Tasmalinda
Rabu, 07 Januari 2026 | 20:43 WIB
ilustrasi wuling air bekas
Baca 10 detik
  • Minat mobil listrik bekas seperti Wuling Air EV meningkat karena harga terjangkau, namun pembeli harus waspada masalah tersembunyi.
  • Kesehatan baterai sulit dinilai, biaya penggantiannya besar, dan infrastruktur pengisian daya rumah perlu dipastikan kesesuaian standarnya.
  • Suspensi mobil listrik bekas lebih cepat aus, dan nilai jual kembali masih fluktuatif dipengaruhi perkembangan teknologi terbaru.

SuaraJakarta.id - Minat terhadap mobil listrik bekas terus naik di 2026, terutama untuk model mungil dan terjangkau seperti Wuling Air EV dan Wuling BinguoEV. Harga seken yang makin rasional membuat keduanya terlihat menggiurkan—terutama bagi pembeli mobil kedua atau kendaraan harian dalam kota.

Namun sebelum tergiur harga murah dan biaya operasional rendah, ada baiknya lebih waspada. Sejumlah pemilik dan bengkel mencatat adanya masalah tersembunyi yang kerap luput dicek saat membeli unit bekas. Berikut 5 masalah penting yang wajib Anda ketahui.

1. Kesehatan Baterai Sulit Dinilai Sekilas
Baterai adalah “jantung” mobil listrik. Masalahnya, kondisi baterai tidak selalu terlihat dari test drive singkat. Penurunan kapasitas bisa terjadi perlahan akibat pola pengisian yang kurang tepat atau penggunaan intensif.

Pada unit bekas, jarak tempuh bisa terasa normal di awal, namun drop signifikan muncul setelah pemakaian beberapa bulan. Pastikan ada riwayat servis resmi dan cek data kesehatan baterai, bukan sekadar indikator di layar.

2. Biaya Baterai Masih Jadi Momok
Meski jarang rusak total, biaya penggantian baterai tetap jadi risiko terbesar. Untuk pembeli mobil bekas, hal ini sering tak diperhitungkan sejak awal karena harga unit terlihat murah.

Jika masa garansi baterai sudah menipis atau habis, potensi biaya besar di kemudian hari harus masuk dalam kalkulasi, terutama untuk pemakaian jangka panjang.

3. Infrastruktur Charging Rumah Belum Selalu Ideal
Banyak pemilik pertama mengandalkan charging rumah dengan daya terbatas. Pada unit bekas, Anda perlu memastikan:

  • Kabel dan konektor masih original
  • Tidak ada riwayat overheat
  • Instalasi listrik rumah sesuai standar
  • Masalah kelistrikan kecil bisa berdampak besar pada kenyamanan dan keamanan pengisian daya.

4. Suspensi & Kaki-kaki Lebih Cepat Terasa
Bobot baterai membuat karakter suspensi mobil listrik berbeda. Pada beberapa unit bekas, kaki-kaki terasa cepat lelah, terutama jika sering melewati jalan bergelombang atau polisi tidur.

Bunyi halus di suspensi sering dianggap sepele, padahal bisa menjadi tanda komponen mulai aus lebih cepat dibanding mobil bensin sekelasnya.

Baca Juga: Punya Rp150 Juta? Ini 8 MPV Keluarga Bekas yang Masih Layak Dibeli di 2026

5. Nilai Jual Kembali Masih Fluktuatif
Meski populer, pasar mobil listrik bekas masih berkembang. Harga bisa turun cukup tajam ketika muncul model baru atau pembaruan teknologi baterai.

Untuk pembeli yang berencana ganti mobil dalam 2–3 tahun, faktor resale value ini patut dipertimbangkan sejak awal agar tidak kaget saat menjual kembali.

Jadi, Apakah Wuling EV Bekas Layak Dibeli?
Jawabannya: layak, tapi harus ekstra cermat. Untuk pemakaian dalam kota dengan jarak pendek, Air EV dan BinguoEV bekas tetap menarik. Namun kuncinya ada pada:

  • Riwayat servis resmi
  • Kondisi dan garansi baterai
  • Kesiapan infrastruktur charging
  • Mobil listrik bekas bisa sangat hemat—atau justru mahal—tergantung keputusan di awal pembelian.

Load More