang dapat diterapkan untuk mendapatkan penghasilan tambahan dan sebagai bagian dari ketahanan pangan untuk pemenuhan gizi sehari-hari," jelas Muhammad Khadafi, SDGs Hero CLP 11 penempatan MSS Divisi Program.
Selama 1 semester berjalan, warga yang menjalankan program Sirkulife telah berhasil memanen pakcoy di 5 rumah dan hasil dari ternak lele sudah dikonsumsi sebanyak sekali. Meski dirasa positif, namun tantangan juga dihadapi oleh MSS dalam mensosialisasikan dan mengajak warga untuk menerapkan program ini
"Tantangan awalnya antara lain sulit untuk menumbuhkan rasa kepemilikan program ini pada warga. Kita harus benar-benar membimbing dan meyakinkan bahwa ini dapat berhasil dilakukan. Biasanya kalau sudah ada hasilnya baru percaya. Alhamdulillah selama 1 semester ini dilakukan, sudah ada yang panen," tambah Oki Putra Satria, mentor Masyarakat Sehat Sriwjaya.
BCF juga mempresentasikan terkait relasi jejaring kemitraan dalam program pemberdayaan ekonomi. Paparan tersebut dibawakan oleh SDGs Hero penempatan BCF Pusat, Lu’lu Septyan Azzahra dan mentor Muhammad Daffa Zahran Widodo.
Dalam paparannya, BCF menekankan pada berjalannya program pemberdayaan ekonomi tidak terlepas dari jejaring lintas sektor. Perlu banyak kolaborasi dilakukan untuk menghasilkan program pemberdayaan ekonomi yang berdampak dan berkelanjutan.
"Kami akan terus berkomitmen untuk mendukung inovasi dan kepemimpinan muda serta menjalin sinergi hexa helix yang lebih erat untuk mendukung pembangunan berkelanjutan. Kami harap proyek ini dapat menjadi landasan program-program BCF selanjutnya yang berhubungan dengan pemberdayaan masyarakat dan ekonomi," jelas Jimmy Gani, CEO BCF.
Presentasi akhir magang Campus Leaders program batch 11 dibuka oleh VP Pengelolaan TJSL PT Pupuk Indonesia (Persero), Heny Eka Mardiyanti dan Koordinator Tim Ahli Sekretariat Nasional SDGs, Bappenas, Arifin Rudiyanto.
Arifin menyambut baik inisiatif BCF untuk menjadi wadah bagi pemuda dalam berkontribusi untuk mencapai target-target SDGs.
Berita Terkait
-
Jerat Perpeloncoan Kampus: Saat Regulasi Dikecoh Modus PKKMB dan Kaderisasi
-
Pakar UGM Ingatkan Wacana Kuliah Gratis Presiden Prabowo Bisa Jadi Pemicu Ketidakadilan
-
Pendidikan Gratis SD Hingga Perguruan Tinggi Mulai Digodok, Kampus Swasta Masuk Skema?
-
Tak Disangka, 3 Anak Kurir SPX Express Lanjut Kuliah di Kampus Bergengsi
-
Komodifikasi Paras di Kampus: Ketika Estetika Menggerus Marwah Mahasiswa
Terpopuler
- Di Tangan Suahasil, MBG Jadi Prioritas Subsidi Energi Dipangkas
- Luky Alfirman Jadi Wamenkeu usai Dicopot Purbaya, Pengamat Soroti Arah Kebijakan Suahasil
- Sehari Dijabat Suyudi Ario Seto, Polri Langsung Rombak 19 Kapolda: Ini Daftar Lengkapnya!
- Tan Cheng Hoe Gerah Lihat Pemain Malaysia Larut dalam Kekecewaan: Stop Nangis
- 7 Sepatu Jalan Paling Awet yang Solnya Empuk untuk Perjalanan Jauh
Pilihan
-
Kalapas Cibinong Dipecat dari ASN, Buntut Klaster Mewah dalam Penjara
-
Resmi, Syahganda Nainggolan Jadi Kepala Bakom RI Gantikan Muhammad Qodari
-
Hadir di Istana, Pratikno Buka Suara Soal Isu Jadi Ketua Wantimpres Era Prabowo
-
Disorot Gegara Gaya Hidup Mewah, Timothy Ivan Mundur dari Deputi II Bakom RI: Ingin Introspeksi Diri
-
KBRI di Singapura Tak Punya Dokumen Soal Jenjang Pendidikan Gibran di Orchid Park dan MDIS
Terkini
-
PELOPOR BRI 2026 Perkuat Penerapan Tata kelola Perusahaan yang Baik
-
Dari Zumba hingga Hujan Busa, Momen Little Siam Jadi Arena Bermain Keluarga
-
Viral di Medsos! Penganiayaan Sadis ABK Cumi KM Maulana 23 Terbongkar
-
Dukung Penanganan Karhutla, NHM Serahkan Bantuan Tangki Air Operasional kepada BPBD Halmahera Utara
-
Kawasan Pesisir Jakarta Makin Terhubung, Akses Jadi Pertimbangan Pelaku Usaha