- Strategi buka puasa cerdas meliputi membatasi minum di awal dan menghindari nasi guna menjaga ruang perut.
- Prioritaskan pengambilan menu protein seperti daging dan seafood karena membuat kenyang lebih lama daripada karbohidrat.
- Untuk mencicipi banyak varian, ambil makanan dalam porsi kecil berulang kali, serta hindari gorengan berlebihan.
SuaraJakarta.id - Tradisi buka puasa bersama atau bukber sering menjadi momen yang ditunggu-tunggu selama Ramadan. Banyak orang memilih restoran dengan konsep all you can eat karena bisa menikmati berbagai menu sepuasnya bersama teman, keluarga, atau rekan kerja.
Namun tidak sedikit yang justru merasa cepat kenyang. Padahal meja masih penuh dengan daging, seafood, hingga aneka dessert yang menggoda.
Agar tidak “menyerah” terlalu cepat saat bukber, ada beberapa strategi sederhana yang bisa dilakukan agar tetap bisa menikmati banyak menu tanpa cepat merasa kenyang.
Berikut panduan all you can eat cerdas yang bisa dicoba saat bukber.
1. Jangan Langsung Minum Banyak Saat Berbuka
Saat adzan maghrib, banyak orang langsung minum dalam jumlah besar. Padahal, minum terlalu banyak justru membuat perut cepat penuh.
Sebaiknya cukup minum sedikit air atau minuman manis untuk membatalkan puasa. Setelah itu beri jeda beberapa menit sebelum mulai mengambil makanan utama.
Cara ini membuat perut tetap “punya ruang” untuk makanan.
2. Hindari Nasi di Awal
Baca Juga: Imsak Jam Berapa di Jakarta Rabu 11 Maret 2026? Cek Jadwal Imsak dan Waktu Sahur
Kesalahan yang sering terjadi saat makan di restoran all you can eat adalah langsung mengambil nasi.
Nasi merupakan makanan yang sangat cepat membuat kenyang. Jika ingin mencoba banyak menu, sebaiknya fokus dulu pada daging, seafood, atau menu utama lainnya.
Jika masih ingin nasi, ambil dalam porsi kecil di akhir makan.
3. Pilih Protein Lebih Dulu
Menu seperti daging sapi, ayam, seafood, atau sushi biasanya menjadi menu utama yang paling dicari.
Protein juga membuat tubuh lebih puas tanpa harus makan terlalu banyak karbohidrat.
Karena itu, banyak orang yang sudah terbiasa makan di restoran all you can eat menyarankan untuk mengutamakan menu protein terlebih dahulu.
4. Ambil Sedikit tapi Berkali-kali
Strategi penting saat makan di restoran all you can eat adalah tidak mengambil makanan terlalu banyak dalam satu waktu.
Ambil dalam porsi kecil, lalu kembali lagi jika masih ingin mencoba menu lain.
Cara ini membuat Anda bisa mencicipi lebih banyak variasi makanan tanpa membuat perut terasa terlalu penuh.
5. Hindari Gorengan Berlebihan
Makanan yang digoreng memang terasa gurih, tetapi juga lebih cepat membuat kenyang.
Selain itu, gorengan biasanya mengandung banyak minyak yang bisa membuat perut terasa berat.
Lebih baik fokus pada menu yang dipanggang, direbus, atau grilled.
6. Jangan Terlalu Cepat Makan
Banyak orang makan terlalu cepat saat bukber karena merasa sangat lapar setelah seharian berpuasa.
Padahal, makan terlalu cepat bisa membuat perut tiba-tiba terasa sangat penuh.
Cobalah mengunyah perlahan dan menikmati makanan, sehingga tubuh punya waktu untuk menyesuaikan rasa kenyang.
7. Sisakan Ruang untuk Dessert
Dessert seperti es krim, pudding, atau cake biasanya menjadi menu favorit di restoran all you can eat.
Karena itu, sebaiknya jangan langsung memenuhi perut dengan makanan berat di awal.
Sisakan sedikit ruang agar masih bisa menikmati makanan penutup.
Bukber di restoran all you can eat memang menyenangkan, terutama karena banyak pilihan makanan yang bisa dicoba.
Namun dengan strategi makan yang tepat, Anda tidak hanya bisa menikmati lebih banyak menu, tetapi juga tetap merasa nyaman tanpa kekenyangan berlebihan setelah makan.
Berita Terkait
-
Maghrib Jam Berapa di Jakarta Hari Ini? Cek Jadwal Buka Puasa Kamis 12 Maret 2026
-
Maghrib Jam Berapa di Jakarta Hari Ini? Cek Jadwal Buka Puasa Selasa 10 Maret 2026
-
Maghrib Jam Berapa di Jakarta Hari Ini? Cek Jadwal Buka Puasa Senin 9 Maret 2026
-
Promo Ramadan BRI: Buka Puasa Bersama Kenangan Brands Pakai QRIS BRImo Dapat Cashback 40%
-
Maghrib Jam Berapa di Jakarta Hari Ini? Cek Jadwal Buka Puasa Minggu 8 Maret 2026
Terpopuler
- Guru Besar UII: Publik Tak Cukup Tuntut Maaf, Layak Layangkan Mosi Tidak Percaya pada Prabowo
- Sayembara Rp10 Juta Dedi Mulyadi Dikritik UGM, Dinilai Cermin Gagalnya Negara Jamin Keamanan
- Tak Terima Disita, Pemilik Emas dan Uang Sitaan Kejagung di Kasus Febrie Bakal Ajukan Praperadilan
- Serum Viva untuk Flek Hitam Warna Apa? Ini 2 Varian Terbaiknya
- 5 Rekomendasi Parfum Aroma Vanilla di Alfamart, Wangi Mewah Tahan Lama untuk Harian
Pilihan
-
Bayi 'Putri Duyung' Lahir di OKI, Apa Itu Sirenomelia yang Membuat Kakinya Menyatu?
-
Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
-
Penjaga Rumah Febrie Adriansyah Ditemukan Tewas, Mulut dan Hidung Berbusa
-
Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
Terkini
-
Transformasi Digital BRI Dongkrak Transaksi QRIS hingga Rp30,5 Triliun
-
Rehabilitasi Mangrove Berkelanjutan, 21.060 Bibit Ditanam di Pesisir Jakarta
-
Dari Parenting hingga Drone, Dua Kreator Ungkap Pesona Pesisir Jakarta
-
BRI Peduli Tanam 24.000 Mangrove untuk Pulihkan Pesisir di Jawa Barat
-
Tolak Rencana Pembatasan Kadar Nikotin dan Tar, APTI Minta Perlindungan Presiden